GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polres Gowa Selamatkan 652 Ribu Jiwa dari Ancaman Narkoba, 83 Tersangka Diamankan

Polres Gowa mengungkap 62 kasus penyalahgunaan narkoba dan mengamankan sebanyak 83 orang tersangka dari berbagai latar belakang usia dan jenis kelamin dalam kurun waktu sebulan tepatnya sejak 10 April hingga 25 Mei 2025.
Selasa, 27 Mei 2025 - 12:58 WIB
konferensi pers hasil pengungkapan penyalahgunaan tindak pidana narkotika yang digelar di Mapolres Gowa
Sumber :
  • Idris Tajannang

Gowa, tvOnenews.comPolres Gowa mengungkap 62 kasus penyalahgunaan narkoba dan mengamankan sebanyak 83 orang tersangka dari berbagai latar belakang usia dan jenis kelamin dalam kurun waktu sebulan tepatnya sejak 10 April hingga 25 Mei 2025.

Kapolres Gowa,AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menyampaikan bahwa hasil pengungkapan ini merupakan bukti komitmen kuat Polres Gowa dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya laten narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 150 gram, tembakau sintetis, serta obat-obatan daftar G sebanyak 311 butir. Jika dikalkulasikan, nilai ekonominya mencapai lebih dari Rp300 juta,” ungkap Kapolres, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Gowa, Senin (26/5/2025).

Namun, yang paling mengejutkan, lanjut Kapolres, bukan hanya nilai ekonomis dari barang bukti yang disita, melainkan dampak kemanusiaan yang berhasil dicegah.

“Dari jumlah tersebut, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim kami, potensi penyelamatan jiwa yang berhasil kami capai adalah sekitar 652.941 jiwa. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari anak-anak, remaja, dan warga yang terhindar dari kehancuran akibat narkoba,” tegasnya.

AKBP Muhammad Aldy Sulaiman membeberkan, dari 83 tersangka yang ditangkap, mayoritas diketahui merupakan warga Kabupaten Gowa.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, 72 orang merupakan laki-laki dewasa, 4 perempuan, dan terdapat 7 orang anak di bawah umur yang terlibat.

“Sekitar 70 persen dari para tersangka yang kami amankan merupakan pengedar. Mereka memiliki jaringan distribusi yang berbeda-beda. Kami terus melakukan pengembangan terhadap jaringan-jaringan ini, termasuk pengejaran terhadap pelaku-pelaku yang lebih besar di baliknya,” terang Kapolres yang akrab di sapa MAS.

Jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengungkapan kasus.

Pada bulan Februari dan Maret 2025, Polres Gowa mencatat 52 kasus narkoba. Namun pada April dan Mei, jumlah tersebut naik menjadi 62 kasus, menunjukkan tren peningkatan peredaran narkoba yang perlu diwaspadai bersama.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Gowa, Iptu Syarifuddin menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan oleh para pelaku kini semakin canggih dan sulit dideteksi.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial untuk transaksi dan distribusi narkoba.

“Kami menemukan fakta bahwa sebagian besar transaksi dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Bahkan, pengambilan barang juga dilakukan dengan sistem daring. Ini menyulitkan kami dalam melacak aliran uang, karena tidak ditemukan bukti transaksi berupa uang tunai,” jelas IPTU Syarifuddin

Ironisnya, salah satu tersangka yang diamankan masih berusia 16 tahun. Anak tersebut mengaku menggunakan narkoba karena rasa penasaran dan ingin mencoba.

“Motifnya coba-coba. Dan ini yang sangat memprihatinkan, karena mereka masih berada dalam masa pencarian jati diri. Ini membuktikan bahwa narkoba telah menyasar hingga ke kalangan anak-anak,” tambah Kasat Narkoba.

Mengenai penanganan terhadap pengguna yang tergolong korban penyalahgunaan narkoba, Polres Gowa tidak semata-mata melakukan penindakan hukum.

Menurut Kasat Narkoba, pihaknya juga aktif mengajukan asesmen terhadap pengguna untuk kemudian direkomendasikan menjalani rehabilitasi.

“Kami ajukan asesmen ke BNP Polda Sulsel. Berdasarkan rekomendasi mereka, pengguna yang memenuhi kriteria sebagai korban bisa menjalani rehabilitasi. Ini adalah langkah kemanusiaan yang juga penting dalam menangani kasus narkoba secara holistik,” ujarnya.
Terakhir, Kapolres Gowa menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga, untuk ikut berperan aktif dalam melindungi anak-anak dari jerat narkotika.

“Penyelamatan generasi bangsa bukan hanya tanggung jawab polisi. Tapi juga dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, mengawasi aktivitas mereka, sangat menentukan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menutup konferensi pers dengan pesan moral yang kuat, bahwa keberhasilan Polres Gowa bukan semata-mata dalam angka penangkapan, tetapi banyak nyawa yang bisa diselamatkan.

“Keberhasilan ini adalah bentuk komitmen kami untuk bertindak tegas terhadap setiap pelaku penyalahgunaan narkoba. Namun lebih dari itu, ini adalah bagian dari upaya menyelamatkan masa depan anak bangsa dari kehancuran,” tutupnya. (itg/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa: Maaf, Bukan Satu Partai!

Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa: Maaf, Bukan Satu Partai!

Presiden Prabowo mengaku banyak mempelajari pemikiran dan ajaran Bung Karno. Sehingga, Prabowo pun menegaskan bahwa Presiden RI ke-1 itu bukanlah milik satu partai saja.
Media Malaysia Heboh Sendiri, Kaitkan Mees Hilgers ke Selangor FC

Media Malaysia Heboh Sendiri, Kaitkan Mees Hilgers ke Selangor FC

Media Malaysia kaitkan Mees Hilgers dengan Selangor FC. Bek Timnas Indonesia itu langsung jadi sorotan di tengah nasibnya dengan FC Twente yang belum jelas.
KDM Beberkan 3 Faktor Penyebab Utama Membuat Nasib Buruh Perkebunan BUMN Jadi Prihatin

KDM Beberkan 3 Faktor Penyebab Utama Membuat Nasib Buruh Perkebunan BUMN Jadi Prihatin

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengaku sangat prihatin terhadap nasib buruh perkebunan milik BUMN. Bahkan KDM sebut upah buruh tersebut
Sempat Bikin Orangtua Khawatir, Tabiat Asli Ocha Siswi Viral yang Protes Juri LCC MPR RI Diungkap Orang Terdekat

Sempat Bikin Orangtua Khawatir, Tabiat Asli Ocha Siswi Viral yang Protes Juri LCC MPR RI Diungkap Orang Terdekat

Sosok Ocha mendadak viral setelah keberaniannya memprotes keputusan juri dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI. Sang ayah ungkap kebiasaannya.
HUT ke-84, Jusuf Kalla Singgung Perdamaian: Tidak Boleh Diumbar

HUT ke-84, Jusuf Kalla Singgung Perdamaian: Tidak Boleh Diumbar

Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK menyampaikan bahwa dirinya masih terlibat dalam upaya perdamaian konflik di dua negara. Hal itu
Daftar 6 Pemain Diaspora yang Diprediksi Masuk Radar John Herdman untuk Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Siapa Saja?

Daftar 6 Pemain Diaspora yang Diprediksi Masuk Radar John Herdman untuk Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Siapa Saja?

John Herdman memberi kode memantau enam pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia, dan AS untuk proyek regenerasi Timnas Indonesia, siapa saja sosoknya?

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT