GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

WTI 2025: Periode 2023-2025 Ada 137 Pelaku Aktif Lakukan Kegiatan Terorisme di Ruang Publik

Ancaman terorisme di Indonesia semenjak tahun 2023 hingga 2025 menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap konsisten dan adaptif.
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:23 WIB
Ancaman terorisme di Indonesia semenjak tahun 2023 hingga 2025 menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap konsisten dan adaptif.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ancaman terorisme di Indonesia semenjak tahun 2023 hingga 2025 menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap konsisten dan adaptif. Menurut Direktur penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Brigjen Pol. Muhammad Rasidi S.I.K, M.H, M.Han, pada periode 2023 - 2025 tercatat ada 27 serangan teroris yang berhasil dicegah.

"Selain itu ada 230 orang yang ditangkap karena memberikan bantuan pendanaan bagi kelompok-kelompok teroris. Diluar itu ada sebanyak 362 orang yang disidangkan terkait giat terorisme dan mayoritas terafiliasi dengan kelompok ISIS," ungkap Muhammad Rasidi di Kampus UI Salemba Jakarta disela-sela diskusi dengan tema 'World Terrorism Index 2025' atau WTI 2025 yang ke-2 pada Rabu (11/2).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan terorisme di Indonesia masih menurut Muhammad Rasidi juga tercatat ada sebanyak 11 wanita yang terlibat. Adapun peran-peran wanita dalam kegiatan terorisme meliputi admin grup media sosial, memproduksi konten propaganda, menggalang dana serta mengkoordinir komunikasi para kelompok teroris.

Selama 3 tahun masih diperiode 2023 - 2025, lanjut Muhammad Rasidi tercatat ada 137 pelaku aktif yang menyalahgunakan ruang digital untuk kegiatan terorisme, 32 pelaku terpapar secara online dan bergabung dengan jaringan teroris. Selain itu ada 17 pelaku yang melakukan kegiatan terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan teroris.

"Dari data yang ada, penyalahgunaan ruang digital yang dilakukan oleh para teroris terus berkembang. Pendanaan terorisme juga bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan zaman dengan 16 kasus pendanaan melalui berbagai metode pengumpulan dana yang bisa mencapai 5 miliar," lanjut Muhammad Rasidi.

Sementara itu aksi serupa teroris seperti pelemparan bom molotov di SMAN 72 Jakarta dan SMPN 3 Sungai Raya Kalimantan Barat yang menimbulkan efek ledakan yang dilakukan oleh kalangan pelajar juga mendapat perhatian pada diskusi WTI 2025 yang ke-2. Menurut mahasiswi pasca sarjana program studi kajian terorisme UI Salemba Jakarta, Putri Suryani Samual, ada semacam pergeseran pola bagi seseorang untuk melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh seorang teroris.

"Pelaku pelemparan bom molotov bisa jadi terpapar melalui permainan game online yang berisikan narasi-narasi kekerasan. Walau apa yang dilakukan pelajar tidak termasuk kegiatan terorisme dengan melempar bom molotov, undang-undang di Indonesia nantinya harus bisa merumuskan bentuk kesalahan yang dilakukan oleh pelajar tersebut," jelas Putri.

Kemajuan dunia digital menurut Putri akhirnya menyeret pelaku teroris akhirnya berusia semakin muda. "Dengan terlahir dalam kondisi perkembangan teknologi yang sangat maju, Gen Z harus mendapat literasi yang baik dari pihak orang tua atau sekolah terkait dengan hal-hal yang menyangkut terorisme," jelas Putri.

Putri juga menambahkan terdapat pergeseran pola terorisme dari jaringan terorganisir menuju bentuk-bentuk kekerasan seperti lone actor/lone wolf, small cell operations dan serangan di ruang pendidikan yang kerap dipicu oleh radikalisasi individual melalui ruang digital.

"Pelaku pelemparan bom molotov di sekolah bisa jadi terpapar melalui konten digital yang memuat narasi dan glorifikasi kekerasan, tidak jarang para pelaku remaja tersebut meniru dan mereplikasi serangan yang dilakukan pelaku teror di negara-negara lain. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kekerasan terorisme tidak selalu didahului oleh motif ideologi atau afiliasi terhadap jaringan terorisme," papar Putri.
 
Dititik inilah lanjut Putri muncul pertanyaan serius terhadap relevansi kerangka hukum yang ada. UU No. 5 tahun 2018 masih menempatkan motif ideologi, politik atau gangguan terhadap keamanan negara sebagai unsur dalam mendefinisikan tindak pidana terorisme. Akibatnya, ketika suatu tindakan kekerasan tidak terbukti menunjukkan tujuan politik atau afiliasi ideologis, maka hal tersebut cenderung dikategorikan sebagai kriminal umum meskipun dampaknya menciptakan ketakutan kolektif di ruang sipil.

Padahal, serangan di lingkungan pendidikan dengan menggunakan bahan peledak rakitan jelas melampaui batas kenakalan remaja biasa. Kenakalan tersebut menciptakan efek teror psikologis, merusak rasa aman publik dan memiliki potensi imitasi yang tinggi. 

Namun kerangka normatif yang terlalu sempit membuat hukum seolah hanya peka terhadap teror yang “terorganisir”, sementara teror yang terdesentralisasi dan berbasis imitasi digital belum sepenuhnya terakomodasi.

"Kondisi ini menunjukkan adanya kemungkinan kesenjangan antara perkembangan pola terorisme kontemporer dengan konstruksi hukum yang masih berbasis paradigma lama. Jika pola teror telah bergeser menuju aktor individual yang terdigitalisasi, maka regulasi pun perlu dievaluasi agar tidak tertinggal dari dinamika ancaman," papar Putri.

Pendapat senada akan ancaman bahaya teroris juga dikatakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia, S.IP, M. A yang menyatakan bahwa zero attack dari pelaku teroris bukan berarti zero threats. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Statistik nol serangan jangan sampai terlena, jika publik terlena oleh angka nol justru disitulah ancaman sedang dibangun," jelas Ulta.

Dalam WTI 2025 yang ke-2 turut menjadi pembicara Kepala Detasemen khusus 88 anti teror Irjen. Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K, Ketua Kamar Pidana MA RI dr. H. Prim Haryadi, S.H, M.H. serta undangan lainnya.(chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KBRI Phnom Penh sebut Sejak Januari 6.308 WNI Eks Sindikat Scam Kamboja Minta Pulang ke Indonesia

KBRI Phnom Penh sebut Sejak Januari 6.308 WNI Eks Sindikat Scam Kamboja Minta Pulang ke Indonesia

KBRI Phnom Penh masih menerima laporan dari WNI eks sindikat penipuan daring di Kamboja yang meminta difasilitasi kepulangan ke Indonesia. Bahkan, disebutkan
Sedang Jalani Proses Naturalisasi, 3 Pemain Ini Dipanggil John Herdman usai Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026?

Sedang Jalani Proses Naturalisasi, 3 Pemain Ini Dipanggil John Herdman usai Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026?

Timnas Indonesia resmi runner-up FIFA Series 2026, John Herdman berpotensi panggil tigapemain naturalisasi baru untuk perkuat skuad Garuda di ajang selanjutnya.
Solo Raya Jadi Wilayah dengan Perdagangan Daging Anjing Tertinggi di Jawa Tengah, DMFI: Dulu Terbuka, Kini Sembunyi-sembunyi

Solo Raya Jadi Wilayah dengan Perdagangan Daging Anjing Tertinggi di Jawa Tengah, DMFI: Dulu Terbuka, Kini Sembunyi-sembunyi

Praktik perdagangan daging anjing masih terjadi di Jawa Tengah meski polanya kini berubah menjadi sembunyi-sembunyi.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Suasana Halal Bihalal Memanas! Wabup Lebak Walk Out Usai Disindir Bupati Soal Status Mantan Narapidana 

Suasana Halal Bihalal Memanas! Wabup Lebak Walk Out Usai Disindir Bupati Soal Status Mantan Narapidana 

Acara Halal Bihalal Pemkab Lebak berakhir tegang saat Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya singgung Wakil Bupati (Wabup), Amir Hamzah sebagai mantan narapidana
Reaksi Warga Bulgaria usai Jadi Juara FIFA Series 2026, Mereka Malah Malu dan Berbondong-bondong Puji Penampilan Timnas Indonesia

Reaksi Warga Bulgaria usai Jadi Juara FIFA Series 2026, Mereka Malah Malu dan Berbondong-bondong Puji Penampilan Timnas Indonesia

Warga Bulgaria justru malu usai timnya menang 1-0 atas Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026. Mereka malah puji penampilan solid Garuda asuhan John Herdman

Trending

PSSI Evaluasi Timnas Indonesia Usai Kekalahan dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

PSSI Evaluasi Timnas Indonesia Usai Kekalahan dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Evaluasi terhadap skuad Garuda dilakukan setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Pertandingan semalam (30/3) timnas Indonesia melawan Bulgaria berbuah poin 0-1. Posisinya garuda menjadi runner-up dalam laga FIFA Series.
Terungkap! John Herdman Singgung Kekalahan Lawan Bulgaria Jadi Titik Balik Fondasi Baru Timnas Indonesia

Terungkap! John Herdman Singgung Kekalahan Lawan Bulgaria Jadi Titik Balik Fondasi Baru Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan skuad Garuda saat ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan baru di Asia.
John Herdman Tahan Emosi Usai Kalah Lawan Bulgaria, Fokus Evaluasi dan Bangun Kekuatan Timnas Indonesia

John Herdman Tahan Emosi Usai Kalah Lawan Bulgaria, Fokus Evaluasi dan Bangun Kekuatan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memilih menahan emosi usai pertandingan melawan Bulgaria 0-1 pada Final FIFA Series 2026.
Meski Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria, Bung Ropan Tetap Sumringah: Keperkasaannya Tak Seperti Lawan Solomon

Meski Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria, Bung Ropan Tetap Sumringah: Keperkasaannya Tak Seperti Lawan Solomon

Timnas Indonesia gagal mengangkat trofi menjuarai FIFA Series 2026 setelah takluk dari Bulgaria dengan skor tipis 0-1. Meski begitu Bung Ropan beri apresiasi
Respons Berkelas Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria, John Herdman Disebut-sebut

Respons Berkelas Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria, John Herdman Disebut-sebut

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT