Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tengah Mulai Dibangun, Target Rampung Usai Lebaran 2026
- instagram ftui
Desain ini terinspirasi dari rumah adat Gayo, Uma Pitu Ruang, yang mengusung konsep rumah panggung berbahan kayu.
Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan aspek budaya lokal, tetapi juga faktor teknis seperti efisiensi material, kemudahan pembangunan, serta ketahanan terhadap kondisi lingkungan.
Struktur bangunan dibuat modular sehingga proses konstruksi dapat berlangsung lebih cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat secara gotong royong.
Konsep rumah panggung juga memberikan keunggulan tambahan, seperti perlindungan dari kelembapan tanah serta sirkulasi udara yang lebih baik. Dengan demikian, hunian tetap nyaman ditempati meskipun bersifat sementara.
Selain itu, desain huntara ini mengusung konsep hunian berkembang. Artinya, bangunan dapat diperluas secara bertahap sesuai kebutuhan penghuni di masa depan.
Pendekatan ini memungkinkan huntara menjadi fondasi awal bagi pembangunan rumah permanen seiring pemulihan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Sebagai institusi pendidikan teknik, FTUI memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis keilmuan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap hunian sementara ini dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman sambil menata kembali kehidupan mereka,” ujar Dekan FTUI.
Pembangunan huntara di Desa Gewat juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pendampingan teknis dari Dompet Dhuafa serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat, sehingga turut memperkuat solidaritas sosial di tengah masa pemulihan.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari FTUI serta para mitra yang telah membantu masyarakat Desa Gewat. Kehadiran hunian sementara ini sangat berarti bagi warga kami untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang sambil membangun kembali masa depan,” ujar Reje Desa Gewat, Sandi Suardi.
Melansir dari Antara, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bahwa seluruh korban bencana di wilayah Aceh akan mendapatkan fasilitas huntara.
“Yang huntara yang sudah ada, itu diperkirakan oleh BNPB cukup untuk menampung (pengungsi) yang dari tenda ke Aceh Tamiang maupun ke Aceh Tengah, Aceh Timur,” kata Tito.
Load more