News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AC RSUD RAT Tanjungpinang Rusak Berbulan-bulan, Pasien Rawat Inap Bawa Kipas Sendiri

Sejumlah pasien dan keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengeluhkan fasilitas pendingin udara (A
Jumat, 31 Oktober 2025 - 21:30 WIB
Salah satu keluarga pasien terlihat sedang menenteng kipas angin.
Sumber :
  • tim tvOne/Kurnia

Tanjungpinang, tvOnenews.com - Sejumlah pasien dan keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengeluhkan fasilitas pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi selama berbulan-bulan. Akibatnya, banyak keluarga pasien rawat inap terpaksa membawa kipas angin sendiri untuk mengatasi panas di dalam ruangan.

Salah seorang keluarga pasien dari luar kota, Ronald, mengaku kesulitan menjaga anaknya yang sedang dirawat karena suhu ruangan yang tinggi. “Sejak masuk rumah sakit ini sama sekali tidak ada AC, tidak bisa tidurlah, tidak bisa jaga pasien, pasiennya pun gelisah terlalu panas dalam ruangan,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keluhan serupa datang dari Buhriadi, keluarga pasien lainnya. Ia menyebut kondisi ruangan rawat inap semakin tidak nyaman karena cuaca Tanjungpinang yang sedang panas. “Kurang kondusif lah, apalagi musim panas seperti ini dalam ruangan sesempit itu kurang baiklah,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengaku belum mengetahui bahwa pasien rawat inap membawa kipas angin sendiri. “Ada ya? Oh itu masukan, terima kasih, segera kita bereskan,” ujar Wagub Nyanyang.

Ia menjelaskan, sistem pendingin ruangan RSUD RAT saat ini memang sedang dalam proses perbaikan karena kerusakan pada sistem pendingin terpusat (central AC).

“Kemaren central, kalau central itu part rusak akan berpengaruh ke semuanya. Makanya nanti ada AC split. Ini sedang proses sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo, mengatakan kerusakan pendingin udara sudah terjadi sejak Maret 2025 akibat usia mesin yang sudah tua.

“AC-nya sejak tahun 2009, faktor usia. Maret 2025 mulai terjadi kerusakan parah, kita perbaiki ternyata banyak yang harus diganti. Intinya butuh peremajaan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Bambang, peremajaan sistem AC akan dianggarkan pada tahun 2026 melalui APBD Kepri, sementara untuk tahun ini pihaknya tengah melakukan pemasangan AC split secara bertahap menggunakan APBD Perubahan 2025.

“Ruangan penting sudah dipasang AC seperti ICU, UGD, saat ini bertahap ke ruang rawat inap. Mudah-mudahan ini bisa menjawab keluhan pasien dan pengunjung rumah sakit,” pungkasnya. (Ksh/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Belum terungkap sosok yang ditangkap kali ini.
Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Dua warga negara (WN) Cina berinisial WM dan LJ diamankan oleh petugas Bandara Internasional Juanda bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya setelah diduga melakukan pencurian di dalam pesawat pada penerbangan Citilink rute Jakarta–Surabaya. Keduanya kini terancam dideportasi.
Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Efek kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal menimbulkan efek domino, salah satunya membuat Ronaldo murka. Jurnalis Arab pun membongkar kelakuan Benzema di balik transfer kontroversialnya itu.
Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menekankan pentingnya tertib administrasi pertanahan guna mencegah konflik dan praktik mafia tanah.
5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

Mulai dari informasi terselubung Rizky Ridho sampai punya garis keturunan Bandung mengiringi fakta-fakta dibalik transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta.
Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Ketum Kadin Anindya Bakrie menilai, transisi hijau justru membuka peluang investasi, industrialisasi, hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT