Pasca Gempabumi M4.3, Warga Laporkan Adanya Pergeseran Tanah di Desa Matano
- haswadi
Luwu Timur, tvOnenews.com - Pasca gempabumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Luwu Timur pada Senin (24/8/2026) kemarin hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan rumah maupun bangunan.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, dr. April, saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026) siang tadi.
“Kami belum menerima laporan soal kerusakan rumah atau bangunan dampak dari gempabumi kemarin,” kata dr. April.
Namun, BPBD Luwu Timur kini sedang menelusuri laporan warga terkait adanya dugaan pergeseran tanah di Dusun Landangi, Desa Matano, Kecamatan Nuha.
“Benar, kami sudah menerima laporan warga soal pergeseran tanah di Landangi. Saat ini unsur terkait sedang berkoordinasi,” ujarnya.
Dugaan adanya pergeseran tanah tersebut muncul setelah warga melihat perubahan kondisi air sungai di wilayah tersebut.
Air sungai yang sebelumnya terlihat jernih tiba-tiba berubah menjadi keruh dan berwarna cokelat tua. Warga setempat mengatakan, perubahan warna air sungai memang dapat terjadi ketika hujan deras turun.
Namun, kondisi tersebut dinilai berbeda karena saat ini wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau dan tidak terjadi hujan.
"Tapi sekarang musim kemarau, tidak pernah turun hujan, tapi air sungai berubah jadi cokelat tua. Kami curiga ada pergeseran tanah pascagempabumi kemarin,” kata warga.
Meski demikian, perubahan warna air sungai tersebut belum dapat dipastikan sebagai dampak langsung dari gempabumi.
BPBD bersama unsur terkait masih melakukan koordinasi dan penelusuran untuk memastikan penyebabnya.
Berdasarkan informasi BMKG, gempabumi tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) pukul 12.34.50 WIB dengan magnitudo 4,3 dan kedalaman enam kilometer.
Pusat gempa berada 26 kilometer barat laut Luwu Timur, pada koordinat 2,50 Lintang Selatan dan 120,92 Bujur Timur. Getaran gempa dirasakan dengan skala III-IV MMI di Malili, Towuti dan Tomoni, serta III MMI di Kalaena.
Hingga Selasa (25/8/2026), belum ada laporan mengenai kerusakan rumah maupun bangunan akibat gempa. Sementara laporan mengenai dugaan pergeseran tanah di Dusun Landangi masih dalam penelusuran pihak terkait.
(has/asm)
Load more