Gubernur Gorontalo Matangkan Pelaksanaan Pertemuan Nasional Petani dan Nelayan
- Antara
tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Gorontalo ditangani langsung Gubernur Gusnar Ismail mematangkan kesiapan pelaksanaan Pertemuan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke XVII di daerah itu.
Hal itu terungkap pada pertemuan panitia pusat dan daerah, di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi upaya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran pemerintah daerah, dalam mempersiapkan penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan XVII.
Pada pertemuan itu panitia pusat dan daerah melaporkan persiapan penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan kepada Mentan.
Panitia juga melaporkan undangan ke Presiden Prabowo Subianto untuk membuka PENAS XVII di Provinsi Gorontalo.
“Pak Mentan mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Gusnar Ismail dan juga mengapresiasi kerja-kerja panitia yang sudah mempersiapkan secara maksimal kegiatan di daerah. Beliau mengharapkan panitia menyiapkan sebaik mungkin karena kegiatan ini akan menghadirkan bapak Presiden,” kata Kepala Dinas Ketahanan pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Muljady D. Mario selaku Ketua Panitia Daerah PENAS Petani dan Nelayan XVII.
Dalam arahannya pada pertemuan itu, Mentan meminta agar PENAS XVII menjadi momentum untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Mentan juga menginstruksikan agar ajang PENAS nanti menampilkan teknologi pertanian modern dan terbaru hasil karya anak bangsa.
“PENAS XVII ini diharapkan oleh bapak menteri, agar menjadi momentum menyampaikan kepada seluruh pihak terkait dan perwakilan petani, Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia. Demikian pula untuk teknologi pertanian diminta memprioritaskan produk-produk lokal dalam negeri,” kata Muljady.
Turut hadir pada pertemuan itu Sekjen Kementan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, tenaga ahli menteri, serta jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan.
PENAS Petani dan Nelayan XVII akan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.(chm)
Load more