Tutup Menu
LIVESTREAM
Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim
Sulawesi Lainnya
Artikel
Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muzihir
Sumber :
  • Antara

DPRD NTB Kaji Usulan KPU Soal Rancangan Anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 Senilai Rp377 Miliar

Selasa, 13 September 2022 - 04:17 WIB

Mataram, NTB - DPRD Nusa Tenggara Barat masih mengkaji usulan Komisi Pemilihan Umum terkait rancangan anggaran untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024 yang jumlahnya mencapai Rp377 miliar.

"Itu kan baru usulan, nanti pasti akan dikaji lagi," kata Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir di Mataram, Senin (12/9/2022).

Apakah usulan tersebut realistis atau tidak, menurut Muzihir tidak menjadi soal. Karena bagaimana pun rancangan anggaran yang diajukan KPU NTB tersebut baru berupa usulan.

"Usulan itu kan biasa, namanya juga baru usulan. Kita lihat apakah itu realistis atau tidak, kan juga belum diputuskan," ujarnya.

Muzihir mengakui secara angka-angka usulan anggaran Pemiliha Gubernur serentak yang diajukan KPU NTB kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB cukup berat di tengah kondisi APBD seperti saat ini. Namun, bukan berarti anggaran tersebut jumlahnya akan sama sebesar seperti itu.

Artinya tidak mesti diputuskan segitu Rp377 miliar. Karena nanti bisa saja berkurang. Pasti nanti ada jalan keluarnya, karena bagaimana pun, Pilkada ini sehingga kita harus sukseskan," ucap Muzihir.

Ia menambahkan kendati saat ini anggaran keuangan daerah terbebani dengan masih adanya hutang 2021 dibayarkan pada 2022, namun dirinya optimis hutang tersebut bisa terbayar, sehingga di APBD 2023 tidak ada lagi sisa hutang.

"Kita berharap hutang-hutang yang ada di tahun jamak ini bisa terbayarkan, sehingga di 2023, kita tidak terbebani dengan hutang lagi," katanya.

Sebelumnya KPU NTB mengusulkan draf rancangan anggaran untuk Pilgub pada 2024 mencapai Rp377 miliar.

Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya mengatakan saat ini rancangan anggaran untuk Pilgub pada 2024 sudah selesai dikerjakan dan diserahkan kepada Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Secara angka, kata Ansori, rancangan anggaran Pilgub NTB ini cukup fantastis, yakni mencapai Rp377 miliar. Jumlah ini lebih besar dari rancangan anggaran Pilgub NTB pada 2018 silam yang jumlahnya mencapai Rp230 miliar.

"Tapi hasil pembahasan Rp188 miliar yang disetujui TAPD. Setelah di shering tiga kabupaten dan kota yang bersama melaksanakan Pilkada, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Bima serta Pilgub NTB maka angka Rp188 miliar itu kemudian kembali menurun menjadi Rp167 miliar. Dan Itulah kemudian yang kita gunakan untuk anggaran Pilgub 2018," terangnya.

Ada beberapa alasan rancangan anggaran untuk Pilgub 2024, lebih besar dari rancangan anggaran Pilgub NTB 2018. Pertama, karena rancangan anggaran Pilgub NTB ini digelar dalam suasana masih pandemi Covid-19, sehingga ini berpengaruh kepada pengadaan sejumlah fasilitas, seperti alat pelindung diri (APD), biaya kesehatan penyelenggara seperti tes kesehatan Covid-19 dan pembelian vitamin.

Dasarnya adalah keputusan KPU RI Nomor 444/HK.03.1-Kpt/01/KPU/IX/2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan KPU Nomor 1312/HK.03.01-Kpt/01/KPU/VIII/2019 tentang Standar dan Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran Kebutuhan Barang/Jasa dan Honorarium Penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

"Dan untuk saat ini, keputusan itu belum dihapuskan. Tapi seandainya pemerintah memutuskan bahwa Pilkada dan Pilgub ini digelar tidak dalam masa pandemi, maka anggaran untuk pandemi itu akan dikeluarkan, sehingga itu bisa jadi berkurang," ucapnya.

Selain karena anggaran Pilgub NTB digelar dalam suasana masih pandemi Covid-19, kedua jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga bertambah. Di mana pada Pilgub 2018, jumlah TPS 8.336 maka di Pilgub 2024 jumlahnya menjadi 8.787 TPS.

"Memang itu (TPS, red) menjadi elemen peningkatan terbesar juga tapi itu belum disepakati. Bisa saja nanti jumlah TPS itu juga akan berkurang," ujar Ansori Wijaya.

Ketiga lanjut Ansori Wijaya, yang membuat anggaran tersebut begitu besar, yakni honor untuk badan-badan adhoc, seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) semakin bertambah. Dasarnya adalah surat keputusan Menteri Keuangan Nomor S-647/MK.02/202 perihal Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) untuk Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan Pemilihan.

"Jadi, yang buat ini juga besar adalah biaya untuk honor badan adhoc. Ini juga mempengaruhi karena badan adhoc itu bertambah berdasarkan SK Menkeu. Berlaku untuk Pemilu dan Pilkada. Contoh kalau dulu Rp1,5 juta sekarang jadi Rp2,5 juta. Tapi ini juga berdasarkan kemampuan daerah sehingga itu bisa saja berkurang," ucapnya.

"Belum lagi kalau nanti karena masih suasana pandemi, biaya-biaya rapat akan dilakukan dengan zoom meeting sehingga itu menambah lagi biaya. Tapi kita berharap tidak, sehingga nanti rapat-rapat bisa dilakukan bertemu langsung," sambung Ansori Wijaya.

Meski demikian, pihaknya berharap Pilgub NTB ini tidak digelar dalam suasana pandemi Covid-19, sehingga jika seperti itu biaya untuk pilkada bisa dikurangi.

"Mudah-mudahan kita tidak lagi dalam masa pandemi sehingga itu bisa dikurangi," katanya. (ant/ade)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Anggota Komisi IX DPR Sebut Sanksi Pelanggar Pembuatan Obat Sangat Lemah: Tak Ada Efek Jera

Anggota Komisi IX DPR Sebut Sanksi Pelanggar Pembuatan Obat Sangat Lemah: Tak Ada Efek Jera

Komisi IX DPR RI buka suara soal dua kasus baru Gangguan Ginjal Akit Progresif Atipikal (GGAPA) yang kembali terjadi di wilayah DKI Jakarta sanksi masih lemah.
Ini Nomor Hotline KBRI untuk WNI Korban Gempa Ankara Turki: +90 532 13522 98

Ini Nomor Hotline KBRI untuk WNI Korban Gempa Ankara Turki: +90 532 13522 98

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau WNI yang terdampak segera menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara Turki, ini nomornya
Komite Pemilihan Tetapkan Pemilihan Exco PSSI Gunakan Mekanisme 50%+1

Komite Pemilihan Tetapkan Pemilihan Exco PSSI Gunakan Mekanisme 50%+1

Tinggal 10 hari bagi para calon Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk mencari dukungan dari pemilik hak suara. Komite Pemilihan telah tetap mekanisme pemilihan.  
3 Klub yang Bisa Menikung PSG untuk Merekrut Lionel Messi

3 Klub yang Bisa Menikung PSG untuk Merekrut Lionel Messi

Kontrak Lionel Messi di Paris Saint-Germain (PSG) akan habis pada akhir musim 2023, tetapi kedua pihak belum menemukan kata sepakat untuk melanjutkan kerja sama.
YN Paling Suka Diintip Anak-anak, Ajak Nonton Film Porno, lalu Diraba-raba, Beruntung Ibu Muda Itu Tak sampai Begini

YN Paling Suka Diintip Anak-anak, Ajak Nonton Film Porno, lalu Diraba-raba, Beruntung Ibu Muda Itu Tak sampai Begini

Terbaru, YN ibu muda Jambi menuturkan bagaimana cara dirinya memuaskan hasrat seksual dengan anak-anak sebagai korbannya. Dia mengaku terpuaskan saat anak-anak
Cat Lovers Wajib Tahu! Perhatikan 4 Hal Berikut, Bisa Jadi Tanda Kucing Anda Terkena Rabies

Cat Lovers Wajib Tahu! Perhatikan 4 Hal Berikut, Bisa Jadi Tanda Kucing Anda Terkena Rabies

Penyakit rabies merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi para pemilik hewan peliharaan baik itu seekor kucing maupun seekor anjing
Trending
Miris, Ibu Muda Cabuli Anak di Jambi, dari Paksa Nonton Film Porno hingga Intip Hubungan Intim

Miris, Ibu Muda Cabuli Anak di Jambi, dari Paksa Nonton Film Porno hingga Intip Hubungan Intim

Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, Adapun, Fakta mencengankan soal ibu muda cabuli anak di Jambi yakni maksa nonton film porno ke anak-anak, (6/2).
Mencengangkan! Ibu Muda Cabuli Belasan Anak di Jambi, Paksa Bocah Saksikan Hubungan Intim..

Mencengangkan! Ibu Muda Cabuli Belasan Anak di Jambi, Paksa Bocah Saksikan Hubungan Intim..

kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jambi. Ibu muda cabuli belasan anak di Jambi, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan,Ada fakta mengejutkan. (6/2).
Ngeri, Begini Ancaman Ibu Muda di Jambi ke Anak-anak yang Dilecehkan

Ngeri, Begini Ancaman Ibu Muda di Jambi ke Anak-anak yang Dilecehkan

Begini ancaman dari ibu muda di Jambi yang lecehkan anak-anak di sebuah rental PS, tidak hanya anak laki-laki yang menjadi korban, anak peremuan juga termasuk.
Heboh Pelajar Pakai Mobil Dinas DPRD Jambi Alami Kecelakaan, Disebut Tak Punya SIM, Bugil hingga Diketahui Anak dari…

Heboh Pelajar Pakai Mobil Dinas DPRD Jambi Alami Kecelakaan, Disebut Tak Punya SIM, Bugil hingga Diketahui Anak dari…

Bikin heboh media massa dan media sosial, seorang pelajar laki-laki (MSA 17 tahun) dan pasangannya (TACR 16 tahun) memakai mobil dinas milik Sekretariat DPRD Provinsi Jambi.
Ternyata Ibu Muda di Jambi sudah Ketagihan Cabuli Anak-anak sejak Lama, Korbannya Tak Cuma 11

Ternyata Ibu Muda di Jambi sudah Ketagihan Cabuli Anak-anak sejak Lama, Korbannya Tak Cuma 11

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang ibu muda di Jambi terhadap belasan anak terus mengungkap fakta baru. Ternyata YN (25) sudah ketagihan mencabuli
Astaga, Korbannya Tak Cuma Laki-Laki, Ibu Muda Berhijab di Jambi Juga Lecehkan Anak Perempuan, Paksa Lakukan Ini...

Astaga, Korbannya Tak Cuma Laki-Laki, Ibu Muda Berhijab di Jambi Juga Lecehkan Anak Perempuan, Paksa Lakukan Ini...

Terungkap fakta YN ibu muda pemilik rental PS telah melecehkan belasan anak. Pelecehan seksual yang dilakukan pelaku tak hanya menargetkan anak laki-laki tapi..
Waketum Golkar, Erwin Aksa Bocorkan Perjanjian Politik Pilkada Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno

Waketum Golkar, Erwin Aksa Bocorkan Perjanjian Politik Pilkada Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno

Erwin Aksa bocorkan perjanjian politik pilkada hingga utang Rp 50 miliar Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno dalam tayangan podcast milik Akbar Faizal Uncencored
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Menyingkap Tabir
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
01:00 - 01:30
Trust
01:30 - 02:00
Trust
Selengkapnya