News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Program Strategis Nasional Harus Dikawal Dengan Kritik yang Konstruktif dan Berbasis Solusi

Wakil Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Dedi Sofhan, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk mengawal berbagai program strategis nasional.
Senin, 29 Juni 2026 - 12:18 WIB
Wakil Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Dedi Sofhan, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk mengawal berbagai program strategis nasional.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Dedi Sofhan, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk mengawal berbagai program strategis nasional secara objektif, ilmiah, dan konstruktif demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Menurut Dedi Sofhan, setelah hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, berbagai program prioritas yang merupakan implementasi Asta Cita mulai direalisasikan. Salah satu program yang paling mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Namun tentu dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan yang harus terus diperbaiki, mulai dari sistem distribusi pangan, pengawasan kualitas gizi, koordinasi antarlembaga, hingga penguatan regulasi," ujar Dedi Sofhan.

Ia menilai Indonesia dapat mengambil pelajaran dari berbagai negara yang telah lebih dahulu melaksanakan program serupa, seperti Brazil dan Finlandia.

Menurutnya, Brazil berhasil membangun sistem pengawasan gizi yang kuat dengan menempatkan ahli gizi sebagai bagian penting dalam penyusunan kebijakan, pengawasan mutu bahan pangan, hingga evaluasi pelaksanaan program. Sementara Finlandia menunjukkan pentingnya membangun kerangka hukum yang matang, tata kelola yang jelas, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.

"Keberhasilan program sebesar MBG tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan evaluasi berkelanjutan, pengawasan yang baik, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya kritik semata tetapi juga rekomendasi yang dapat memperbaiki pelaksanaannya," katanya.

Selain MBG, Dedi Sofhan juga menilai Program Food Estate merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan dunia akibat konflik geopolitik, perubahan iklim, dan meningkatnya jumlah penduduk.

Menurutnya, ketergantungan terhadap impor pangan masih menjadi tantangan besar sehingga pemerintah perlu terus meningkatkan produksi pangan nasional melalui modernisasi pertanian, penguatan cadangan pangan, serta pemberdayaan petani lokal.

"Ketahanan pangan merupakan bagian dari kedaulatan negara. Oleh karena itu, peningkatan produksi pangan nasional harus menjadi misi bersama seluruh komponen bangsa," ungkapnya.

Dalam bidang pendidikan, Dedi Sofhan menyoroti fenomena menurunnya kualitas budaya akademik di kalangan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki posisi sebagai agen perubahan yang seharusnya mengedepankan kajian ilmiah, argumentasi berbasis data, serta solusi terhadap setiap persoalan bangsa.

"Kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun pelaksanaannya harus tetap bertanggung jawab, menghormati hukum, serta didasarkan pada penelitian dan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik," tegasnya.

Ia berharap budaya diskusi ilmiah, literasi hukum, serta penelitian di lingkungan perguruan tinggi terus diperkuat agar mahasiswa tetap menjadi kelompok intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Terkait pembahasan perubahan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Sofhan berpandangan bahwa penyempurnaan regulasi perlu diarahkan untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap perubahan regulasi harus tetap dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan aspirasi masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan agar menghasilkan sistem penegakan hukum yang semakin efektif dan dipercaya publik.

"Penguatan institusi negara harus selalu dibarengi dengan peningkatan akuntabilitas dan pelayanan kepada masyarakat sehingga tujuan reformasi kelembagaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Menutup keterangannya, Dedi Sofhan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat persatuan serta mengawal program-program strategis pemerintah secara kritis namun tetap objektif.

"Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Namun akan lebih bermanfaat apabila kritik disampaikan secara ilmiah, berbasis data, serta disertai solusi yang membangun demi kepentingan bangsa dan negara," pungkas Dedi Sofhan.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendes PDT RI Gandeng tvOne, Teken MoU Angkat Potensi 75 Ribu Desa di Indonesia

Kemendes PDT RI Gandeng tvOne, Teken MoU Angkat Potensi 75 Ribu Desa di Indonesia

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI) resmi menjalin kerja sama dengan PT Lativi Mediakarya (tvOne).
Kisah Perjuangan Rizky dan Citra, Siswa Sekolah Rakyat yang Langsung Diceritakan Presiden Prabowo

Kisah Perjuangan Rizky dan Citra, Siswa Sekolah Rakyat yang Langsung Diceritakan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengenalkan kisah perjalanan Muhammad Rizky Pratama (12) & Citra Nur Ramadhani (10), siswa Sekolah Rakyat dalam Sidang Tahunan MPR RI.
FIFA Dikabarkan Tunjuk Bangladesh Jadi Lawan Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 usai India Mengundurkan Diri

FIFA Dikabarkan Tunjuk Bangladesh Jadi Lawan Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 usai India Mengundurkan Diri

Bangladesh dikabarkan menerima undangan FIFA ASEAN Cup 2026 dan berpotensi menggantikan India sebagai lawan Timnas Indonesia di turnamen tersebut.
Dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB-PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Ekonomi Lokal

Dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB-PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Ekonomi Lokal

Upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam terus dioptimalkan. 
Eks Menkeu Bambang Brodjonegoro Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Stabilitas Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Eks Menkeu Bambang Brodjonegoro Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Stabilitas Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai CEO Asian Development Bank Institute (ADBI), Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan sederet tantangan mendasar yang bakal dihadapi oleh sosok Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya.
Jakarta Bhayangkara Presisi jadi Wakil Asia, Berikut Daftar Lengkap Peserta FIVB Men's Club World Championship 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi jadi Wakil Asia, Berikut Daftar Lengkap Peserta FIVB Men's Club World Championship 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi dipastikan akan mengukir penampilan bersejarah di ajang FIVB Men's Club World Championship 2026.

Trending

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto hendak mengubah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ditingkatkan menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Selain itu,
Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, meminta tambahan lima hingga enam pemain baru. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gerry Cardinale di Milanello.
Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Jelang memperingati HUT RI ke-81 dan jelang Muktamar NU ke 35, Ali Masykur Musa mengajak keluarga besar NU untuk memperkokoh pondasi bangsa yaitu meneguhkan Amanatul Wathaniyah.
Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Nasib berbeda dialami dua sosok penting Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Jordi Cruyff, usai Ajax Amsterdam menghadapi Shelbourne FC di UEFA Conference League.
Usai Kontroversi Wasit Timnas Indonesia Vs Singapura, Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot

Usai Kontroversi Wasit Timnas Indonesia Vs Singapura, Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot

Dugaan match-fixing yang melibatkan anggota Timnas Laos membuat Piala AFF 2026 disorot. AFF dituntut menjaga integritas kompetisi dan mengevaluasi wasit.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Tijjani Reijnders Bisa Bela Timnas Indonesia Usai Diminta Tinggalkan Belanda oleh Fans De Oranje? Aturan Tegas FIFA Bilang Begini

Tijjani Reijnders Bisa Bela Timnas Indonesia Usai Diminta Tinggalkan Belanda oleh Fans De Oranje? Aturan Tegas FIFA Bilang Begini

Bisakah Tijjani Reijnders bela Timnas Indonesia setelah fans Belanda meminta dirinya tak lagi dipanggil ke De Oranje? Regulasi FIFA punya aturan ketat soal ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT