News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IFRC Digelar 10 Hari, Ekonomi di Banyuwangi Ikut Bergeliat

Indonesia Fire dan Rescue Challenge (IFRC) ke-19 di Banyuwangi resmi ditutup. even ini ikut mendongkrak ekonomi Banyuwangi.
Rabu, 23 November 2022 - 14:46 WIB
ajang IFRC, ekonomi Banyuwangi ikut bergeliat
Sumber :
  • tim tvone - happy oktavia

Banyuwangi, Jawa Timur - Indonesia Fire dan Rescue Challenge (IFRC) ke-19 di Banyuwangi resmi ditutup, Selasa (22/11) malam. PT Bumi Suksesindo (BSI) berhasil menggelar even bergengsi ini dengan spektakuler. Tak hanya peserta dari 24 industri tambang yang bersemangat, even ini ikut mendongkrak ekonomi Banyuwangi.

Tuan rumah menggandeng sejumlah sektor untuk mendukung kegiatan, seperti kalangan UMKM, pelaku seni dan akomodasi perhotelan. Bahkan, dalam pembukaan dan penutupan IFRC dihelat panggung megah, menampilkan atraksi seniman tari Banyuwangi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kegiatan IFRC selama 10 hari ini mampu membawa dampak signifikan pada berbagai sektor ekonomi Banyuwangi. Okupansi homestay dan hotel meningkat,” kata Ketua Local Committee IFRC ke-19 yang juga Deputy General of Operations PT BSI, Roelly Fransza di sela Closing Ceremony IFRC ke-19 di Gesibu Banyuwangi, Selasa (22/11) malam.

Selama IFRC digelar 13-22 November kemarin, seluruh peserta menempati sedikitnya 800 kamar homestay dan sekitar 300 kamar hotel di Banyuwangi. Selain penginapan, panitia melibatkan pelaku UMKM dan ratusan warga di sekitar lokasi perusahaan untuk terlibat, seperti jasa laundry dan tim life victims selama IFRC digelar. 

“Jadi, IFRC di Banyuwangi membawa dampak positif. Ini sebagai bukti komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan ketanggapdaruratan,” tegasnya.

Usai berlaga, seluruh peserta IFRC langsung diberangkatkan ke lokasi bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. Misi kemanusiaan ini sekaligus menjadi uji nyali bagi para kru tanggap bencana ini.  

"Seluruh tim akan langsung berangkat ke Cianjur bersama tanggap darurat Kementerian ESDM,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi di sela menutup ajang IFRC di Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya memberikan apresiasi terkait suksesnya ajang IFRC di Banyuwangi. Selanjutnya, ajang IFRC ke-20 akan digelar di Kalimantan. IFRC merupakan ajang adu kelihaian dalam penanganan bencana dan kecelakaan kerja. Seperti, penanganan kebakaran, banjir hingga kecelakaan di jalan.

Terkait pengiriman tim tanggap darurat ini bukan kali pertama digelar PT BSI. Saat tsunami Aceh, investor ini mengirimkan tim kemanusiaan. Pun, ketika gempa Lombok, gempa Malang dan erupsi Gunung Merapi. (hoa/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.
Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT