Bukan Sekadar Mini LED, Ini yang Menentukan Kualitas Gambar TV Premium dan Minim Efek Blooming
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Dari sisi panel, C7L menggunakan HVA 2.0 Pro dari CSOT yang diklaim meningkatkan rasio kontras native. Panel tersebut juga dilengkapi lapisan low reflection hingga 0,5% untuk membantu mengurangi pantulan cahaya dari lingkungan sekitar.
Pengalaman hiburan tidak hanya bergantung pada visual. C7L turut menggunakan sistem audio melalui kolaborasi dengan Bang & Olufsen, dengan tujuan menghasilkan karakter suara yang lebih jernih, detail, dan seimbang.
TCL menyebut pengembangan C7L merupakan bagian dari portofolio SQD-Mini LED yang juga mencakup C8L dan seri flagship X11L. Perusahaan juga mengutip data Omdia yang menempatkan TCL sebagai No. 1 dunia dalam pangsa pengiriman TV berukuran 75 inci ke atas pada 2025, TV Mini LED pada 2025, serta Google TV sepanjang 2021–2025.
Di Indonesia, pendekatan tersebut diarahkan untuk memperluas pilihan televisi dengan teknologi Mini LED pada segmen premium.
“Sejak tersedia di Indonesia, C7L terus mendapat sambutan baik dari konsumen yang mencari kualitas gambar premium dengan harga lebih terjangkau. Kami akan terus mengedukasi pasar mengenai keunggulan teknologi SQD-Mini LED termasuk Precise Dimming Zones dan kontrol cahaya presisi yang menjadi nilai utama C7L,” ujar Evan Tang, CEO TCL Indonesia.
Pada akhirnya, perkembangan Mini LED menunjukkan bahwa kualitas layar tidak cukup dinilai dari nama teknologi atau angka spesifikasi secara terpisah. Kepadatan sumber cahaya, desain optik, jumlah zona, kemampuan mengendalikan blooming, karakter panel, hingga pengolahan warna perlu dilihat sebagai satu kesatuan.
Faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya menentukan apakah sebuah televisi mampu menerjemahkan teknologi di atas kertas menjadi pengalaman visual yang benar-benar terlihat saat digunakan. (udn)
Load more