Sebulan Jalan di Tempat, Kasus Dugaan Orang Tua Murid Tampar Siswa hingga Gusi Berdarah Jadi Sorotan
- Tim tvOne
Medan, tvOnenews.com - Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar di salah satu sekolah di Kota Medan menjadi sorotan setelah laporan polisi yang dibuat keluarga korban disebut belum menunjukkan perkembangan berarti meski telah berjalan hampir satu bulan.
Kasus tersebut bermula pada Minggu (19/4/2026) pagi saat para siswa mengikuti kegiatan tilawah di sekolah. Keributan dipicu permainan pesawat kertas yang dimainkan seorang siswa berinisial AF.
Pesawat kertas itu jatuh ke bawah meja milik Muhammad Khalifah Siddiq (MKS). Saat hendak mengambilnya, AF diduga menginjak kaki MKS yang saat itu dalam kondisi terkilir.
Merasa kesakitan, MKS secara refleks mendorong AF agar kakinya terlepas dari injakan. Namun situasi memanas setelah AF disebut memarahi korban sambil menunjuk-nunjuk MKS di depan siswa lainnya.
Untuk menghindari keributan, MKS memilih pergi meninggalkan lokasi.
Namun persoalan kembali terjadi saat jam pulang sekolah. Ibu AF berinisial NRN disebut datang menghampiri MKS di lapangan olahraga sekolah.
NRN diduga langsung memarahi korban dan menuduh MKS kerap mengganggu anaknya. Tidak hanya itu, ia juga diduga menampar wajah korban hingga menyebabkan pendarahan di bagian gusi bawah dan nyaris membuat gigi korban copot.
Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami syok dan ketakutan hingga tidak berani masuk sekolah.
Orang tua korban, Miarni Oktari Yanti, kemudian mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggungjawaban. Namun keluarga mengaku kecewa karena penyelesaian yang ditawarkan dinilai sepihak dan tidak menyentuh dugaan kekerasan yang dialami anak mereka.
“Kami diminta terima beres, padahal anak kami mengalami kekerasan,” ungkap pihak keluarga.
Merasa tidak mendapatkan keadilan, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.
Laporan itu tercatat dengan nomor:
STTLP/B/1579/IV/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Namun hingga kini, keluarga korban mengaku belum mendapat kepastian terkait perkembangan penanganan perkara tersebut meski laporan telah berjalan hampir satu bulan.
Saat dikonfirmasi terkait proses penanganan kasus itu, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan terkait perkembangan laporan tersebut juga belum mendapat respons.
Load more