BMKG Peringatkan Hujan dan Gelombang Tinggi di Sumut, Waspada Banjir dan Longsor
- Antara
Medan, tvOnenews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Jumat (3/4/2026) yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Indah Paramitha, mengatakan potensi hujan tersebut diperkirakan terjadi di wilayah pegunungan, pantai barat, serta lereng timur Sumatera Utara.
“Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah pegunungan, pantai barat dan lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” ujar Indah di Medan.
Ia menjelaskan, pada Jumat pagi kondisi cuaca di Sumatera Utara umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, seperti Gunungsitoli, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, dan Nias Utara.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Bahkan, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di wilayah Nias, Nias Barat, Nias Selatan, dan Nias Utara.
Pada malam hari hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan masih terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara.
BMKG juga mencatat suhu udara berkisar antara 14 hingga 43 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 77 hingga 99 persen. Sementara itu, angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan 3 hingga 7 kilometer per jam.
Selain itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, mengingatkan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias pada periode 3 hingga 6 April 2026.
Ia menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 2 hingga 15 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.
BMKG mengimbau nelayan, khususnya yang menggunakan perahu, untuk meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara bagi kapal tongkang, kewaspadaan diperlukan saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Load more