GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lewati Sungai Dan Jembatan Lapuk, Murid SD dan Warga Balusu Ao' Gading Minta Perhatian Pemerintah

Di tengah gencarnya pemerintah pusat membangun infrastruktur di berbagai wilayah pelosok tanah air tak semua bisa dirasakan masyarakat, seperti yang terlihat di Lembang Ao’gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, di mana ratusan murid SDN 6 Balusu bersama warga bertahun-tahun terpaksa bertaruh nyawa melewati jembatan lapuk.
Rabu, 2 Maret 2022 - 08:57 WIB
Pelajar SDN 6 Balusu melintasi jembatan
Sumber :
  • Tim Tvone-Joni

Toraja Utara, Sulawesi Selatan - Di tengah gencarnya pemerintah pusat membangun infrastruktur di berbagai wilayah pelosok tanah air tak semua bisa dirasakan masyarakat, seperti yang terlihat di Lembang Ao’gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, di mana ratusan murid SDN 6 Balusu bersama warga bertahun-tahun terpaksa bertaruh nyawa melewati jembatan lapuk.

“Terpaksa menyeberang sungai pak, karena kami perempuan takut melewati jembatan yang kondisinya mengalami kemiringan, tapi kalau banjir kami tidak sekolah karena tidak bisa menyeberang," terang Agnes Siapadandi, salah satu dari sekian murid SDN 6 Balusu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agnes mengaku terpaksa lewat sungai, karena takut melewati jembatan yang kondisinya mengalami kemiringan, namun jika musim penghujan tiba membuat sungai meluap, dirinya bersama murid lainnya terpaksa tidak sekolah.

Kondisi jembatan bambu yang terbentang di atas sungai Balusu sepanjang kurang lebih 30 meter saat ini kondisinya sudah miring dan mengalami penurunan pada penyangga tiang tengah, sehingga pelajar yang melintas maupun warga harus extra hati–hati akibat kondisi jembatan yang patah namun luput dari perhatian pemerintah daerah.

Selain menggunakan jembatan lapuk, para pelajar perempuan yang sudah takut melintasi jembatan terpaksa bertaruh nyawa melawan arus menyeberangi sungai agar bisa tiba di sekolah, sayangnya tidak sedikit dari mereka yang pakaiannya basah akibat terkena air sungai yang warnanya coklat pekat.

Hal tersebut hampir tiap hari dilakoni para murid SDN 6 Balusu bersama guru, akibat jembatan yang terbuat dari bambu selama bertahun–tahun digunakan sudah mulai miring dan rawan ambruk, namun luput dari pantauan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Yuliana Patalle, Guru SDN 6 Balusu yang juga setiap hari melintasi jembatan bambu mengaku saat ini dirinya bersama beberapa guru lainnya tidak lagi berani melewati jembatan dengan kondisi miring, sehingga terpaksa ikut menyeberangi sungai saat menuju ke sekolah.

“Kami tidak berani lagi melintasi jembatan karena kondisinya sudah nyaris ambruk, apalagi bambu penyangga sudah patah, jadi ya mau diapalagi kami terpaksa lewat sungai bersama dengan murid–murid kami," ucap Yuliana.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo Sedih: Pejabat yang Saya Angkat, Menyeleweng dan Mencuri Uang Rakyat

Prabowo geleng-geleng kepala setelah sering menerima laporan bahwa orang-orang yang dipercaya dan diangkatnya menjadi pejabat ternyata mencuri uang rakyat.
John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Belum Panggil Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia meski Gacor di Persib, Singgung Kriteria

John Herdman akhirnya buka suara soal Teja Paku Alam yang belum dipanggil Timnas Indonesia meski tampil impresif bersama Persib dan mencatat 17 clean sheet.
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Media Inggris Sebut Timnas Indonesia Alami 'Perubahan'

Media Inggris menyebut Timnas Indonesia mengalami peningkatan pesat jelang Piala Asia 2027. Skuad Garuda bahkan jadi sorotan dalam grup neraka.
Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kemenhaj Sumut: 12 Calon Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci Akibat Sakit

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 12 calon haji asal Sumut gagal berangkat ke Tanah Suci
John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT