News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidang Sengketa Lahan di Medan Diwarnai Penolakan, Majelis Hakim Dilarang Masuk Lokasi

Perkara sengketa lahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu diajukan Betsy Reulina Tarigan terhadap PT Jaguar Inti Perkasa dengan nomor perkara 149/Pdt.G/2026/PN Mdn.
Jumat, 22 Mei 2026 - 17:17 WIB
Hakim saat sidang lapangan.
Sumber :
  • Tim tvOne

Medan, tvOnenews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang lapangan terkait sengketa lahan di Jalan Abdul Hakim pada Jumat (22/6/2026). Namun, dalam pemeriksaan setempat tersebut, majelis hakim tidak diperbolehkan memasuki area objek sengketa yang telah dipagar tembok.

Perkara sengketa lahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu diajukan Betsy Reulina Tarigan terhadap PT Jaguar Inti Perkasa dengan nomor perkara 149/Pdt.G/2026/PN Mdn.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantauan di lokasi, Ketua Majelis Hakim Sarma Siregar hadir bersama hakim anggota Khamozaro Waruwu dan Efrata Happy Tarigan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap objek perkara. Turut hadir kuasa hukum penggugat, Sujed Edward Simanjuntak.

Namun, saat sidang lapangan berlangsung, sejumlah orang menghadang dan meminta agar pemeriksaan dilakukan di luar area lahan yang disengketakan.

Usai melakukan pencocokan objek perkara dari luar lokasi, majelis hakim kemudian meninggalkan area tersebut. Total luas lahan yang disengketakan dalam perkara ini mencapai 18.460,5 meter persegi.

Kuasa hukum penggugat, Sujed Edward Simanjuntak didampingi Timotius WP Ginting dan Odaligu Nduru, mengatakan gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Medan merupakan langkah terakhir untuk mengambil kembali lahan milik kliennya yang disebut telah lama dikuasai pihak lain.

“Jadi sudah melalui prosedur hukum, mulai dari persidangan, jawaban, replik, duplik hingga pemeriksaan setempat yang dilakukan ketua majelis hakim dan panitera. Tapi tadi waktu ke sana majelis dilarang masuk. Ini bukan kali pertama, sudah tiga kali. Pertama waktu kita melapor ke Polda, sempat diusir saat olah TKP,” kata Sujed.

Sujed menjelaskan, gugatan terhadap PT Jaguar Inti Perkasa diajukan untuk memastikan keabsahan kepemilikan lahan tersebut.

Ia mengklaim, lahan itu merupakan milik Betsy Tarigan Reulina yang memiliki sertifikat tanah resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun disebut telah lama dikuasai pihak lain.

“Waktu BPN juga sama diusir. Sebelumnya juga kita sudah mengadu ke Pemko dan DPRD Medan untuk rapat dengar pendapat, namun PT Jaguar ini tidak datang. Mereka merasa hebat, sekelas Polda dan BPN ingin melakukan pengukuran ulang juga tidak bisa. Kalau memang itu lahan mereka, tidak mungkin BPN mau melakukan pengukuran ulang, mereka tidak punya surat,” ujar Sujed.

Menurutnya, selama 13 tahun terakhir berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, mulai dari melapor ke Polda Sumatera Utara, menyurati Wali Kota Medan, mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD Kota Medan, hingga melakukan aksi di Kantor Wali Kota Medan pada Juni 2021 lalu.

Sujed juga mengungkapkan pihaknya pernah menyurati Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) terkait bangunan yang berdiri di atas lahan yang disengketakan.

“Kita sudah buat surat ke Tarukim untuk menanyakan apakah bangunan yang didirikan berada di lahan kami. Balasan dari Tarukim menyebut izin yang dikeluarkan berada di luar lahan kami. Maka muncul pertanyaan mengapa mereka ikut sidang dan membuat jawaban atas nota yang kita sampaikan, serta ikut dalam sidang lapangan,” katanya.

Ia berharap Pengadilan Negeri Medan dapat memberikan keadilan terhadap kliennya sebagai pihak yang mengklaim memiliki dokumen kepemilikan sah atas lahan tersebut.

“Jadi kita anggap mereka punya kepentingan. Harusnya majelis hakim tidak menolak gugatan kami karena kami memiliki tiga sertifikat tanah dengan SK Camat tahun 1981, lengkap dengan Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2024 dan 2025, serta surat dari Kelurahan BP Selayang terkait silang sengketa,” ujar Sujed.

“Kita tunggu apakah masih ada keadilan di PN Medan ini. Kita punya sertifikat hak milik, sudah mengadu ke Polda, DPRD Medan, dan kini langkah terakhir di PN Medan untuk mendapatkan keadilan,” tutupnya.

 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT