News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Video Bocah di Sidikalang Gemetaran, Luka di Kepala Diduga Jadi Korban Penyiksaan Pengasuh

Viral, dua bocah di Sidikalang, Dairi, diduga menjadi korban penganiayaan pengasuhnya sendiri. Polisi menangkap pelaku dan menyelidiki dugaan kekerasan
Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:55 WIB
Viral Video Bocah di Sidikalang Gemetaran, Luka di Kepala Diduga Jadi Korban Penyiksaan Pengasuh
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram

tvOnenews.com -  Sebuah video yang memperlihatkan kondisi mengenaskan seorang bocah di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendadak viral di media sosial. 

Di tengah luka pada bagian kepala, mulut, dan tubuhnya, anak tersebut mengungkap kondisi keluarga yang membuat kisahnya semakin memilukan: sang ayah disebut sedang menjalani hukuman penjara, sementara keberadaan ibunya tidak diketahui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini semakin mengundang perhatian setelah polisi menemukan bahwa bukan hanya satu anak yang diduga menjadi korban. 

Seorang anak berusia 7 tahun berinisial AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan. Setelah dilakukan pemeriksaan, adik kandungnya yang masih berusia 6 tahun, AP, juga diketahui mengalami dugaan penganiayaan.

Polisi kini telah menangkap seorang perempuan berinisial RS (52), yang disebut sebagai orang tua asuh sekaligus bibi kedua korban. 

Dugaan kekerasan tersebut masih dalam proses penyelidikan, sementara kedua anak telah dibawa untuk mendapatkan perawatan. Polisi juga mendalami dugaan bahwa kekerasan terhadap korban terjadi lebih dari sekali.

Video Viral Ungkap Kondisi Dua Bocah di Dairi

Kasus tersebut mencuat setelah video kondisi salah satu korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat mengalami luka pada bagian kepala, mulut, serta sejumlah bagian tubuh lainnya.

Korban juga mengungkapkan kondisi keluarganya dalam video tersebut.

"Namaku Alvin Satria Purba, Bapakku Satria Purba, Dipenjara Narkoba. Mamakku gak tau dimana. Aku disiksa disini.," ujar sang bocah dalam video tersebut.

Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahrial Ramadhan membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut. AGP disebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan luka yang diduga merupakan bekas kekerasan.

"Pelaku sudah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Dairi. Pelaku merupakan orang tua asuh korban sekaligus bibi korban," kata Syahrial.

Dari pemeriksaan lanjutan, polisi kemudian mengetahui bahwa adik korban, AP, juga mengalami dugaan kekerasan.

"Ternyata adik korban juga mengalami penganiayaan. Mereka abang-adik kandung dan sudah kita bawa untuk mendapatkan perawatan," ungkapnya.

Penemuan tersebut membuat kasus tidak lagi hanya menyangkut dugaan kekerasan terhadap satu anak. Penyidik kini perlu mengungkap bagaimana kedua korban diasuh, sejak kapan mereka mengalami dugaan kekerasan, serta apakah penganiayaan benar terjadi berulang sebagaimana pengakuan korban.

Pengasuh Jadi Tersangka, Dua Korban Jalani Perawatan

RS (52) telah diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Dairi. Statusnya sebagai pengasuh sekaligus bibi korban menjadi perhatian karena anak-anak tersebut berada dalam lingkungan orang yang seharusnya memberikan perlindungan.

Viral Video Bocah di Sidikalang Gemetaran, Luka di Kepala Diduga Jadi Korban Penyiksaan Pengasuh
Viral Video Bocah di Sidikalang Gemetaran, Luka di Kepala Diduga Jadi Korban Penyiksaan Pengasuh
Sumber :
  • Dok Polres Dairi

Kondisi kedua korban juga menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi telah membawa keduanya untuk mendapatkan perawatan setelah menemukan dugaan luka akibat penganiayaan.

Dalam kasus kekerasan terhadap anak, hubungan antara pelaku dan korban dapat menjadi faktor penting dalam melihat konteks perkara. Apalagi, korban merupakan anak yang masih berada pada usia rentan dan bergantung kepada orang dewasa untuk kebutuhan serta perlindungannya.

Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendeteksi kekerasan terhadap anak. Dalam perkara tersebut, korban pertama kali ditemukan warga sebelum akhirnya informasi mengenai kondisi adiknya turut terungkap.

Ancaman Pidana Penganiayaan Anak Menurut UU

Secara hukum, dugaan penganiayaan terhadap anak dapat dikenakan ketentuan khusus dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. UU Nomor 35 Tahun 2014 mengubah UU Nomor 23 Tahun 2002 dan memperkuat perlindungan anak dari kekerasan. 

Regulasi tersebut juga menempatkan anak korban kekerasan fisik atau psikis serta anak korban perlakuan salah dan penelantaran sebagai pihak yang memperoleh perlindungan khusus.

Salah satu ketentuan yang relevan adalah Pasal 76C UU Perlindungan Anak, yang melarang setiap orang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. 

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana yang disesuaikan dengan akibat kekerasan yang dialami korban.

Jika kekerasan mengakibatkan luka berat atau kematian, ancaman pidananya menjadi lebih berat. Karena itu, penerapan pasal dalam perkara Dairi nantinya akan bergantung pada hasil penyidikan, kondisi medis korban, serta bukti lain yang dikumpulkan kepolisian.

UU Perlindungan Anak juga menegaskan kewajiban negara memberikan perlindungan khusus kepada anak korban kekerasan fisik maupun psikis.

Dengan demikian, perkara dua bocah di Dairi ini tidak hanya menjadi persoalan dugaan penganiayaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab orang dewasa dan negara dalam memastikan anak yang kehilangan pengasuhan orang tua tetap berada di lingkungan yang aman. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Mitchel Bakker resmi bergabung dengan klub kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen, setelah berpisah dengan Atalanta.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

Cayden Cole, putra mantan penyerang Timnas Inggris Carlton Cole, dikabarkan tertarik membela Timnas Malaysia pada masa mendatang.
Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memancarkan optimisme tinggi usai Skuad Garuda dipastikan tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama dua raksasa Asia ...
Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Transisi energi Asia Tenggara menghadapi tantangan jaringan listrik, baterai, pendanaan, dan regulasi. Kombinasi ini dapat dikembangkan secara modular dan
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara

Trending

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT