News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kerap Menyebabkan Kecelakaan, Masyarakat Gowa Keluhkan Tumpahan Semen di Badan Jalan

Tumpahan semen itu diduga ulah sopir truk yang mengangkut material semen cor dari pabrik yang tak jauh dari kampus II UIN Alauddin Makassar.
Rabu, 29 November 2023 - 14:05 WIB
Molen yang berisikan cor diduga kerap menjatuhkan muatannya ke badan jalan
Sumber :
  • Irham Syahril

Gowa, tvOnenews.com - Sejumlah warga dan mahasiswa mengeluhkan tumpahan semen yang mengular di sepanjang Jalan H M Yasin Limpo, tepatnya di depan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa.

Tumpahan semen itu diduga ulah sopir truk yang mengangkut material semen cor dari pabrik yang tak jauh dari kampus II UIN Alauddin Makassar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu mahasiswi, Febriyanti mengungkapkan jika aktivitas pabrik semen yang berada di dekat kampus UIN Alauddin itu sangat menggangu pengendara.

Ia juga menyebut tumpahan semen yang menggumpal di sepanjang badan jalan itu meninggalkan kerikil dan debu yang berdampak bagi kesehatan bahkan membahayakan nyawa pengendara.

“Kerikil yang ada di jalan tersebut mengakibatkan ban motor tergelincir dan debunya juga dapat membuat sesak ketika lewat di jalan tersebut,” jelasnya.

Terlihat salah satu masyarakat yang kerap membersihkan bekas tumbahan semen dari molen yang kerap lalu lalang dari pabrik yang tidak jauh dari kampus UIN Alaudddin Makassar.

Tak hanya mahasiswa, Muhajir salah satu masyarakat yang menetap tak jauh dari lokasi, juga mengeluhkan tumpahan semen yang kerap menyebabkan kecelakaan.

“Sangat mengganggu, banyak juga orang yang sering kecelakaan,” bebernya, Senin (27/11/2023).

Tak hanya Muhajir, masyarakat lain, Sofi mengaku kerikil yang berasal dari truk molen berimbas pada kerusakan alat usahanya.

“Kerikilnya terlempar ke dalam ruko sampai memecahkan kaca jualan, sampai kena beberapa komputer hingga lecet. Sangat merugikan bagi kami karena kerikil dan debunya masuk kedalam ruko,” katanya.

Terakhir, ia berharap agar pihak pabrik semen bekerja sama dengan pemerintah untuk menangani masalah ini.

“Beberapa tahun ke depan akan mengalami kanker paru-paru jika tidak secepatnya ditangani,” pintanya.

Tampak semen yang menggumpal di badan jalan M Yasin Limpo, Samata, diduga berasal dari molen pabrik yang kerap berlalu lalang .

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Taufik Surullah menyebut tumpahan semen itu berbahaya bagi pengendara, pihaknya mengaku sudah melakukan teguran ke pemilik pabrik. 

Ia menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa.

"Mengganggu memang itu tumpahan semen di jalan. Dinas yang mestinya menangani hal tersebut adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan terkait polusi udara dan lintasan jalan," ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan seharusnya dari pihak pabrik sudah memikirkan untuk mengambil lokasi yang jauh dari pemukiman padat penduduk agar tidak menggangu aktivitas warga.

"Sudah banyakmi warga yang mengeluh tempatnya tidak layak karena pertama sudah ditengah-tengah pemukiman apalagi disitu area kampus," ucapnya.

Anggota DPRD Gowa lainnya, Zulfiadi mengatakan pihak yang seharusnya lebih bertanggung jawab dengan adanya tumpahan semen tersebut adalah pihak pabrik karena sudah berimbas kepada masyarakat umum.

"Tumpahan semen seperti inikan kalau kering dapat menyebabkan kerugian seperti lakalantas dan sebagainya," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zulfiadi mengatakan ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan pihaknya, ia akan berkomunikasi kembali bersama anggota DPRD Komisi tiga lainnya untuk tindak lanjut dengan keluhan tersebut dan segera briefing untuk turun ke lapangan.

"Karena inikan sebatas gambar yang saya liat, belum turun langsung ke lapangan, tetapi dengan adanya gambar yang di sampaikan, berarti ada yang dirugikan," jelasnya. (isl/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

OTT KPK di ATR/BPN Amankan Rp106,3 Miliar, IM57+ Sebut Terbesar Sepanjang Sejarah

OTT KPK di ATR/BPN Amankan Rp106,3 Miliar, IM57+ Sebut Terbesar Sepanjang Sejarah

IM57+ Institute menyebut OTT KPK di ATR/BPN dengan barang bukti Rp106,3 miliar sebagai pengamanan aset terbesar dalam sejarah KPK.
LRT Kelapa Gading-Manggarai Dipastikan Angkut 80 Ribu Penumpang per Hari, Tempuh 28 Menit

LRT Kelapa Gading-Manggarai Dipastikan Angkut 80 Ribu Penumpang per Hari, Tempuh 28 Menit

LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diproyeksikan mengangkut hingga 80 ribu penumpang per hari dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Link Live Streaming FC Seoul Vs Persib di ACL 2 Sore Ini: Maung Bandung Punya Kesempatan Menang

Link Live Streaming FC Seoul Vs Persib di ACL 2 Sore Ini: Maung Bandung Punya Kesempatan Menang

Link live streaming pertandingan perdana Persib Bandung di ACL 2 menghadapi FC Seoul pada Rabu (16/9/2026) pukul 17.00 WIB.
Hasil Asian Games 2026: Caroline Bangun ke Semifinal Modern Pentathlons Women's Indivisual Sebagai Unggulan ke-9

Hasil Asian Games 2026: Caroline Bangun ke Semifinal Modern Pentathlons Women's Indivisual Sebagai Unggulan ke-9

Hasil Asian Games 2026 cabang olahraga Modern Pentathlon Women's Individual yang baru menyelesaikan seeding round dengan hanya mempertandingkan nomor anggar.
Jokowi Kunjungi Warga Terdampak Gempa di NTT

Jokowi Kunjungi Warga Terdampak Gempa di NTT

Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rabu (16/9), tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, pukul 13.05 WITA. Ia didampingi Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep. 
Viral! Video Langit Mekkah Diwarnai Peringatan Darurat, Drone Houthi Dicegat Pertahanan Udara Saudi

Viral! Video Langit Mekkah Diwarnai Peringatan Darurat, Drone Houthi Dicegat Pertahanan Udara Saudi

Drone yang disebut diluncurkan Houthi dicegat pertahanan udara Saudi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah. Houthi membantah menargetkan kota suci

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral di media sosial sejumlah video yang memperlihatkan seorang “Pak Guru” memakai makeup ala perempuan saat mengajar. Kini berujung diberhentikan.
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT