News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituding Serobot Tanah Seluas 20 Hektar, Warga Medokan Semampir Siap Melawan

Sengketa kepemilikan tanah seluas 20 hektar di Medokan, Semampir Timur, Surabaya terus bergulir. Ahli waris yang mengklaim pemilik tanah tersebut Wakidjo, melalui kuasa hukumnya siap meladeni somasi yang dilayangkan oleh Budi Susanto cs, yang juga mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut.
Senin, 30 Januari 2023 - 18:27 WIB
kuasa hukum menunjukkan surat surat dokumen tanah
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Surabaya, Jawa Timur - Sengketa kepemilikan tanah seluas 20 hektar di Medokan, Semampir Timur, Surabaya terus bergulir. Ahli waris yang mengklaim pemilik tanah tersebut Wakidjo, melalui kuasa hukumnya siap meladeni somasi yang dilayangkan oleh Budi Susanto cs, yang juga mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut.

Konflik kepemilikan tanah ini diduga melibatkan sejumlah oknum di pejabat di Pemkot Surabaya yang berkonspirasi dengan mafia tanah. Karena itu, BPK dan KPK diminta turun tangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum Wakidjo, Achmad Shodiq tampak geram dengan tudingan bahwa kliennya telah menyerobot tanah seluas 20 hektar di jalan Medokan, yang dilayangkan Budi Susanto, Lely dan Indra, yang mengklaim sebagai pemilik tanah  tersebut. Apalagi ketiganya juga melayangkan somasi kepada pihak Wakidjo.

Achmad Shodiq dan Wakidjo serta warga lainnya, tak gentar dengan somasi tersebut. Bahkan, Lawyer Palenggahan Hukum Nusantara and Partner menuntut dikembalikannya hak atas tanah yang sampai saat ini disengketakan oleh Budi Susanto cs tersebut.

Shodiq menceritakan sejarah bagaimana Kromoredjo memperoleh tanah, cara PT SAC Nusantara menguasai tanah, sampai muncul pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik. Awal mula lahan seluas 20 hektar itu diperoleh dari hasil transaksi jual-beli dua bidang tanah pada tahun 1959. Yang pertama, almarhum Kromoredjo membeli lahan berupa tanah garapan kurang lebih seluas 7 hektar. Dan yang kedua, tanah Letter C Nomor 241 seluas 13 hektar.

“Semua itu, ada dokumen penetapannya. Termasuk bukti kewajiban pembayaran pajak atau retribusi ke pemda. Semua masih lengkap kami yang pegang,” ungkap Shodiq.

Petaka terjadi setelah Kromoredjo meninggal dunia. Kala itu, Wakidjo yang ditunjuk sebagai ahli waris tak henti-hentinya mendapat teror dan intimidasi dari oknum tertentu.

“Pak Wakidjo lalu diusir. Rumah dan seluruh bangunan yang ditempatinya diratakan dengan tanah. Sampai pada akhirnya beliau lari mencari perlindungan selama puluhan tahun ke sanak familinya yang ada di Sidoarjo,” terang Shodiq dengan nada bersemangat.

Dalam kasus sengketa tanah di Medokan Semampir TImur ini menyeruak aroma keterlibatan mafia tanah.  Shodiq menyimpulkan hal tersebut setelah pihaknya menangkap gelagat yang menguatkan tiga modus utama para mafia tanah. 

“Ketiganya meliputi konspirasi dengan oknum instansi pemerintah untuk menerbitkan surat bukti hak, merekayasa perkara, hingga mempertontonkan adegan pura-pura transaksi jual-beli,” tegas Shodiq, ditemani sejumlah advokat lainnya.

Perlu diketahui, konflik pertanahan di kawasan Medokan Semampir Timur ini memang sudah berlangsung sejak lama. Berdasar catatan MA, polemik berawal sekitar tahun 2002. Obyek lahan seluas 20 hektar yang disengketakan itu kini diproyeksikan oleh Pemkot Surabaya untuk perluasan Makam Blok Keputih. Pada awal Juni 2017 lalu, Pemkot Surabaya sudah mencairkan anggaran sebesar Rp177,5 miliar.

Nominal sebanyak itu dipakai untuk membebaskan dua bidang tanah yang masing-masing luasnya 9.000 meter persegi dan 43.569 meter persegi. Uang kompensasi dibayarkan sebagai ganti rugi pada dua orang nama yang disebutkan sebagai pemilik lahan.

Sengketa lahan yang diduga kuat melibatkan campur tangan mafia tanah ini dipastikan masuk dalam daftar 4.358 aduan yang diterima Panitia Kerja (Panja) Pemberantasan Mafia Tanah DPR RI tahun 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena kasus ini janggal dan sarat dengan permainan konspirasi oknum pejabat pemkot dan mafia tanah, kami berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), segera turun tangan, untuk mengusut tuntas kasus ini, agar semuanya bisa jelas, siapa pemilik sah tanah tersebut,” pungkas Shodiq

Sementara itu, pihak Budi Susanto yang mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut belum bisa dikonfirmasi terkait sengketa tanah tersebut. (msi/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kekecewaan Erin Ditinggal Sunan Kalijaga di Tengah Kasus ART, Sindir Soal Profesionalisme Pengacara

Kekecewaan Erin Ditinggal Sunan Kalijaga di Tengah Kasus ART, Sindir Soal Profesionalisme Pengacara

Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Erin harus menghadapi perubahan besar dalam tim kuasa hukumnya setelah Sunan Kalijaga memutuskan mundur dari pendampingan kasus.
Segmen EV Jadi Penopang saat Industri Otomotif Lesu, MUF Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik Signifikan

Segmen EV Jadi Penopang saat Industri Otomotif Lesu, MUF Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik Signifikan

Kinerja pembiayaan MUF tahun 2025 digadang cukup positif dengan ditopang oleh segmen kendaraan roda empat, khususnya EV, yang terus menunjukkan tren positif.
Daftar Lengkap Musisi dan Band yang Akan Tampil di Jakarta Fair Kemayoran 2026: Juicy Luicy, JKT48 Hingga Slank

Daftar Lengkap Musisi dan Band yang Akan Tampil di Jakarta Fair Kemayoran 2026: Juicy Luicy, JKT48 Hingga Slank

Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 kembali menghadirkan panggung musik yang menjadi salah satu magnet utama bagi pengunjung. Tahun ini, sejumlah nama besar dari berbagai genre dipastikan akan meramaikan panggung
Betrand Peto Tak Lagi Bungkam, Bongkar Perlakuan yang Diterima Ruben Onsu dari Keluarga Sarwendah: Ayah Sering Direndahkan

Betrand Peto Tak Lagi Bungkam, Bongkar Perlakuan yang Diterima Ruben Onsu dari Keluarga Sarwendah: Ayah Sering Direndahkan

Konflik yang menyeret nama Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik. Kini, Betrand Peto turut angkat bicara dan mengungkap fakta mengejutkan.
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Timnas Indonesia U-19 Tergeser Vietnam, Laga Pamungkas Jadi Penentuan

Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Timnas Indonesia U-19 Tergeser Vietnam, Laga Pamungkas Jadi Penentuan

Timnas Indonesia U-19 dan Vietnam sama-sama menyapu bersih dua laga awal babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 dari Timor Leste dan Myanmar. 
PB ORADO Bertemu Menko Yusril Mahendra, Siapkan Langkah Besar Jadikan Domino Olahraga Prestasi Nasional hingga Dunia

PB ORADO Bertemu Menko Yusril Mahendra, Siapkan Langkah Besar Jadikan Domino Olahraga Prestasi Nasional hingga Dunia

Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi ORADO untuk menyampaikan perkembangan organisasi setelah memperoleh pengakuan resmi dalam ekosistem olahraga nasional.

Trending

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Publik tengah dihebohkan dengan terungkapnya kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Viral di Medsos, Pendiri Cherrybelle Diduga Sindir Sarwendah: Udah Terlihat Kan?

Viral di Medsos, Pendiri Cherrybelle Diduga Sindir Sarwendah: Udah Terlihat Kan?

Pendiri Cherrybelle Dino Raturandang diduga sindir Sarwendah lewat unggahan viral di Threads yang kini tembus 1,2 juta views. ”Udah terlihat kan?” tulisnya.
Cerita Prabowo Saat Dapat Laporan Korupsi di BGN, Langsung Panggil BPKP hingga PPATK

Cerita Prabowo Saat Dapat Laporan Korupsi di BGN, Langsung Panggil BPKP hingga PPATK

Presiden RI Prabowo Subianto bercerita saat dirinya mendapat laporan adanya dugaan penyelewengan di lembaga Badan Gizi Nasional (BGN)
Soal Kasus Korupsi di BGN, Wakil Ketua DPR Singgung Komitmen Pejabat dan Sikap Integritas

Soal Kasus Korupsi di BGN, Wakil Ketua DPR Singgung Komitmen Pejabat dan Sikap Integritas

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengingatkan kepada pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tetap menjaga integritas.
Mengapa 'Messi Iran' Tiba-Tiba Hilang dari Piala Dunia 2026?

Mengapa 'Messi Iran' Tiba-Tiba Hilang dari Piala Dunia 2026?

berbagai laporan menyebut absennya sang penyerang yang berjuluk Messi dari Iran itu dari Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kontroversi di luar lapangan.
Kejagung Bongkar Fakta Baru Korupsi MBG, Barang yang Dimark Up Ternyata Sudah Beredar

Kejagung Bongkar Fakta Baru Korupsi MBG, Barang yang Dimark Up Ternyata Sudah Beredar

Kejaksaan Agung mengungkap fakta baru soal barang operasional pelaksanaan MBG yang dilakukan mark up oleh tiga tersangka, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung
Hasil Survei Poltracking Terbaru Tunjukan 72,2 Persen Masyarakat Indonesia Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Hasil Survei Poltracking Terbaru Tunjukan 72,2 Persen Masyarakat Indonesia Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (4/6/2026). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT