News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Perlakukan Siswa Siswi Tak Manusiawi, Rumah Dinas Kepala Sekolah SMKPP Negeri Kutacane Dilempari Batu

Rumah dinas Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Kutacane Aceh Tenggara (Agara) dilempari batu oleh sejumlah siswa hingga jende
Kamis, 16 Januari 2025 - 21:32 WIB
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Kadis Pertanian dan Anggota DPRA Sedang memberikan Arahan kepada sejumlah Siswa, Siswi SMKPP Kutacane.
Sumber :
  • tim tvOne/Lantra

Aceh Tenggara, tvonenews.com - Rumah dinas Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Kutacane Aceh Tenggara (Agara) dilempari batu oleh sejumlah siswa hingga jendela bagian depan pecah berantakan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/1/2025) malam.

Sekitar 30 siswa dan siswi yang menginap di asrama sekolah mendatangi rumah dinas Kepala Sekolah yang berada di dalam komplek SMKPP Negeri Kutacane mempertanyakan kebijakan yang arogan dan menu makanan yang mereka terima selama ini dinilai  tidak layak. Bahkan puluhan siswi kesurupan akibat menumpahkan luapan emosi hingga berakhir dengan lemparan batu ke arah rumah yang di huni Kepala Sekolah dan keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kejadian ini, selain merusak jendela rumah, Kepala SMKPP Negeri Kutacane berinisial MD akhirnya diamankan pihak Polres Aceh Tenggara, sementara proses belajar mengajar hingga hari ini Kamis 16 Januari 2025 terhenti.

"Selama ini hanya diberi makan sekadarnya saja, lauk hanya telur didadar dibagi untuk empat sampai lima orang, kadang- kadang diberikan lauk ikan yang berulat serta minum air putih dari keran kamar mandi," kata Susanti, salah seorang siswi asal Gayo Lues kepada tvonenews.com, Kamis (16/1/2025).

Susanti yang duduk di kelas III menuturkan kejadian ini telah berlangsung selama tiga tahun, bahkan ruang asrama sering dikunci dan tidak mendapatkan jatah makan dengan alasan memberikan hukuman bagi siswa dan siswi. Selain arogan, MD juga sering mengancam siswa-siswinya akan dikeluarkan dari sekolah, yang mengakibatkan puluhan siswa dan siswi yang berada di asrama tidak berani melapor kepada orang tua.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Jupri, membenarkan kepada tvonenews.com perihal kejadian ini. Namun sebagai perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, pihaknya hanya memastikan kelanjutan proses belajar mengajar sekolah di bawah naungan Dinas Pertanian Aceh ini kembali berjalan normal dengan menunjuk nota dinas sementara kepada salah seorang guru senior.

Lalu, terkait proses evaluasi dan tindak lanjut terhadap oknum kepala sekolah itu akan dilaporkan serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Aceh.

"SMKPP ini di bawah dua dinas yakni Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Pertanian Aceh, selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan hanya berkewajiban untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar, sedangkan proses evaluasi terhadap Kepala Sekolah itu adalah wewenang Dinas Pertanian Aceh," ungkap Jupri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jupri juga mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi menggali  keterangan dari sejumlah guru dan siswa siswi yang juga didampingi Kadis Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, anggota DPRA Yahdi Hasan dan akan melaporkan hasil inspeksi ini kepada Dinas Pendidikan Aceh.

Jupri juga menyebutkan oknum Kepala Sekolah SMKPP Kutacane (MD) saat ini telah dinonaktifkan dan diamankan di mes cabang Dinas Pendidikan Aceh di Kutacane setelah sebelumnya diperiksa oleh di Mapolres Aceh Tenggara. (Lan/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT