News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:06 WIB
Ilustrasi: Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan stigma sosial, anak berkebutuhan khusus (ABK) masih menghadapi tantangan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Tidak semua anak memperoleh fasilitas pendukung, metode pembelajaran yang sesuai, maupun kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. 

Akibatnya, sebagian dari mereka berisiko tersisih dari lingkungan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak, tetapi juga kemampuan keluarga, kesiapan sekolah, serta penerimaan masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tekanan ekonomi dapat menyulitkan orang tua mengakses layanan yang dibutuhkan, sementara diskriminasi berpotensi menghambat anak untuk belajar, berinteraksi, dan membangun kepercayaan diri.

Pentingnya pendidikan inklusif juga menjadi perhatian dunia. UNESCO melalui laporan Global Education Monitoring Report 2020: Inclusion and Education – All Means All mencatat bahwa kurang dari 10 persen negara memiliki undang-undang yang membantu menjamin inklusi pendidikan secara menyeluruh. 

Laporan tersebut juga memperkirakan sekitar 40 persen negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah tidak memberikan dukungan kepada peserta didik rentan selama penutupan sekolah akibat pandemi Covid-19. Data ini memperlihatkan bahwa akses pendidikan yang setara masih menjadi pekerjaan besar di berbagai negara.

Belajar dari Amerika Serikat dan Finlandia tentang Pendidikan Inklusif

Sejumlah negara telah mengembangkan kebijakan untuk memastikan anak dengan disabilitas mendapatkan dukungan pendidikan sesuai kebutuhannya. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat Individuals with Disabilities Education Act (IDEA), undang-undang yang mengatur hak anak penyandang disabilitas yang memenuhi kriteria untuk memperoleh pendidikan publik yang sesuai.

Melalui kebijakan tersebut, anak yang berhak mendapatkan layanan pendidikan khusus dapat memiliki Individualized Education Program (IEP), yakni program pendidikan individual yang memuat kebutuhan, tujuan pembelajaran, dan layanan pendukung bagi siswa. 

Pemerintah AS mencatat bahwa pada tahun ajaran 2022–2023, lebih dari 66 persen siswa penyandang disabilitas yang tercakup dalam layanan IDEA Part B menghabiskan setidaknya 80 persen waktu sekolah mereka di kelas pendidikan umum.

Finlandia juga menerapkan sistem dukungan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan siswa. Menurut Finnish National Agency for Education, dukungan dapat berupa pembelajaran berdiferensiasi, pengajaran bersama, peningkatan aksesibilitas lingkungan belajar, hingga bantuan individual dan keterlibatan guru pendidikan khusus.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa setiap anak berhak berpartisipasi dalam kegiatan belajar bersama teman-temannya. Ketika dukungan umum belum mencukupi, siswa dapat memperoleh bantuan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan mereka.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penerimaan siswa di sekolah. Dukungan tenaga pendidik, fasilitas, keluarga, dan lingkungan sosial turut menentukan kesempatan anak untuk berkembang.

Sr. Klara Duha Mendirikan Yayasan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Nias

Di Nias, Sumatera Utara, kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus diwujudkan Sr. Klara Duha, seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi mereka agar memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan membangun masa depan.

Minimnya fasilitas pendukung, keterbatasan sumber daya, tekanan ekonomi keluarga, serta pengucilan sosial menjadi tantangan yang dihadapi sebagian anak dan keluarga. Kondisi tersebut mendorong Sr. Klara mendirikan Yayasan Karya Berkat Faomasi sebagai tempat bernaung dan ruang pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Bagi Sr. Klara, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan. Keterbatasan fisik maupun kondisi perkembangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghalangi mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

"Setiap anak memiliki potensi. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan orang-orang yang percaya pada kemampuan mereka. Sudah seharusnya setiap orang melayani Tuhan dalam diri sesama yang menderita," kata Sr. Klara Duha, Jumat (9/10/2026).

Prinsip tersebut menjadi dasar pendampingannya. Anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga kesempatan untuk mengenali kemampuan, mengembangkan bakat, dan membangun keyakinan terhadap diri sendiri.

Dengan pendekatan yang mengutamakan kasih dan penerimaan, anak-anak didorong untuk menunjukkan kemampuan masing-masing. Dukungan ini juga dirasakan keluarga yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi tantangan membesarkan anak berkebutuhan khusus.

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif
Sumber :
  • ist

Mengasah Kemampuan, Membangun Kemandirian, dan Menghapus Stigma

Dalam menjalankan misinya, Sr. Klara berfokus pada tiga hal utama, yakni pengembangan kemampuan, pembentukan kemandirian, dan pemulihan rasa percaya diri. Anak-anak diajarkan keterampilan hidup praktis agar lebih mampu menjalani aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan lingkungan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif yang ditekankan UNESCO, yakni memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar tanpa diskriminasi berdasarkan kondisi maupun latar belakangnya. 

Keragaman kemampuan seharusnya menjadi pertimbangan dalam membangun sistem pendidikan, bukan alasan untuk mengecualikan seseorang.

Namun, upaya menciptakan lingkungan inklusif tidak dapat hanya mengandalkan satu individu atau lembaga. Keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan perlu bekerja sama memperluas akses terhadap pendidikan dan layanan pendukung.

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan, melainkan individu yang memiliki kemampuan, keinginan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Perjuangan Sr. Klara Duha melalui Yayasan Karya Berkat Faomasi membawa pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. 

Inti perjuangannya adalah memastikan anak berkebutuhan khusus di Nias tidak kehilangan masa depan akibat keterbatasan fasilitas maupun stigma sosial, melainkan memperoleh pendampingan untuk membangun kemandirian, mengembangkan potensi, dan menjalani kehidupan yang bermartabat. (udn)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satu Kamar Tiap Bela Timnas Indonesia, Ternyata Dean James dan Joey Pelupessy Punya Cerita Unik Sendiri

Satu Kamar Tiap Bela Timnas Indonesia, Ternyata Dean James dan Joey Pelupessy Punya Cerita Unik Sendiri

Lahir dengan darah Indonesia, Dean James dan Joey Pelupessy sama-sama resmi menjadi WNI setelah mengambil sumpah pada Maret 2025 lalu.
Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Al Nassr vs Al Draih 3-0 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ronaldo Pembuka Keran Gol, Faris Najd Melesat ke Posisi 2

Menghadapi Al Draih dalam pertandingan pekan kedelapan Liga Pro Saudi 2026/2027, Al Nassr tampil sangat dominan di kandang sendiri pada Sabtu (10/10/2026).
Viral Ritual Memandikan Kucing di Jombang, Tradisi Turun-temurun untuk Meminta Hujan saat Kemarau

Viral Ritual Memandikan Kucing di Jombang, Tradisi Turun-temurun untuk Meminta Hujan saat Kemarau

Viral ritual memandikan kucing di Jombang, tradisi turun-temurun untuk meminta hujan saat kemarau panjang.
Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Tempat Operasional Judi Online: KSAD: Memalukan, Kami Tidak Melindungi Prajurit Seperti Itu

Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Tempat Operasional Judi Online: KSAD: Memalukan, Kami Tidak Melindungi Prajurit Seperti Itu

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan kasus rumah dinas TNI dijadikan tempat operasional judi online merupakan peristiwa yang sangat memalukan. Dia tidak akan melindungi prajurit yang terlibat kasus itu.
Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Terseret Dugaan Penipuan Emas Rugikan Korban Rp25 Miliar

Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Terseret Dugaan Penipuan Emas Rugikan Korban Rp25 Miliar

Kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak dengan sistem pre-order menyeret Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati. Totalnya mencapai sekitar Rp25 miliar.
Berbahagialah! 5 Shio Untung Besar Besok, 11 Oktober 2026: Ada Peluang Rezeki Mengalir Deras

Berbahagialah! 5 Shio Untung Besar Besok, 11 Oktober 2026: Ada Peluang Rezeki Mengalir Deras

Berikut 5 shio yang diprediksi bakal untung besar besok, 11 Oktober 2026: Ada peluang rezeki mengalir deras. Shio-mu termasuk?

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT