GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh! Hama Monyet Mengganas, Serang Dua Desa di Banyuwangi

Para petani di dua desa, masing-masing Desa Kemiren dan Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi dilanda keresahan.
Kamis, 24 November 2022 - 14:04 WIB
Kawanan hama monyet terekam sedang menyerang di ladang Desa Tamansuruh, Banyuwangi, belum lama ini.
Sumber :
  • tvOne - happy oktavia

Banyuwangi, Jawa Timur - Para petani di dua desa, masing-masing Desa Kemiren dan Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi dilanda keresahan. Hama monyet mengganas, menyerang dua desa ini. Kawanan monyet merusak berbagai tanaman, termasuk kelapa.

Serangan primata ini sudah berlangsung lama. Ketika datang, kawanan monyet bisa tembus hingga ratusan ekor, mereka merusak apa saja. Termasuk, tanaman padi yang masih muda. Monyet juga mencabut ubi dan merontokkan buah durian dan pisang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Serangan hama ini sudah berlangsung lama. Tak jarang, kami gagal panen karena dirusak monyet,” keluh Katemi (55), petani di Desa Tamansuruh, Kamis (24/11) siang.

Hama monyet yang menyerang jenis ekor panjang. Mereka biasanya datang ketika petani belum berada di sawah atau sore saat petani meninggalkan ladang. Kondisi ini membuat petani hanya bisa pasrah. Apalagi, ketika tepergok warga, kawanan monyet ini berani menyerang, sehingga cukup membahayakan.

“Jadi, kawanan monyet ini seolah memanfaatkan situasi sepi, lalu melakukan penyerangan,” tegas Katemi.

Fenomena hama monyet ini sejatinya sudah berlangsung lama, lebih dari tiga tahun. Namun, belakangan, aksi primata ini makin brutal. Seluruh tanaman disikat dan dirusak.

“Durian kalau buahnya sudah mulai besar diambil, kalau padi yang mulai berbuah sudah dirusak,” kata Mislan (60), petani di Desa Kemiren.

Para petani tak mengetahui dari mana asalnya kawanan monyet tersebut. Yang aneh, mereka hanya menyerang lahan yang jauh dari jalan raya. Serangan hama monyet ini juga dialami sejumlah petani di desa lain. Seperti, Desa Kenjo, Tamansuruh dan Glagah. Kebetulan, wilayahnya berdekatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan sementara, kawanan monyet ini datang dari kawasan hutan di lereng pegunungan Ijen. Kebetulan, wilayah yang terserang berada di jalur menuju Ijen. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi menghimbau petani membuat boneka orang-orangan untuk menakut-nakuti hama monyet.

“Kalau solusinya, petani bisa membuat orang-orangan di sawah atau ladang. Kalau dihalau, memang susah karena jumlahnya banyak,” kata Kepala BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Purwantono. (hoa/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT