News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hanya Gegara Geber Knalpot Motor, Pelajar SMA di OKU Selatan Tewas Ditikam

Kapolres OKU Selatan, AKBP M Khalid Zulkarnain melalui Kapolsek Buay Sandang Aji, Ipda Dodi Mardani, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban mengendarai sepeda motor dan menggeber sepeda motornya.
Selasa, 22 Oktober 2024 - 14:21 WIB
Tersangka Dibawa Polisi.
Sumber :
  • Andi Salani

OKU Selatan, tvOnenews.com – Seorang pelajar SMA bernama Aditya Pratama (17) meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden dengan seorang pria bernama Diky Doni Rosadi (24), warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Buay Sandang Aji, pada Sabtu (19/10/2024). Insiden ini terjadi setelah tersangka tersinggung karena korban menggeber motor saat melintas di depannya.

Kapolres OKU Selatan, AKBP M Khalid Zulkarnain melalui Kapolsek Buay Sandang Aji, Ipda Dodi Mardani, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban mengendarai sepeda motor dan menggeber sepeda motornya saat melewati tempat tersangka yang sedang nongkrong bersama beberapa rekannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Korban menggeber motor saat melintas di depan tersangka, yang kemudian pelaku ini tersinggung dan mengejar korban," ujar Kapolsek, Senin (21/10/2024).

Lanjut Kapolsek, tersangka menghampiri korban dan terjadi adu mulut antara keduanya. Pertengkaran ini berujung pada penikaman terhadap korban. Meskipun korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Setelah kejadian, tersangka sempat meninggalkan lokasi. Namun, dengan bantuan keluarganya dan aparat desa, Diky Doni menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Saat ini, tersangka tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Tersangka sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 338 junto 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelas Kapolsek Buay Sandang Aji, Ipda Dodi Mardani. (asi/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya: "Mama di Mana?"

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ceritakan Chat Terakhir ke Ibunya: "Mama di Mana?"

Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anak korban kecelakaan kereta di Bekasi menceritakan chat terakhir ibunya kepada dirinya. 
Bulent Karsioglu Dapat Apresiasi dari Dubes Turki Usai Bawa Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026

Bulent Karsioglu Dapat Apresiasi dari Dubes Turki Usai Bawa Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026

Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karsioglu mendapatkan sambutan hangat dari Duta Besar Turki, Talip Küçükcan usai membawa Megawati Hangestri dan kawan-kawan mempertahankan gelar juara di Proliga 2026.
“Mamah Pulang Malam” Chat Terakhir Guru Nurlaela ke Anak Semata Wayang Sebelum Tewas dalam Tragedi Kereta Bekasi

“Mamah Pulang Malam” Chat Terakhir Guru Nurlaela ke Anak Semata Wayang Sebelum Tewas dalam Tragedi Kereta Bekasi

Pesan singkat itu diterima sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu sang anak menanyakan keberadaan ibunya yang belum pulang.
Nasib Sopir Taksi Greem SM  Usai Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi: Tak Bisa Disebut Nerobos

Nasib Sopir Taksi Greem SM  Usai Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi: Tak Bisa Disebut Nerobos

Menurut Sandhi, dugaan sementara mengarah pada masalah teknis berupa gangguan kelistrikan pada taksi listrik tersebut,
Usai Kecelakaan Maut di Bekasi, Dedi Mulyadi Murka Soal Perlintasan Liar Kereta: Jangan Ada Korban Lagi!

Usai Kecelakaan Maut di Bekasi, Dedi Mulyadi Murka Soal Perlintasan Liar Kereta: Jangan Ada Korban Lagi!

Menurut Dedi Mulyadi, penyelesaian persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan pada satu institusi. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, operator perkeretaapian, pemerintah daerah, hingga warga sekitar jalur rel.
Alasan KNVB Tak Mau Lihat NAC Breda Menangkan Tuntutan dalam Kasus Dean James: Liga Belanda dalam Bahaya!

Alasan KNVB Tak Mau Lihat NAC Breda Menangkan Tuntutan dalam Kasus Dean James: Liga Belanda dalam Bahaya!

KNVB tidak akan menginginkan NAC Breda untuk memenangkan tuntutan dalam kasus Dean James. Sebab, hal itu akan berdampak kepada Liga Belanda secara keseluruhan.

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT