Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Bumitama Raih Medbun Awards 2026
- tvOnenews/Tut Wuri Handayani
tvOnenews.com - Pengembangan ekonomi masyarakat tidak selalu dimulai dari bantuan modal. Di banyak desa sekitar wilayah operasional Bumitama, perubahan itu justru berawal dari pendampingan yang membantu masyarakat untuk bisa mengembangkan keterampilan, memperkuat tata kelola usaha, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas. Pendekatan inilah yang mengantarkan Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) meraih Medbun Awards 2026 pada kategori Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development, menerima langsung penghargaa tersebut Medbun Award 2026 di Jakarta, Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) diwakili oleh Bapak Theo Andre Selaku Social Affair Specialist.
Menurut Rizki Munadhil sekaku CSR Depaartement Head BGA Group, melalui program KOLEGA Ekonomi Produktif, Bumitama mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. KOLEGA, yang merupakan singkatan dari Kelompok Eksternal Binaan BGA, dikembangkan sebagai respons atas tantangan sosial ekonomi di 114 desa sekitar wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan perusahaan, sekitar 32% desa tersebut memerlukan perhatian lebih dalam penguatan ekonomi masyarakat, sehingga program dirancang untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hingga Mei 2026, KOLEGA Ekonomi Produktif telah mendampingi 41 kelompok binaan yang melibatkan 241 anggota di 29 desa. Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan beragam sektor usaha sesuai dengan potensi lokal, mulai dari hortikultura, peternakan, perikanan, olahan pangan, hingga kerajinan tangan.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi melalui Sekolah Desa Berdaya, penguatan tata kelola dan legalitas usaha, perluasan akses pasar, hingga membuka akses terhadap sumber pembiayaan. Saat ini, seluruh kelompok binaan telah memiliki struktur organisasi, 85% telah menerapkan pencatatan keuangan yang baku, 59% telah memiliki standar operasional prosedur (SOP), sementara berbagai kelompok usaha juga telah memperoleh legalitas seperti NIB, PIRT serta Sertifikasi Halal.
Lebih lanjut diungkapkan Rizki Munadhil,Selain memperkuat kapasitas usaha, Bumitama juga membantu memperluas jangkauan pemasaran produk kelompok binaan. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan melalui pasar lokal, swalayan regional, berbagai pameran UMKM, hingga kantor pusat Bumitama di Jakarta.
Pendampingan perusahaan juga membuka akses pembiayaan dari lembaga keuangan, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM), sehingga memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat. Berbagai upaya tersebut mendorong peningkatan omzet kelompok binaan dari tahun ke tahun sekaligus memperkuat kemandirian pelaku usaha lokal.
Bagi Bumitama, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan usaha yang mampu bertahan, menciptakan nilai ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya.(chm)
Load more