News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banjir Padang Berulang di Titik yang Sama, Pakar GIS Soroti Tata Ruang dan Mitigasi

Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Lapau Munggu di Kecamatan Kuranji, hingga Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo kembali terdampak. Puluhan warga terpaksa dievakuasi dari permukiman mereka. Peristiwa ini menambah daftar kejadian banjir di kawasan tersebut, setelah sebelumnya terjadi pada 27 November 2025 dan 3 Agustus 2026.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Praktisi GIS, Timtim Deby Purnasebta.
Sumber :
  • Andri

Padang Pariaman, tvOnnews.com – Banjir kembali mengepung sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Berulangnya banjir di kawasan yang sama memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas penataan ruang, sistem drainase, dan upaya mitigasi bencana. Penanganan tidak seharusnya terus berpusat pada evakuasi dan respons darurat tanpa membenahi faktor yang membuat kawasan tersebut kembali terendam.

Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Lapau Munggu di Kecamatan Kuranji, hingga Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo kembali terdampak. Puluhan warga terpaksa dievakuasi dari permukiman mereka. Peristiwa ini menambah daftar kejadian banjir di kawasan tersebut, setelah sebelumnya terjadi pada 27 November 2025 dan 3 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berulangnya kejadian di lokasi yang sama menjadi peringatan bahwa persoalan banjir perlu dilihat lebih jauh daripada tingginya curah hujan. Ketika kawasan yang sama terus terdampak, evaluasi terhadap kondisi lingkungan, kapasitas infrastruktur, dan kebijakan tata ruang menjadi kebutuhan mendesak.

Praktisi Geographic Information System (GIS) sekaligus pengamat kebencanaan dan tata ruang Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan darurat ketika banjir terus berulang.

“Ketika kawasan yang sama terus terdampak, persoalannya bukan lagi seberapa tinggi hujan yang turun, melainkan seberapa baik kota ini mengelola ruang, aliran air, dan risiko yang mengancam masyarakat,” ujar Timtim saat diwawancarai tvOnnews.com, Minggu (11/10/2026).

Menurut Timtim, curah hujan tinggi yang diprakirakan BMKG memang menjadi pemicu banjir. Namun, besarnya dampak juga dipengaruhi kondisi fisik wilayah, mulai dari tutupan lahan, kapasitas saluran air, kondisi daerah aliran sungai (DAS), hingga perkembangan permukiman di kawasan rawan.

Artinya, curah hujan tidak semestinya menjadi satu-satunya penjelasan setiap kali banjir terjadi. Pemerintah perlu menguji apakah kondisi tata ruang dan infrastruktur yang ada sudah memadai untuk menghadapi potensi banjir berulang.

Proyek Rehabilitasi Ikut Terdampak, Perlu Evaluasi Berbasis Data

Sorotan lain muncul karena banjir pada Oktober ini turut berdampak pada sejumlah lokasi proyek rehabilitasi pascabencana yang sedang berlangsung dari kejadian sebelumnya.

Kondisi tersebut, menurut Timtim, harus menjadi dasar evaluasi terhadap perencanaan pemulihan. Namun, ia mengingatkan agar dampak banjir terhadap lokasi proyek tidak langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa rehabilitasi telah gagal.

“Fakta ini harus menjadi pintu masuk evaluasi, bukan kesimpulan terburu-buru bahwa rehabilitasi gagal. Pertanyaan mendasarnya: apakah pekerjaan pemulihan tersebut sudah memperhitungkan kemungkinan kejadian berulang dan kondisi lingkungan sekitarnya? Memulihkan kondisi setelah bencana itu tidak selalu sama dengan mengurangi risiko bencana berikutnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti persoalan mendasar dalam pemulihan pascabencana: apakah pekerjaan yang dilakukan hanya mengembalikan kondisi fisik seperti semula atau sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana berikutnya?

Pertanyaan itu penting dijawab melalui pemeriksaan teknis dan evaluasi lapangan. Sebab, keberadaan proyek rehabilitasi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa risiko banjir telah berkurang. Sebaliknya, banjir yang kembali terjadi juga tidak otomatis membuktikan kegagalan proyek. Diperlukan data untuk mengukur efektivitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan.

Timtim juga mengingatkan bahwa pembangunan yang telah sesuai izin atau peruntukan ruang belum tentu bebas dari risiko apabila aspek teknis hidrologi tidak diperhitungkan secara memadai.

Karena itu, evaluasi tidak cukup dilakukan dengan memeriksa kelengkapan perizinan. Kondisi daerah aliran sungai, kemampuan drainase menampung limpasan air, perubahan tutupan lahan, serta perkembangan permukiman di wilayah rawan juga perlu diperiksa.

Jangan Tunggu Banjir Berikutnya untuk Memetakan Risiko

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Timtim mendorong Pemerintah Kota Padang memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) sebagai instrumen analisis dan pengambilan keputusan, bukan sekadar alat untuk menghasilkan peta visual.

Melalui GIS, data elevasi, kemiringan lereng, jaringan sungai, tutupan lahan, dan riwayat titik genangan dapat diintegrasikan serta divalidasi melalui survei lapangan. Data tersebut dapat membantu pemerintah mengenali pola banjir dan menentukan kawasan yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.

“Langkah mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah menyusun Peta Kejadian Banjir Berulang. Dengan membandingkan data kejadian November 2025, Agustus 2026, dan Oktober 2026, kita bisa melihat pola presisi kawasan mana yang paling rentan,” ungkap Timtim.

Peta tersebut, lanjutnya, dapat menjadi dasar penyusunan Peta Prioritas Intervensi. Dengan begitu, alokasi anggaran dan perbaikan infrastruktur dapat diarahkan berdasarkan tingkat kerawanan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Pendekatan berbasis data juga diperlukan untuk menghindari penanganan yang hanya bersifat parsial. Banjir tidak selalu mengikuti batas administrasi kecamatan atau kelurahan. Karena itu, persoalan aliran air, kapasitas sungai, dan sistem drainase perlu ditangani dengan mempertimbangkan keterkaitan antarwilayah.

Timtim menilai evaluasi harus mencakup inventarisasi kawasan yang berulang kali dilanda banjir, pemeriksaan kapasitas sungai dan drainase, peninjauan kesesuaian pembangunan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta penataan lintas kecamatan dan kelurahan.

Keselamatan Warga Harus Menjadi Ukuran Keberhasilan Tata Ruang

Berulangnya banjir juga menegaskan pentingnya menempatkan keselamatan masyarakat sebagai tolok ukur utama kebijakan tata ruang dan mitigasi bencana. Kesiapsiagaan warga memang dibutuhkan, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam mengurangi risiko melalui kebijakan dan perencanaan yang terukur.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan, persoalannya bukan hanya bagaimana menyelamatkan diri ketika air mulai naik. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa risiko yang sama tidak terus berulang tanpa evaluasi dan perbaikan yang memadai.

Timtim mengingatkan bahwa keberhasilan tata ruang tidak cukup dinilai dari ketertiban dokumen perizinan atau kecepatan pemulihan aktivitas masyarakat setelah banjir. Yang lebih mendasar adalah kemampuan kebijakan tersebut melindungi warga dari paparan risiko bencana.

“Keberhasilan tata ruang itu bukan hanya diukur dari tertibnya dokumen izin lahan atau seberapa cepat aktivitas warga pulih pascabanjir. Ukuran utamanya adalah kemampuannya melindungi dan mengurangi paparan risiko bencana bagi masyarakat,” pungkas Timtim.

Banjir yang kembali terjadi di titik-titik terdampak sebelumnya menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk menguji efektivitas tata ruang, infrastruktur pengendali air, dan program pemulihan pascabencana. Tanpa evaluasi berbasis data dan tindak lanjut yang terukur, penanganan berisiko terus berputar pada pola yang sama: banjir terjadi, warga dievakuasi, kemudian kawasan kembali menghadapi ancaman serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Pelajar Meriahkan Kejuaraan E-Sport Pelajar DKI Jakarta 2026

Ribuan Pelajar Meriahkan Kejuaraan E-Sport Pelajar DKI Jakarta 2026

Ajang Kejuaraan E-Sport Pelajar DKI Jakarta 2026 berlangsung di GOR Mampang, Jakarta Selatan pada Minggu (11/10/2026).
Di Hadapan Presiden Mesir El-Sisi, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Dukung Penuh Hak Air Sungai Nil

Di Hadapan Presiden Mesir El-Sisi, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Dukung Penuh Hak Air Sungai Nil

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas menyuarakan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya Pemerintah Mesir dalam mengamankan hak atas kedaul
Hasil Super League 2026-2027: Persib Bangkit dan Amankan Poin Usai Tahan Imbang Dewa United 2-2

Hasil Super League 2026-2027: Persib Bangkit dan Amankan Poin Usai Tahan Imbang Dewa United 2-2

Hasil Super League 2026-2027 antara Persib Bandung vs Dewa United, Minggu (11/10/2026). Maung Bandung menunjukkan semangat juang tinggi meski sempat tertinggal.
Masalah dengan Ruben Onsu Tak Kunjung Kelar, Sarwendah Lelah Karakternya Dihancurkan: Saya Tidak Diam

Masalah dengan Ruben Onsu Tak Kunjung Kelar, Sarwendah Lelah Karakternya Dihancurkan: Saya Tidak Diam

Sarwendah Tan merasa karakternya hancur lebur setelah menghadapi beragam tudingan di tengah konflik pribadinya dengan Ruben Onsu yang tidak kunjung selesai.
Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda

Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda

Menbud Fadli Zon dorong Pencak Silat mendunia lewat festival budaya internasional di Belanda, sekaligus memperkuat dukungan agar masuk Olimpiade.
Tiga Siswa SMK Pembawa Sajam yang Sebabkan Dua Pelajar SMP Tewas di Alam Sutera Diringkus Polisi

Tiga Siswa SMK Pembawa Sajam yang Sebabkan Dua Pelajar SMP Tewas di Alam Sutera Diringkus Polisi

Polisi menerangkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat rombongan SMP 34 Kota Tangerang selesai menonton pertandingan futsal

Trending

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Kabar bahagia untuk volimania tanah air karena KOVO Cup 2026 bisa disaksikan di layar kaca Indonesia. Para penggemar pun bisa menyaksikan aksi Megawati Hangestri.
Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Media sosial dihebohkan dengan kasus bullying yang terjadi di Universitas Telkom yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kedua pelaku kini kena sanksi
Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Berikut cara nonton live streaming KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya di turnamen pramusim sebelum Hyundai Hillstate dan keenam klub lainnya tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti

Polri Mutasi Pati dan Pamen Besar-besaran, 199 Personel dalam Jabatan Strategis Berganti

Tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, yang ditandatangani oleh AS SDM Kapolri, Irjen Pol Deni Dharma Pala.
Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment Universitas Telkom Ratri Wahyuningtyas menjelaskan motif pelaku melakukan bullying ke teman asramanya.
Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Kapten Hyundai Hillstate Kim Da-in tak kuasa menahan tawa setelah melihat partnernya musim depan Megawati Hangestri bernafsu ambil trofi KOVO Cup dan V-League.
Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Diproyeksikan Langsung Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi PIala Dunia 2030

Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Diproyeksikan Langsung Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi PIala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tampaknya mendapatkan kabar baik jelang Kualifikasi Piala Dunia 2030. Sebab, skuad Garuda diharapkan langsung tampil di putaran kedua.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT