Insiden Ledakan Kapal Tanker "Bintang Energi" Guncang Dermaga Depot Pertamina Pontianak, Tiga Orang Terluka
- tvOnenews/Tut Wuri Handayani
tvOnenews.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan perairan Sungai Kapuas pada Senin (25/5/2026) siang. Kapal berjenis tanker bernama "Bintang Energi" milik PT Pertamina Patra Niaga dilaporkan mengalami ledakan hebat saat tengah bersandar.
Insiden nahas ini terjadi tepatnya di dermaga Depot Pertamina Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, sekitar pukul 13.47 WIB.
Kuatnya dentuman dari ledakan tersebut tidak hanya merusak bagian fisik kapal, tetapi juga menimbulkan efek kejut berupa getaran keras yang dapat dirasakan dengan jelas oleh masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan depot. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, bagian depan kapal tersebut tampak mengalami kerusakan yang cukup signifikan akibat ledakan.
Sesaat setelah kejadian, petugas keamanan gabungan langsung bertindak cepat dengan mensterilkan area di sekitar kapal. Langkah pengamanan berlapis ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk risiko adanya ledakan susulan. Demi alasan keselamatan bersama, pihak berwenang melarang keras masyarakat umum maupun awak media untuk mendekat melintasi batas aman yang telah ditetapkan di lokasi kejadian.
Terkait adanya korban jiwa atau luka, pihak Pertamina memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tiga orang kru kapal dilaporkan mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis segera.
"Korban berjumlah tiga orang luka-luka yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK). Saat ini, seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ungkap Rendy, selaku  Tim Communication & Relations (Commrel) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.Â
Hingga berita ini diturunkan, pemicu pasti dari ledakan kapal tanker tersebut masih belum diketahui. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Pertamina telah menerjunkan tim investigasi internal untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan secara menyeluruh.
"Untuk penyebab pastinya, kami saat ini masih terus melakukan penyelidikan di lapangan. Nanti kami akan memberikan keterangan resminya segera setelah proses penyelidikan ini selesai," pungkas Rendy kepada awak media.(twh/chm)
Load more