Gen Z dan Milenial Makin Dekat dengan Layanan Keuangan Digital, Tapi Sudahkah Bijak Menggunakannya?
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Karena itu, pendekatan edukasi yang memberikan pengalaman langsung dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan layanan keuangan kepada generasi muda.
Mereka tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi dapat memahami bagaimana sebuah layanan bekerja dan apa yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya.
Literasi Keuangan Tak Cukup Sekadar Bisa Bertransaksi
Literasi keuangan pada era digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mengetahui cara melakukan transaksi. Pengguna perlu memahami bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, membuat prioritas, menyiapkan dana darurat, serta mulai memikirkan kebutuhan finansial di masa mendatang.
Hal ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang berada dalam fase kehidupan dengan berbagai kebutuhan baru.
Mahasiswa mulai belajar mengelola uang sendiri, sementara pekerja muda mulai menghadapi biaya tempat tinggal, transportasi, gaya hidup, hingga kebutuhan investasi dan perlindungan finansial.
Di sisi lain, lingkungan digital juga menghadirkan berbagai godaan konsumsi. Promosi, transaksi satu klik, dan kemudahan pembayaran dapat membuat batas antara kebutuhan dan keinginan semakin tipis. Karena itu, kemampuan menggunakan layanan digital sebaiknya berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan keputusan finansial.
Edukasi keuangan juga perlu memperkenalkan aspek keamanan digital. Pengguna perlu berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, penipuan yang mengatasnamakan lembaga keuangan, serta kebiasaan membagikan data pribadi atau kode keamanan kepada pihak lain.
Ruang Edukasi Keuangan Digital
Gambaran mengenai pendekatan tersebut terlihat dalam Lampung Financial Festival 2026. Kegiatan yang didukung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tersebut mendapat perhatian dari kalangan generasi muda karena menggabungkan edukasi keuangan dengan pengalaman mencoba layanan digital secara langsung.
Salah satu pengunjung, Dina, mahasiswa Universitas Saburai, menilai kegiatan tersebut relevan dengan generasi Z karena dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif.
“Acaranya menarik banget, dari temanya relevan sama Gen Z. Nggak monoton, banyak booth-booth keren yang bisa dimampiri. Saya buka rekening, langsung download aplikasi wondr by BNI, registrasi, terus rekeningnya sudah langsung aktif” ujar Dina, Minggu (6/9/2026).
Selain pembukaan rekening, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah program untuk pengunjung. Di antaranya Program Payung bagi nasabah baru serta Program Be Nice untuk pembukaan rekening Taplus Muda. Ajang tersebut juga menyediakan layanan kopi dari mitra dan fasilitas pemeriksaan kesehatan melalui kerja sama dengan BNI Life.
Load more