Kontes Durian Dimanfaatkan Untuk Promosi Desa Wisata
- Antara
tvOnenews.com - Kegiatan kontes Durian dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mempromosikan Desa Wisata Pelangas, Kabupaten Bangka Barat, agar semakin dikenal masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Babel Wydia Kemala Sari di Bangka Barat, Kamis mengatakan, kontes durian se-Babel yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel sengaja digelar di Desa Pelangas yang selama ini terkenal sebagai salah satu penghasil durian di daerah itu.
"Pelangas yang memiliki banyak kebun durian ini potensial untuk terus dibantu agar sektor pariwisata semakin maju, melalui festival durian yang kita kombinasikan dengan kegiatan budaya "nganggung" (sebutan lokal kenduri) durian ini kita jadikan rangkaian kegiatan menjadi salah satu daya tarik wisatawan," katanya.
Menurut dia, Malaysia yang selama ini dikenal sebagai penghasil durian musangking cukup berhasil mendatangkan banyak wisatawan dari luar negeri datang ke negara tersebut.
"Babel juga memiliki potensi yang jauh lebih karena memiliki banyak varietas durian lokal unggul, kita berupaya agar ke depan banyak wisatawan datang ke Babel untuk menikmati durian," katanya.
Menurut dia, durian khas Babel sangat banyak jenisnya dan selama ini cukup diminati masyarakat, baik di kalangan warga lokal maupun di pasar nasional.
"Setelah kontes durian hari ini, besok akan kita gelar nganggung durain yang terbuka untuk umum, akan kita sajikan banyak durian asli Babel yang selama ini sudah terkenal sangat enak dan nikmat," ujarnya.
Pemprov Babel juga menggandeng sejumlah pemengaruh untuk bantu promosi melalui media sosial masing-masing agar potensi durian Babel semakin dikenal hingga mancanegara.
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan Desa Pelangas merupakan salah satu desa yang memiliki banyak "kelakak" durian (hutan kecil warisan leluhur yang terdapat berbagai jenis tanaman buah, seperti durian, duku, manggis, cempedak dan lainnya).
"Kontes durian dan nganggung durian yang dilaksanakan di Desa Pelangas, cocok dan pas karena desa ini sudah terkenal sebagai penghasil durian," katanya.
Dengan adanya kontes ini diharapkan Desa Pelangas semakin dikenal, bukan hanya sebagai penghasil durian unggul, namun juga salah satu desa wisata yang memiliki banyak ragam budaya, tradisi dan agrowisata.
Kelekak adalah tradisi kearifan lokal masyarakat Babel, karena melalui kelekak bisa belajar sistem bertahan hidup, investasi dan cara bercocok tanam ramah lingkungan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Dalam pola berkebun tradisional, pemilik menanami lahan dengan berbagai jenis tanaman buah, tanaman obat dan pohon pelindung, dari pola ini leluhur mewariskan tata cara bercocok tanam yang baik untuk ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga kelestarian alam.
"Wisatawan akan betah tinggal di Desa Pelangas karena desa ini banyak potensi dan juga sudah kita tetapkan sebagai desa kerukunan dengan tingkat toleransi tinggi dan ini akan menjadi contoh bagi desa lain," kata Markus.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Kurniawan di Bangka Barat, mengatakan kontes durian yang dilaksanakan Desa Pelangas, Bangka Barat, Kamis, merupakan salah satu upaya nyata pemerintah agar durian lokal semakin dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional.
"Selama ini masih banyak durian lokal yang tersebar di berbagai pelosok desa yang potensial menjadi durian unggul namun belum mendapatkan kesempatan, melalui kontes ini kita upayakan agar semakin dikenal sehingga nilai jual meningkat," katanya.
Pada kontes durian kali ini diikuti 52 peserta/varietas yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Babel, pihaknya mendatangkan juri profesional dan independen yang berasal dari kalangan akademisi, peneliti BRIN, praktisi durian nasional dan ahli pengawas benih tanaman UPTD Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (PSMB).(chm)
Load more