Relawan Cilik Medan Hadirkan Dongeng dan Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir Aceh Tamiang
- Tim tvOne
Aceh Tamiang, tvOnenews.com – Ribuan anak korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyimpan harapan untuk kembali menjalani kehidupan normal. Harapan itu datang dari aksi kemanusiaan para relawan yang tergabung dalam Relawan Medan Bergerak, yang turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan sekaligus melakukan trauma healing bagi anak-anak terdampak.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/1/2026) di sejumlah titik pengungsian, yakni Posko Sumur Cincin Kampung Durian dan Posko Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu relawan cilik asal Medan, Zhang Mei Mei (10), mengatakan kegiatan ini berangkat dari kepeduliannya melihat kondisi anak-anak pascabanjir. Menurutnya, selain bantuan logistik, anak-anak juga membutuhkan kebahagiaan, hiburan, dan perhatian agar mampu bangkit dari trauma.
“Mei Mei bersama teman-teman relawan tidak hanya berbagi logistik, tetapi juga kebahagiaan. Anak-anak sangat membutuhkan hiburan dan perhatian setelah mengalami banjir,” ujar Mei Mei kepada awak media, Selasa (19/1/2026) di Medan.
Mei Mei menjelaskan, bersama para relawan dari Medan, mereka membawa berbagai bantuan untuk para pengungsi, khususnya anak-anak.
“Bersama kakak-kakak Relawan Medan, Mei Mei membawa bantuan seperti 100 tas sekolah, 30 lusin buku tulis, alat tulis, 100 mainan anak laki-laki dan perempuan, 60 dus susu, telur rebus, sembako, pakaian, hingga 300 boks burger untuk dibagikan kepada saudara-saudara Mei Mei di posko pengungsian,” ungkapnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, para relawan juga menghadirkan kegiatan bertajuk Selembar Harapan, sebagai media sederhana bagi anak-anak pengungsi untuk menuliskan mimpi dan cita-cita mereka. Kegiatan trauma healing menjadi agenda utama dalam aksi sosial tersebut.
Berbagai permainan edukatif digelar untuk menghibur anak-anak, disertai pembagian tas sekolah dan buku tulis guna membangkitkan kembali semangat belajar yang sempat terhenti akibat bencana.
Mei Mei juga membawakan dongeng sederhana untuk menghibur anak-anak pengungsi. Suasana ceria pun tampak, dengan tawa dan tepuk tangan anak-anak setiap kali cerita disampaikan.
“Di sana Mei Mei juga membawa dongeng untuk anak-anak pengungsi. Mereka senang sekali. Setelah itu, Mei Mei membagikan banyak mainan seperti mobil-mobilan dan boneka untuk anak-anak perempuan,” katanya.
Load more