Bikin Geger di X, Pengakuan Anak 15 Tahun Dijual Orang Tua Ternyata Begini Faktanya
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Media sosial kembali diramaikan unggahan yang memuat pengakuan mengejutkan seorang anak perempuan berusia 15 tahun. Melalui akun X @velzuu, anak tersebut menggambarkan dirinya seolah menjadi korban perdagangan orang dan kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya.
Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian publik. Dugaan adanya anak yang diperjualbelikan oleh keluarganya tentu menjadi persoalan serius, terlebih karena menyangkut keselamatan dan perlindungan anak. Sejumlah pihak kemudian mempertanyakan kondisi sebenarnya di balik unggahan tersebut.
Polisi pun tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di dunia maya. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung melakukan penelusuran dengan mendatangi langsung kediaman keluarga anak di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (30/8/2026).
Polisi Telusuri Pengakuan Anak yang Viral di X
Penelusuran dilakukan Unit 2 Subdit IV Renakta Polda Lampung setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai unggahan akun @velzuu. Konten tersebut memuat klaim mengenai dugaan perdagangan orang serta kekerasan terhadap seorang anak.
Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan mengatakan petugas telah meminta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan narasi bahwa anak tersebut dijual orang tuanya dan mengalami kekerasan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dalam pemeriksaan, anak berusia 15 tahun itu juga mengakui bahwa akun X @velzuu merupakan miliknya. Ia menjelaskan bahwa konten atau animasi yang menggambarkan dirinya seolah-olah diperjualbelikan dan menjadi korban kekerasan memang dibuat olehnya.
Namun, menurut keterangan kepada polisi, konten tersebut tidak menggambarkan kejadian nyata sebagaimana narasi yang berkembang.
- Tangkapan layar X
"Anak ini mengaku merasa kesepian dan mengalami kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Karena itu, ia membuat konten tersebut agar mendapat perhatian dari orang lain," ujar Indra, Senin (31/8/2026).
Polisi juga menemukan bahwa akses terhadap akun tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan anak. Akun @velzuu diketahui turut diakses oleh teman daringnya.
Merasa Kesepian, Konten Dibuat untuk Mendapat Perhatian
Dari hasil wawancara, polisi menemukan persoalan lain yang menjadi latar belakang pembuatan konten tersebut. Anak itu disebut merasa kesepian dan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Load more