Seruni Kabinet Merah Putih Bantu Korban Bencana Tapteng
- Istimewa
tvOnenews.com - Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara.
Acara dipusatkan di posko hunian sementara (Huntara), Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng, Rabu (11/02/2026).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Elizabeth Tjandra Thohir, istri Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, Rika Tolentino Mahendra, istri Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra dan Ida Gunadi Sadikin, istri Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Kunjungan Seruni Kabinet Merah Putih di Tapteng didampingi Kahiyang Ayu, istri Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan Titiek Sugiharti Surya, istri Wagub Sumut H Surya, .
Sekretaris Perwakilan Badan Kepedudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, Yusrizal Batubara menjelaskan pihaknya menggelar beragam kegiatan serangkaian kunjungan Seruni Kabinet Merah Putih di Tapteng.
"Ada kegiatan pelayanan KB kepada keluarga-keluarga yang terdampak bencana dan juga trauma healing," kata Yusrizal Batubara kepada wartawan.
Pada kondisi pascabencana seperti sekarang ini, pelayanan KB juga penting menjadi perhatian dalam menjaga ketahanan keluarga.
Pelayanan KB diberikan kepada keluarga-keluarga pasangan usia subur, berupa pelayanan implan dan pemasangan IUD.
"Kita memberikan pelayanan berupa pil, suntik, dan kondom kepada keluarga-keluarga untuk menghindari terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sementara, layanan trauma healing difokuskan kepada anak-anak usia sekolah, agar trauma yang mereka alami tak lagi menjadi beban pada masa mendatang.
Mutmainah dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), mengatakan, semua rangkaian tersebut adalah kegiatan Seruni Kabinet Merah Putih.
"Dimana kami dari Kemendukbangga juga aktif di dalamnya. Kami mengapresiasi rekan-rekan tim semua," katanya.
Pada kegiatan layanan akseptor KB, target awal hanya 50 akseptor, tetapi jumlah peserta yang membutuhkan ternyata membludak.
"Ini luar biasa, di tengah segala keterbatasan, kita bisa memberikan pelayanan maksimal. Alhamdulillah kita bisa support," ujarnya.
Selain pelayanan KB, pihaknya juga hadir di kegiatan trauma healing untuk berusaha membawa suasana kebahagiaan bagi anak-anak di lokasi bencana.
Load more