GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara menilai, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada bulan Ramadan tahun ini masih tergolong normal dan dalam batas wajar. 
Selasa, 24 Februari 2026 - 12:39 WIB
Harga daging sapi di Pasar Perumnas Klender terpantau belum mengalami perubahan signifikan, Sabtu (21/2).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara menilai, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada bulan Ramadan tahun ini masih tergolong normal dan dalam batas wajar. 

Menurutnya, ada beberapa indikator kenaikan harga itu bisa dikatakan masih wajar, diantaranya pertama, kenaikan harga bukan karena kelangkaan barang. Kedua, kenaikan harga beberapa komoditas pangan tidak diikuti oleh kenaikan harga komoditas atau barang lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian, kenaikan harga komoditas pangan masih diikuti oleh kenaikan tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa harga pasar hari ini masih dalam jangkauan daya beli masyarakat," jelas Surya dalam keterangannya pada Selasa (24/2).

Sementara itu, stok pangan secara nasional hingga saat ini masih dalam kategori aman. Sehingga menurutnya kenaikan harga ini bukan karena kurangnya produksi, melainkan karena kebiasaan konsumsi masyarakat yang meningkat setiap Ramadan dan Idulfitri. 

"Budaya atau kebiasaan mengkonsumsi komoditas pangan lebih banyak ketika Bulan Ramadan menjadi pemicu kenaikan tingkat permintaan di pasar. Kenaikan tingkat permintaan inilah yang akhirnya direspon dengan kenaikan harga oleh para penjual atau produsen," ujarnya menambahkan.

Selain itu, ada pula potensi pedagang nakal atau kartel komoditas pangan yang dengan sengaja memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga barang diluar batas kewajaran demi mendapatkan keuntungan berlebih.

"Kartel atau pedagang nakal inilah yang kemudian sejatinya dapat merusak harga pasar. Sehingga harga barang-barang di pasar, bukanlah cerminan dari hukum permintaan-penawaran yang ideal," sambungnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, menurut Surya, operasi pasar yang digencarkan pemerintah saat ini sangat penting dan relevan agar harga komoditas pangan dapat lebih terjaga. Ia juga menghimbau pemerintah untuk memberikan hukuman tegas kepada kartel atau pedagang nakal yang mencoba memainkan harga komoditas pangan.

"Tindakan tegas tersebut bisa berupa pencabutan izin usaha, agar memberikan efek jera. Sehingga masyarakat pun akhirnya merasa lebih aman ketika berbelanja di Bulan Ramadan," tutup Surya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut Viral "Cukup Saya WNI, Anak Saya Jangan", DPR Minta Seleksi LPDP Diperketat: Tak Hanya Ukur Kecerdasan

Buntut Viral "Cukup Saya WNI, Anak Saya Jangan", DPR Minta Seleksi LPDP Diperketat: Tak Hanya Ukur Kecerdasan

Polemik pernyataan alumni LPDP bernama Dwi Sasetyanigtyas yang viral dengan narasi “cukup saya WNI, anak saya jangan” berbuntut panjang.
Setelah Sebut Mobil F1 2026 seperti Formula E, Max Verstappen Kembali Lontarkan Kritik Terkait Regulasi Baru Musim Ini

Setelah Sebut Mobil F1 2026 seperti Formula E, Max Verstappen Kembali Lontarkan Kritik Terkait Regulasi Baru Musim Ini

Pembalap Belanda, Max Verstappen, kembali lontarkan kritik terhadap regulasi baru yang diterapkan pada gelaran F1 2026 yang akan mulai dalam waktu dekat ini.
Diguyur Hujan Dua Hari, Sejumlah Wilayah di Denpasar dan Badung Terendam Banjir

Diguyur Hujan Dua Hari, Sejumlah Wilayah di Denpasar dan Badung Terendam Banjir

Setelah diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat selama kurang lebih dua hari, sejumlah kawasan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, dilanda banjir.
Warga Keluhkan Trotoar Menyempit, Puluhan Motor yang Parkir Liar di Glodok Terjaring Operasi Cabut Pentil

Warga Keluhkan Trotoar Menyempit, Puluhan Motor yang Parkir Liar di Glodok Terjaring Operasi Cabut Pentil

Puluhan motor yang terparkir liar di kawasan Glodok, Jakarta Barat, terjaring operasi cabut pentil atau operasi pengempesan ban.
Wamenkeu Ultimatum Penerima LPDP Jaga Sikap dan Jangan Songong: Itu Uang Rakyat

Wamenkeu Ultimatum Penerima LPDP Jaga Sikap dan Jangan Songong: Itu Uang Rakyat

Pernyataan senada disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyoroti polemik seorang alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas. 
Mulai Hari ini War Penukaran Uang Baru Resmi Dibuka di PINTAR BI: Nominal Maksimal Rp5,3 Juta per Orang

Mulai Hari ini War Penukaran Uang Baru Resmi Dibuka di PINTAR BI: Nominal Maksimal Rp5,3 Juta per Orang

Bank Indonesia (BI) resmi membuka layanan penukaran uang baru untuk Lebaran 2026, khusus di Pulau Jawa melalui aplikasi PINTAR BI hari ini, Selasa (24/2/2026).

Trending

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

BEM UGM Enggan Lapor Polisi Terkait Teror Tiyo Ardianto, Singgung Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Satu Keraguan Bagi Kami

Soal kasus teror ke ibu Tiyo dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto hingga 40 pengurus BEM UGM, masih menjadi sorotan publik dan elite politik. Bahkan, mengejutkan
Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Fakta Soal Ketua BEM UGM yang Gabung Komunitas LGBT Disebar Usai Kritik MBG, Tiyo Ardianto: Saya Tidak Punya Pasangan

Sosok Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto dikabarkan mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian Mencengangkan Kakak Kadung Korban Penganiayaan Brimob di Tual

Kesaksian mencengangkan kakak kandung korban penganiayaan anggota brimob yang tewas, Arianto Tawakal (14), NK (15) menjadi sorotan publik. Kesaksian itu diberi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT