News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Startup Jepang Karya Dua Profesional Indonesia, Pertama yang Menghubungkan Talenta Muda Indonesia ke Industri Kehutanan Jepang

Dua profesional asal Indonesia, Viko Gara dan Aril Aditian, telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat membuka peluang baru di bidang kehutanan.
Rabu, 2 April 2025 - 19:16 WIB
Dua profesional asal Indonesia, Viko Gara dan Aril Aditian, telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat membuka peluang baru di bidang kehutanan.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Dua profesional asal Indonesia, Viko Gara dan Aril Aditian, telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat membuka peluang baru di bidang kehutanan. Setelah sukses membangun startup di Indonesia, keduanya kini mendirikan perusahaan bernama Nosuta di Fukuoka, Jepang, melalui program Startup Visa yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Fukuoka. Nosuta dirancang untuk membantu mahasiswa kehutanan Indonesia meraih kesempatan kerja di industri kehutanan Jepang yang kini tengah kekurangan tenaga ahli.

Sebelum merintis Nosuta, Viko dan Aril aktif dalam venture building di Indonesia dan terlibat dalam pengembangan aplikasi e-money yang berhasil meraih lebih dari 5 juta pengguna serta menjadi Google Play App of the Year 2022 untuk kategori everyday essentials . 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan tersebut membuktikan kapasitas mereka dalam membangun solusi digital berskala besar dengan pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor. “Selama 10 tahun terakhir, kami mempelajari cara menemukan product-market-fit di berbagai industri, termasuk finansial, travel, hospitality, dan teknologi,” ujar Viko, CEO dan Co-founder Nosuta. “Sekarang, melalui Nosuta, kami memadukan latar belakang pendidikan kehutanan kami dengan pengalaman venture building untuk menjawab tantangan di sektor kehutanan Jepang.”

Data menunjukkan bahwa industri kehutanan Jepang saat ini membutuhkan sekitar 20.000 tenaga kerja terampil. Sementara itu, Indonesia meluluskan sekitar 9.000 sarjana kehutanan dan bidang terkait setiap tahunnya, banyak di antaranya masih mencari pekerjaan. 

Melalui Nosuta, Viko dan Aril berupaya mempertemukan kebutuhan industri kehutanan Jepang dengan potensi talenta muda Indonesia. “Kami yakin kolaborasi ini akan memberi manfaat bagi kedua belah pihak: perusahaan kehutanan Jepang dapat memperoleh talenta muda yang kompeten, sementara mahasiswa Indonesia mendapatkan peluang karier internasional dan pengalaman berharga,” lanjut Viko.

Dalam menjalankan misinya, Nosuta mengusung konsep “Operator Universitas Virtual” yang menyediakan kurikulum satu tahun bagi mahasiswa kehutanan tingkat akhir. Program ini diujicobakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mendapat sambutan positif. Kurikulum tersebut mencakup pelatihan praktis tentang pengelolaan hutan di Jepang, intensive language training agar mahasiswa siap berkomunikasi dalam bahasa Jepang, serta akses langsung ke perusahaan kehutanan Jepang yang membutuhkan tenaga kerja terampil. 

Program ini diintegrasikan dengan SKS akademik mahasiswa tanpa biaya tambahan, sehingga tidak menambah beban kuliah maupun masa studi. “Sebagai institusi pendidikan, kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menguasai ilmu tetapi juga siap untuk memasuki dunia kerja internasional. Kerja sama dengan Nosuta memberikan jalur karier yang jelas dan relevan sesuai dengan slogan UMM sebagai Center for Future Work,” ujar Galit Prakosa, Kepala Departemen Kehutanan UMM.

tvonenews

Jumlah tenaga kerja kehutanan di Jepang pada tahun 2022 tersisa sekitar 42 ribu orang, atau hanya sepertiga dibandingkan dengan era 1980-an. Sementara itu, kebutuhan pengelolaan hutan justru semakin meningkat karena sekitar 64% hutan tanaman di negara tersebut telah berusia 50 tahun ke atas, dengan kata lain, memasuki usia tebang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui program Startup Visa dan dukungan Pemerintah Kota Fukuoka, Nosuta mendapat pendampingan dari tim Global Business Support di Fukuoka Growth Next. “Nosuta adalah startup pertama yang menyoroti krisis tenaga kerja di sektor kehutanan Jepang. NOSUTA dan inisiatif “Operator Universitas Virtual”-nya dapat menjadi solusi inovatif yang menghadirkan talenta baru dari Indonesia, dan kami memiliki harapan serta ekspektasi yang tinggi! ujar Shun Ono, perwakilan Global Business Support.”

Setelah sukses menerapkan program perdana di UMM, Nosuta berencana memperluas kerja sama dengan universitas-universitas lain di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini optimistis dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses dan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa kehutanan Indonesia yang tertarik berkarier di Jepang. Dengan dukungan ekosistem startup di Fukuoka dan jaringan industri kehutanan yang kuat, Nosuta menargetkan untuk terus mengembangkan program yang berkelanjutan, sekaligus membantu menjaga kelestarian hutan melalui pemanfaatan tenaga kerja muda yang profesional.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pendiri Sekaligus Mantan Direktur PT DSI Akhirnya Masuk Rutan Usai Dicecar 50 Pertanyaan oleh Penyidik

Pendiri Sekaligus Mantan Direktur PT DSI Akhirnya Masuk Rutan Usai Dicecar 50 Pertanyaan oleh Penyidik

Babak baru kasus dugaan penipuan dan penggelapan kembali bergulir panas. Bareskrim Polri resmi tahan pendiri sekaligus Direktur PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
Enterpreneur Muda Renaldy Pujiansyah Bidik Ekosistem Industri Kreatif Nasional

Enterpreneur Muda Renaldy Pujiansyah Bidik Ekosistem Industri Kreatif Nasional

Renaldy Pujiansyah dikenal sebagai serial entrepreneur yang menitikberatkan pembangunan sistem sebagai fondasi pertumbuhan bisnis.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin ungkap kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama Jakarta, usai ada penerapan WFH setiap hari Jumat.
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Ketua Umum PP IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang IKA UNAIR periode 2025–2030.
Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Di bulan Ramadhan kemarin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terenyuh ketika melihat warganya yang hanya konsumsi makanan seadanya untuk berbuka puasa.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT