GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dicari 20 Jam, Yandi Korban Banjir Sungai di Selayar Ditemukan Tak Bernyawa

Pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan TNI Polri dan Tagana dibantu Keluarga korban menyisir sungai hingga ke muara. Dan hasilnya korban berhasil ditemukan.
Rabu, 15 Juni 2022 - 15:57 WIB
Evakuasi Yandi Isral, korban terseret banjir sungai di Selayar ditemukan meninggal dunia, Rabu (15/6/22)
Sumber :
  • Arsil Ihsan

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan - Setelah melakukan pencarian selama hampir 20 jam, Yandi Isral (14) warga Dusun Bontoala Desa Harapan Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar, korban terseret banjir di sungai Bontoala, akhirnya ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada Rabu siang (15/6/2022). 

"Korban ditemukan tak bernyawa dalam sebuah lubang yang berada ditepi sungai dimana Ia terseret arus sungai yang kuat saat banjir pada Selasa sore kemarin. Setelah ditemukan, mayat korban kemudian dievakuasi ke rumah duka," jelas Danpos Basarnas Selayar, Andi Raswan Rabu (15/6/2022) di Bontosikuyu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencarian terhadap korban berlangsung sejak Selasa sore hingga tengah malam dan kemudian dilanjutkan pada Rabu pagi tadi. Sekitar pukul 13.00 Wita, seorang keluarganya yang ikut melakukan pencarian kemudian menemukannya dibantaran sungai dalam posisi tertelungkup dan tak bernyawa, jelas Raswan. 

Pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan TNI Polri dan Tagana dibantu Keluarga korban. Pencarian dilakukan dengan bersama sama menyisir sungai hingga ke muara. Dan hasilnya korban ditemukan.

Proses pencarian pada Rabu pagi hingga ditemukan berjalan lancar didukung cuaca yang berubah cerah.

Operasi pencarian kemudian ditutup setelah jenazah Yandi Isral dievakuasi ke rumah duka di Dusun Bontoala Desa Harapan Kec. Bontosikuyu Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantauan tvonenews.com, saat jenazah tiba dirumah duka, suasana sangat mengharukan. Orang tua dan keluarganya menangis histeris saat jenazah diangkat masuk ke rumah.

( AIN/MTR ). 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fenomena Confirmation Bias Dinilai Membentuk Cara Publik Menilai Konflik Publik Figur

Fenomena Confirmation Bias Dinilai Membentuk Cara Publik Menilai Konflik Publik Figur

Fenomena masyarakat yang cepat membentuk opini terhadap konflik figur publik dinilai semakin kuat di era digital. 
WOSPAC Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Buka Jalan Talenta Muda ke Eropa

WOSPAC Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Buka Jalan Talenta Muda ke Eropa

Mengusung tema 'Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat', WOSPAC Barcelona Rep Office Indonesia hadir sebagai wadah pendampingan untuk memaksimalkan potensi calon atlet muda Tanah Air.
Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Yakin Megawati Hangestri Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Yakin Megawati Hangestri Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League Korea 2026/2027. Media Korea langsung soroti comeback Megatron.
Warga Sitaro Sampaikan Aspirasi Secara Damai di Kantor Kejaksaan Negeri

Warga Sitaro Sampaikan Aspirasi Secara Damai di Kantor Kejaksaan Negeri

Ratusan warga Sitaro menggelar aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri untuk menyampaikan aspirasi terkait proses hukum yang diharapkan berjalan transparan.
Selain Bocorkan Modus Bisnis Ekspor Motor Ilegal Jaksel, Polisi sebut Untungnya Capai Puluhan Miliar

Selain Bocorkan Modus Bisnis Ekspor Motor Ilegal Jaksel, Polisi sebut Untungnya Capai Puluhan Miliar

Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya bocorkan modus sindikat ekspor ribuan kendaraan bermotor roda dua ilegal di gudang penadahan wilayah Jaksel yang
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT