Rekam Jejak Prof. Yasir Nasution di Dunia Pendidikan Islam, Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara yang Tutup Usia
- UIN Sumatera Utara
Pada 1979–1983, Prof. Yasir Nasution menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Syariah IAIN Sumatera Utara.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu tahap awal perjalanan kepemimpinannya di lingkungan perguruan tinggi.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Syariah pada 1988–1996. Dalam posisi ini, ia turut menjalankan tanggung jawab pengelolaan fakultas dan pengembangan pendidikan di bidang keilmuan syariah.
Karier akademiknya kemudian berlanjut sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara pada 1995–1997.
Tidak berhenti di situ, pada 1997–2001, ia dipercaya mengemban jabatan Pembantu Rektor Bidang Akademik.
Posisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan berbagai kegiatan akademik di lingkungan kampus.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal ketika Prof. Yasir Nasution dipercaya memimpin IAIN Sumatera Utara sebagai rektor.
Nama Prof. Yasir Nasution semakin dikenal setelah dipercaya menjadi Rektor IAIN Sumatera Utara pada periode 2001–2009.
Selama dua periode kepemimpinannya, ia menjadi bagian dari perjalanan perkembangan institusi pendidikan Islam tersebut.
Sebagai pimpinan perguruan tinggi, tanggung jawab rektor tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga pengelolaan kelembagaan, pengembangan akademik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Pengalaman sebelumnya sebagai Wakil Dekan, Dekan, Direktur Pascasarjana, dan Pembantu Rektor Bidang Akademik menjadi bagian dari rekam jejak yang mengiringi masa kepemimpinannya.
IAIN Sumatera Utara sendiri kemudian berkembang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan.
Kepergian Prof. Yasir Nasution mendapat perhatian dari pimpinan dan civitas akademika UIN Sumatera Utara Medan.
Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan bahwa almarhum bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga sosok guru dan orang tua yang memberikan keteladanan bagi lingkungan kampus.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Civitas akademika UIN Sumatera Utara Medan berduka sedalam-dalamnya atas kepulangan guru, orang tua, sekaligus teladan kami, Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution. Beliau bukan sekadar akademisi sejati, melainkan sosok penuntun moral dan intelektual yang meletakkan pilar-pilar penting transformasi kampus ini,” tutur Prof. Nurhayati dalam keterangannya dikutip dari uinsu.ac.id, Senin (2/11/2026).
Load more