News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Rabu, 4 Februari 2026 - 14:50 WIB
Pedagang membentang spanduk penolakkan pengosongan lapak jualan di Pasar Sambas.
Sumber :
  • tim tvOne/Ahmidal Yauzar

Medan, tvonenews.com - Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/2/2026).

Para pedagang menilai penggusuran tersebut terkesan mendadak yang berimbas hilangnya mata pencarian para pedagang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pantauan di lokasi, para pedagang di Pasar Sambas membentang spanduk penolakan agar eksekusi lapak dagangan dibatalkan. Mereka juga berorasi, meminta pemerintah Kota Medan memberikan perhatian atas nasib mereka.

"Kami menaati aturan tapi kami ditindas dibuang di pasar ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Mohon pengertian bapak-bapak pejabat yang berwenang," teriak pedagang.

Tak hanya itu, pedagang juga tampak membentang spanduk menarasikan mereka bukan pedagang liar.

Linda, pedagang Pasar Sambas mengaku kecewa terhadap Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan yang tidak transparan ke pedagang terkait adanya eksekusi pengosongan lahan di Pasar Sambas.

Ia mengaku baru mengetahui informasi tesebut dari pedagang lain yang meminta secarik kertas dari orang yang mereka tidak kenal. Menurutnya, PUD Kota Medan selaku pihak yang berwenang harusnya lebih dulu memberi imbauan ke pedagang, namun faktanya tidak ada.

"Harusnya kan ada peringatan satu, dua, dan tiga. Ini eksekusinya mendadak, kita cari tahu sendiri informasinya itu tanggal 31 Januari 2026, terus tanggal 4 Februari-nya kita diharuskan keluar. Waktunya sangat mepet makanya kita sebagai pedagang keberatan," kata Linda.

Linda menjelaskan, sebagai pedagang yang resmi dan membayar iuran per bulannya, mereka menuntut dan meminta haknya. 

"Waktunya tidak tepat karena berdekatan dengan perayaan Imlek dan lebaran. Padahal kita selaku pedagang sudah melakukan stock barang, jadi mana mungkin kita tiba-tiba pindah," keluhnya.

Terkait adanya usulan relokasi yang diberikan pemerintah Kota Medan terhadap para pedagang di Pasar Sambas, Linda mengaku tidak keberatan. Kendati demikian, ia meminta agar pemerintah merelokasi pedagang ke tempat yang lebih layak yang berdampak pada pendapatan mereka.

"Memang ada 6 tempat relokasi dari pemerintah Kota Medan tapi kami melihat lokasi itu tidak layak, sepi pengunjung. Jadi sama aja mematikan rezeki kami. Untuk pindah kita butuh waktu, butuh biaya buat pindah apalagi jualan sepi, kemana barang-barang kita mau diletakkan," ucapnya.

Diakui Linda, di Pasar Sambas ini para pedagang memiliki hak sesuai aturan yang berlaku. Di mana mereka wajib membayar iuran cukai per bulannya dengan nilai variatif.

"Kalau saya Rp500 ribu, ada yang Rp1,9 juta untuk bayar cukai ke PD Pasar. Lain lagi nanti uang kebersihan, sampah dan lainnya. Artinya kita di sini bukan pedagang liar. Kami sangat menolak eksekusi Pasar Sambas. Kami beritikad baik untuk mengikuti sesuai prosedur tapi jangan dikasih waktu yang mendesak seperti ini," cetusnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui sebelumnya, eksekusi lahan di Pasar Sambas Kota Medan berdasarkan keputusan penetapan PN Medan tanggal 13 Januari 2026 Nomor 20/Pdt.Eks/2025/PN/Mdn/ jo Nomor:314/Pdt.G/2023/PN/Mdn.

Eksekusi rencananya akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Namun sampai kini eksekusi belum dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Medan. (Ayr/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Kembali Dipercaya Kawal Gawang Ajax, Ini Alasan Pelatih Geser Marc-Andre Ter Stegen

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Kembali Dipercaya Kawal Gawang Ajax, Ini Alasan Pelatih Geser Marc-Andre Ter Stegen

Tampil di leg kedua, Maarten Paes menjadi kiper utama Ajax menantang Shelbourne FC di Tolka Park, Jumat (14/8/2026) dini hari WIB. 
Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT