News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Lokal Bayar Tiket di Pulau Tinabo, Ini Kata Bupati Kepulauan Selayar

"Saya sudah menanyakan permasalahan di pulau Tinabo ke Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate... Selanjutnya saya minta agar warga lokal di kawasan kalau mau berwisata ke Pulau Tinabo tidak usah dibebani biaya masuk,"
Selasa, 10 Mei 2022 - 08:11 WIB
Tiket Snorkling Yang Dibeli Oleh Warga Pulau Rajuni
Sumber :
  • tim tvOne - Arsil Ikhsan

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan - Ketegangan antara warga Pulau Rajuni dan petugas penjaga Kawasan Takabonerate di Pulau Tinabo yang merupakan obyek wisata dalam pengelolaan Balai Taman Nasional Takabonerate Kepulauan Selayar, pada akhir pekan lalu, mendapat tanggapan Bupati Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan.

Bupati Kepulauan Selayar H.M Basli Ali menyayangkan kejadian tersebut dan meminta agar warga lokal yang berada di Kawasan Nasional Takabonerate tidak dibebani biaya masuk saat berkunjung ke Pulau Tinabo yang saat ini dikelola sebagai obyek wisata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah menanyakan permasalahan di pulau Tinabo ke Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate dan sudah tahu kronologinya, selanjutnya saya minta agar warga lokal di kawasan kalau mau berwisata ke Pulau Tinabo tidak usah dibebani biaya masuk," tegas Bupati, Selasa (10/5/2022).

"Kepala Balai telah menyampaikan kalau ini miskomunikasi. Memang benar ada penjualan tiket ke warga tapi tidak semuanya dan saat itu banyak warga yang datang ke Pulau Tinabo, menurut Kepala Balai kepada saya," jelas Bupati.

Selanjutnya Bupati juga meminta agar permasalahan ini diselesaikan dengan baik agar tidak bias, dan berharap agar tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. "Ini hanya miskomunikasi tidak usah dibesar-besarkan, mari kita bangun pariwisata kita dengan baik," pungkas Bupati. 

Pulau Tinabo Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini tengah ramai jadi perbincangan karena adanya komplain sejumlah warga Pulau Rajuni yang dibebani pembayaran tiket snorkling seharga Rp15 ribu pada Rabu (4/5/2022) lalu saat berwisata ke pulau tersebut.

Sejumlah warga Pulau Rajuni yang komplain ini menilai tidak wajar, jika warga pulau Rajuni yang merupakan warga lokal sekitar Pulau Tinabo mendapat perlakuan sama dengan wisatawan lainnya yang datang berwisata ke pulau tersebut. 

“Ya ini perlu diluruskan, apa bedanya kami dengan wisatawan luar negeri yang pakai pinisi besar itu Pak, bukankah kami adalah warga lokal yang sejak nenek nenek kami ke Pulau Tinabo kalau usai hari lebaran," jelas Pemuda Kawasan Takabonerate, yang meminta agar jangan ada pihak yang sepihak mengeluarkan statemen terkait hal ini. 

Terkait permasalahan di Pulau Tinabo, Wakil Bupati Kepulauan Selayar juga telah bertemu petugas penjaga kawasan Takabonerate dan Camat serta Kapolsek Takabonerate. 

Dari pertemuan itu diperoleh informasi yang pada intinya meminta agar masyarakat Desa Rajuni jangan mudah terprovokasi dengan berita berita yang tidak jelas. 

Pertemuan tersebut juga membahas kontribusi sektor pariwisata di Kawasan Nasional Takabonerate ke Pemkab Kepulauan Selayar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu diperoleh informasi bahwa Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate merasa difitnah dengan adanya informasi kejadian di Pulau Tinabo. Menurutnya, petugasnya yang dipaksa untuk menjual tiket oleh beberapa warga, yang diduga sebagai pemicu ketegangan. Seperti dikutip dari informasi Kepala Balai kepada salah satu Pimpinan Daerah.

"Saya sudah konfirmasi dan saya juga minta kronologi kejadian itu, pengunjung yang lain tidak dipungut bayaran hanya info sementara bahwa ada 20 orang yang ada diatas kapal memaksa petugas untuk mengeluarkan tiket perorangan Rp15 rb dan tiket snorkling yang diberikan kepada warga itu adalah sah sebagai tiket masuk"  jawab Pejabat Pimpinan Daerah tersebut kepada tvonenews. (ain/ito) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berita Foto: Krisis Kapasitas TPS, Sampah Meluber di Kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur

Berita Foto: Krisis Kapasitas TPS, Sampah Meluber di Kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur

Tumpukan sampah terlihat memenuhi Tempat Penampungan Sementara (TPS) di bawah kolong Tol Becakayu, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026).
Madagaskar Umumkan Darurat Energi, Imbas Kekurangan Bahan Bakar

Madagaskar Umumkan Darurat Energi, Imbas Kekurangan Bahan Bakar

Madagaskar mengumumkan keadaan darurat energi nasional, akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung hingga menyebabkan gangguan besar dalam pasokan energu.
Timnas Indonesia U-17 Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF U-17 2026, Ini Target Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF U-17 2026, Ini Target Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akan bermain di Piala AFF U-17 2026 mulai pekan depan. Mereka segrup dengan Malaysia dan juga Vietnam.
"Anker" Sudah Tahu Belum? Ada Perubahan Jadwal KRL di Stasiun Bogor Mulai 13 April 2026

"Anker" Sudah Tahu Belum? Ada Perubahan Jadwal KRL di Stasiun Bogor Mulai 13 April 2026

Kabar terbaru soal jalur dan jadwal KRL nih di Stasiun Bogor. Berikut penjelasan Commuter Line
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Padahal Dapat Peluang Emas di Ajax, Maarten Paes Justru Banjir Kritik dari Publik Belanda

Padahal Dapat Peluang Emas di Ajax, Maarten Paes Justru Banjir Kritik dari Publik Belanda

Kabar cedera kiper muda Ajax, Joeri Heerkens, justru memicu gelombang reaksi keras dari publik Belanda dan nama Maarten Paes ikut terseret dalam sorotan tajam.

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berkat Arsenal, tim-tim Liga Inggris lainnya, seperti Manchester United dan Liverpool, mendapatkan keuntungan. Hal ini berkat kemenangan The Gunners dengan skor 1-0 atas Sporting Lisbon.
Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Timnas Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan di Asia Tenggara, kali ini soal dampak dari perkembangan kompetisi domestik yang dinilai tertinggal jauh.
Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT