Iduladha 1447 H, Pertamina Patra Niaga Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban
- Istimewa
"Total paket daging kurban yang dibagikan mencapai sekitar 2.500 paket, ditambah sekitar 1.000 paket dari anak perusahaan yang turut berpartisipasi," ucap Egi.
Lebih lanjut ia menjelaskan melalui kegiatan kurban Iduladha ini diharapkan dapat memberikan manfaat tak hanya bagi Perusahaan, namun juga bagi masyarakat dan lingkungan sosial.
"Harapannya adalah meningkatkan ukhuwah, kebersamaan, dan sedekah kepada seluruh penerima manfaat. Mudah-mudahan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan membawa kebaikan kembali kepada perusahaan,” katanya.
Egi juga memastikan seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam dengan melibatkan dokter hewan dari Jakarta Timur dan tim Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.
“Ini tahun kedua kita bersinergi dengan Juleha karena mereka bersertifikat, sehingga proses penyembelihan dilakukan secara syar’i dan baik,” ujarnya.
Kualitas dan Kesehatan Hewan Dipastikan Baik
Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) BDI Pertamina Patra Niaga, Arie Rahman, mengatakan proses pelaksanaan kurban diawali dengan pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan sebelum dilakukan penyembelihan.
“Pelaksanaannya dimulai dari pengiriman hewan dan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter hewan. Setelah penyembelihan nanti juga diperiksa kembali kualitas dagingnya,” kata Arie.
Ia menjelaskan distribusi daging kurban diprioritaskan untuk masyarakat di sekitar wilayah Setiabudi dan Menteng Atas, Jakarta Selatan, serta pekerja di lingkungan perusahaan.
“Pelaksanaan ibadah kurban ini merupakan bagian dari pengorbanan kita sebagai hamba Allah dan diharapkan dapat diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Arie menambahkan, antusiasme insan Pertamina Patra Niaga dalam program kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.
“Tahun lalu jumlahnya sembilan sapi, saat ini menjadi 15 sapi. Beberapa direksi, Perwira, dan Pertiwi juga menyerahkan hewan kurbannya untuk diselenggarakan penyembelihannya di sini,” tuturnya.
Sementara itu Anggota Juleha, Nur Kholis, menjelaskan proses penyembelihan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari konsolidasi tim, pemeriksaan kondisi hewan, hingga memastikan hewan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.
“Yang boleh dikurbankan itu adalah hewan yang hidup dan halal dikonsumsi. Oleh karena itu kami memastikan seluruh proses dilakukan sesuai syariat dan standar halal,” ujar Nur Kholis.
Load more