News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perusahaan Perkebunan PT Rendi Permata Raya Ingkar Janji, Tuntutan Warga Tak Kunjung Terealisasi

Sudah hampir sepekan warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, bertahan di depan gerbang perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya.
Sabtu, 25 Maret 2023 - 12:23 WIB
Warga Madina berunjuk rasa tuntut plasma.
Sumber :
  • Tim Tvone/Romulo

Mandailing Natal, tvOnenews.com - Sudah hampir sepekan warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara bertahan di depan gerbang perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya. Warga menolak meninggalkan lokasi sebelum tuntutan perupa 20 persen lahan plasma masyarakat sebesar direalisasikan.

Meski telah memasuki bulan Ramadhan, hingga Sabtu (25/3/2023), warga Singkuang I masih bertahan di gerbang perusahaan perkebunan PT Rendi Permana Raya. Unjuk rasa itu telah berlangsung sejak Senin (20/3/2023) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, mediasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Madina yang melibatkan pengurus koperasi Hasil Sawit Bersama sebagai perwakilan masyarakat, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kapolres Madina AKBP Reza Khairul, BPN dan perwakilan pihak perusahaan perkebunan, berakhir tanpa putusan.

Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution sebagai pemimpin rapat justru tidak bisa menahan emosinya karena selalu disudutkan dalam persoalan tersebut.

"Dari tahun 2005 sampai 2022 baru tahun 2022 hampir terlaksana MoU, tapi belum disepakati, tentu ini sebuah kemajuan, namun tetap menutup diri. Semua yang kita sampaikan dibantah, kita sampaikan dibantah, sehingga kita menjadi negeri yang berbantah bantah jadinya. Mulai dari persoalan koperasi kami turun, hampir kemarin MoU, namun semua yang kita lakukan hilang hanya demo yang disampaikan, menuntut haknya,” keluh Bupati Madina.

Bupati Madina meminta pihak pengurus koperasi lebih membuka diri karena plasma tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis mendesak agar pihak perusahaan segera menuntaskan haknya kepada masyarakat.

"Saya minta tolong kepada perusahaan untuk tidak saling membenarkan, membuka dirilah agar persoalan tersebut bisa segera terselesaikan, pakai hati nurani biar masyarakat dan perusahaan bisa sama-sama nyaman di sana,” pinta Erwin Efendi Lubis.

Sementara itu, Eko Ansari, perwakilan perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya, dalam rapat tersebut menyampaikan kesediaan perusahaan untuk membangun plasma namun tidak disampaikan seperti apa gambaran pelaksanaannya.

"Pihak perusahaan berkomitmen dan bersedia untuk membangun kebun plasma tersebut,” jelas Eko Ansari.

Saat sejumlah media mencoba mengkonfirmasi pernyataannya, Eko Ansari, menolak untuk memberikan keterangan.

Ketua koperasi Hasil Sawit Bersama, Sapihuddin, yang hadir dalam rapat tersebut mengaku sangat kecewa dengan kesimpulan dalam rapat tersebut.

“Ya, seperti itulah tidak ada hasilnya, kami berharap ada solusi, nyatanya nampaknya Bupati sedang perasaannya nampaknya kurang semangat sehingga tidak memutuskan apa-apa. Masyarakat Singkuang I berharap ada solusi tapi nyatanya seperti ini,” keluh Sapihuddin.

Aksi warga Singkuang I yang tergabung dalam Koperasi Hasil Sawit Bersama berlangsung sejak hari Senin lalu hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga menuntut lahan plasma sebesar 20 persen dari total luas HGU yang dimiliki PT Rendi Permata Raya, sebuah perusahaan perkebunan yang beroperasi di desa tersebut.

Perusahaan itu sudah beroperasi sejak tahun 2005 lalu, dan sudah berhasil memproduksi buah kelapa sawit selama bertahun-tahun. Namun, perusahaan abai terhadap kewajiban untuk menyediakan plasma sebesar 20 persen dari total luas HGU. Warga mengancam akan terus bertahan di lokasi sebelum pihak perusahaan bersedia membangun plasma untuk warga. (rsr/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamendikdasmen Pastikan Anak SD Bunuh Diri di NTT Peserta PIP, Ada 72 Siswa Penerima di Sekolahnya

Wamendikdasmen Pastikan Anak SD Bunuh Diri di NTT Peserta PIP, Ada 72 Siswa Penerima di Sekolahnya

Wamendikdasmen Fajar Riza memastikan anak SD kelas IV di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan peserta Program Indonesia Pintar (PIP).
Prabowo Buka Pintu Lebar untuk Australia: Joint Venture Pertanian hingga Hilirisasi Mineral Kritis Jadi Agenda Utama

Prabowo Buka Pintu Lebar untuk Australia: Joint Venture Pertanian hingga Hilirisasi Mineral Kritis Jadi Agenda Utama

Selain pertanian, Presiden Prabowo juga secara terbuka mengundang Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia.
Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Tamparan Keras untuk Pendidikan Nasional, Komisi X Minta Cakupan PIP Diperluas

Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Tamparan Keras untuk Pendidikan Nasional, Komisi X Minta Cakupan PIP Diperluas

Tragedi seorang siswa SD di Ngada, NTT, yang diduga akhiri hidupnya karena tak mampu beli buku dan pena, dinilai sebagai tamparan keras bagi sistem pendidikan.
Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 Guncang Kota Bandung Jumat Siang

Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 Guncang Kota Bandung Jumat Siang

Wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, dilanda gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,9 pada Jumat (6/2) siang sekitar pukul 13.45 WIB. Peristiwa ini dilaporkan terjadi akibat adanya pergerakan sesar aktif di wilayah setempat.
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pesulap Merah Ngaku Poligami dengan Ratu Rizky Nabila Hampir 4 Tahun Bikin Geger

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pesulap Merah Ngaku Poligami dengan Ratu Rizky Nabila Hampir 4 Tahun Bikin Geger

Marcel Radhival alias Pesulap Merah akhirnya mengaku poligami dengan Ratu Rizky Nabila, mantan istri eks bek Persija Jakarta, Alfath Fathier sejak 2022 lalu.
Cara Mudah Cek Status BPJS PBI JK Masih Aktif atau Tidak Secara Online

Cara Mudah Cek Status BPJS PBI JK Masih Aktif atau Tidak Secara Online

Panduan lengkap cek status BPJS PBI JK apakah masih aktif atau nonaktif lewat Mobile JKN, WhatsApp Pandawa, dan call center BPJS Kesehatan.

Trending

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Berikut susunan pemain tim putri Indonesia vs Thailand di Perempat final Kejuaraan Beregu Asia 2026
KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK menyita uang tunai, valuta asing, jam tangan mewah, hingga emas 5,3 kg senilai Rp40,5 miliar dalam kasus korupsi impor Bea Cukai.
Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari Cristiano Ronaldo

Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari Cristiano Ronaldo

Baru juga Al Nassr mengumumkan bergabungnya Abdullah Al-Hamddan dalam klub tersebut, Ronaldo malah bawa kabar buruk jelang laga menjamu Al Ittihad. Ada apa?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT