GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ngeri, 9 Jam Kebakaran Gudang Berisi Barang Plastik di Kotim, Belum Padam

Hingga 9 jam lebih petugas berjibaku memadamkan kebakaran gudang berisi barang plastik di Kotim. Meski kobarannya sudah kecil namun pemadaman masih berlangsung.
Minggu, 12 Juni 2022 - 23:16 WIB
9 jam lebih kebakaran Gudang berisi barang plastik belum padam hingga Senin dinihari ( 13/06/2022)
Sumber :
  • Didi Syachwani

Kotawaringin Timur, Kalteng -  Sebuah gudang penuh berisi barang plastik, yang terletak di jalan Kopi Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu sore (12/6/2022) ludes terbakar.

"Awal kebakarannya sekitar jam 3, saat itu saya baru datang ke gudang dan melihat sudah ada kobaran api diatap gudang. Tapi waktu itu masih belum terlalu besar," ungkap karyawan gudang, Yugo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain gudang, satu unit rumah warga yang berada persis di samping gudang, juga turut terbakar, akibat kobaran api yang begitu besar.

Tidak lama berselang, lanjut Yoga, api kemudian terlihat menjadi membesar, sebab di dalam gudang itu hampir isinya merupakan barang-barang terbuat dari pelastik, serta ada pula korek gas.

Sementara itu, upaya pemadaman langsung dilakukan oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kotim (Damkar Kotim) yang langsung mengerahkan 7 unit mobil pemadamnya serta ditambah sejumlah mobil tangki suplay air dari BPBD Kotim dan PDAM Sampit.

Selama pemadaman, petugas terlihat cukup kewalahan untuk mamadamkan api yang terus berkobar di dalam gudang.

Sejumlah petugas damkar terlihat sampai harus mendapat pertolongan oksigen dari petugas PMI, sebab mereka sempat mengalami sesak napas, karena harus bekerja ditengah kepungan asap.

Bahkan hingga 9 jam lebih petugas berjibaku melawan api, namun api juga tak kunjung padam, meski kobarannya sudah terlihat jauh lebih kecil.

"Terus terang, kami merasa kewalahan dan kesulitan untuk memadamkan api ini. Peralatan yang kami miliki sangat minim, terutama untuk peralatan safety untuk personel seperti masker dan tabung oksigen," ungkap Hawianan, Kadis Pemadam Kebakaran Kotim, Minggu.

Menurut Hawianan, sementara yang bisa mereka lakukan adalah hanya melakukan penyemprotan secara terus-menerus, sambil bergerak pelan mendekati api, dan hal ini dipastikannya tentu akan memakan waktu yang lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai penyebab serta awal mula api pertama kali muncul, menurut Hawianan, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan, sebab sejauh ini petugas damkar masih berupaya untuk menuntaskan pemadaman, agar api benar-benar padam.

Demikian pula dengan perkiraan kerugian yang muncul akibat peristiwa ini, juga masih belum bisa diperkirakan. "Kami masih fokus pemadaman, agar api benar-benar padam, nanti akan kami informasikan," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3,3 Juta Pekerja di Banten Belum Miliki Perlindungan Sosial

3,3 Juta Pekerja di Banten Belum Miliki Perlindungan Sosial

Sebanyak 3,3 juta pekerja di Banten belum memiliki perlindungan social. Untuk itu, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten telah menyiapkan strategi khusus mulai dari sosialisasi ke perusahaan hingga memaksimalkan intervensi Pemda.
WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus Kapal Pesiar di Jakarta Negatif, Kemenkes Pastikan Belum Ada HPS di RI

WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus Kapal Pesiar di Jakarta Negatif, Kemenkes Pastikan Belum Ada HPS di RI

Kemenkes memastikan seorang WNA yang tinggal di Jakarta dan sempat menjadi kontak erat kasus Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius dinyatakan negatif.
Tetap Bisa Lolos, Media Jepang Rela Kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-17 di Laga Terakhir Piala Asia U-17 2026?

Tetap Bisa Lolos, Media Jepang Rela Kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-17 di Laga Terakhir Piala Asia U-17 2026?

Media Jepang mengungkap skenario di pekan terakhir Piala Asia U–17 2026. Timnas Indonesia U-17 harus meraih kemenangan pada pertandingan terakhir melawan Jepang.
Francesco Bagnaia Ungkap Biang Kerok Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026, Gara-gara Hal Ini

Francesco Bagnaia Ungkap Biang Kerok Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026, Gara-gara Hal Ini

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengungkapkan alasan mengapa dirinya bisa gagal finis di MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Kabar Penting untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Ubah Peraturan Pajak Kendaraan Motor jadi Sistem Jalan Berbayar

Kabar Penting untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Ubah Peraturan Pajak Kendaraan Motor jadi Sistem Jalan Berbayar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mewacanakan adanya perubahan pajak bermotor menjadi sistem jalan berbayar. Begini penjelasan lengkapnya.
Dengan Suara Bergetar, Ayah Korban Bongkar Awal Aksi Bejat Kiai Ashari Ketahuan: Disuruh Nemenin Tidur

Dengan Suara Bergetar, Ayah Korban Bongkar Awal Aksi Bejat Kiai Ashari Ketahuan: Disuruh Nemenin Tidur

Dengan suara bergetar, ayah korban akhirnya ungkap awal mula dugaan perlakuan menyimpang yang dilakukan Kiai Ashari terhadap putrinya di lingkungan pesantren.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kabar buruk kepada Timnas Indonesia U-17. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut akan bermain menghadapi Jepang di lanjutan Piala Asia U-17 2026.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT