GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yayasan Pendidikan Pencawan Dualisme, Ricuh Sampai Dinas Pendidikan Sumut

Dualisme Yayasan Pendidikan Pencawan, Ricuh Sampai Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cerdas, mendobrak paksa pintu Kantor Dinas Pendidikan Sumut
Jumat, 24 Juni 2022 - 18:52 WIB
Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Cerdas di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumut
Sumber :
  • Tim tvOne/Ahmidal Yauzar Hutagalung

Medan, Sumatera Utara - Dualisme Yayasan Pendidikan Pencawan, Ricuh Sampai Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cerdas, mendobrak paksa pintu Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jalan Cik Ditiro Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/06/2022).

Masa yang sempat dilarang masuk oleh petugas kantor Dinas Pendidikan, menuntut Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan permaslahan Dualisme Yayasan Pencawan yang dianggap merugikan alumni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masa Aliansi Masyarakat Cerdas yang berhasil masuk ke Kantor Dinas Pendidikan terus bersorak dengan seruan

" copot si lasro sekarang juga," teriaknya.

Melihat kondisi mulai memanas, selang beberapa waktu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut terlihat menjumpai masa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Lasro Marbun saat dimintai keteranganya di ruang kerjanya mengatakan akan menindaklanjuti laporan dari Aliansi Masyarakat Cerdas.

"Ini akan kami tuntaskan sesuai kewenangan Dinas Pendidikan yang membina pendidikan menengah kusus di Sumut. Saya akan rapatkan internal Dinas Pendidikan dan selanjutnya akan mengundang pihak yayasan, serta mengundang masyarakat yang berjuang atas haknya tadi," jelasnya.

Lasro Marbun menambahkan bahwa jangan ada masyarakat yang menjadi korban pendidikan. Ia juga mengeaskan,  pendidikan harus sah secara hukum.

"Pendidikan kita harus tetap berjalan, terlindungi dan ada kepastian hukum. Tidak boleh satupun rugi dikarenakan pendidikan yang tidak pasti. Pendidikan itu harus sah secara hukum, pasti secara aturan dan bisa dibultikan secara fakta," tegasnya.

"Saya juga tidak tau bagaimana kejelasan ijazah saya. Saya meminta bantuan Aliansi Masyarakat Cerdas agar bisa kekuar ijazah saya," ungkap Hatta alumni Pencawan School yang telah tamat pada tahun 2022.

Perubahan akta pendirian yayasan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Masty Pencawan dinilai telah menyalahi aturan dan ketentuan Undang-undang. 

Ketua Yayasan Masty Pencawan dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan akta otentik sesuai dengan pasal 263 dan 266 KUHPidana.

Dugaan kasus pemalsuan akta Yayasan Pencawan / Pencawan School telah dilaporkan oleh Risona Pencawan ke Polda Sumut sejak Tahun 2020, sesuai Nomor: LP/1474/VIII/2020/SUMUT/SPKT II, pada tanggal 7 Agustus 2020.

Kordinator Aksi, Agus P. Aruan, memaparkan bahwa saat ini Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan sedang dalam proses hukum di Polda Sumatera Utara dalam kasus dugaan pemalsuan surat dan akte otentik yayasan tersebut.

Dugaan tersebut dilatar belakangi dengan permasalahan Yayasan Pendidikan Nasional Pencawan Medan saat ini sudah berubah nama  menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Kami mengingatkan seluruh adik- adik kami yang bersekolah di Pencawan School terutama masyarakat Medan Tuntungan  khususnya warga Kota Medan agar lebih teliti dan jeli memilih sekolah. Perlu kami sampaikan saat ini bahwa awal sekolah ini dikelola Yayasan Pendidikan Nasional Pencawan Medan, tapi saat ini sudah  menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Masty Pencawan Medan. Dan perubahan ini  masih dalam proses hukum di Polda Sumatera Utara ,” tutupnya. (Ayr/Aag)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BNPB Kerahkan Satu Unit Helikopter Pasca Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Kerahkan Satu Unit Helikopter Pasca Gempa M 7,7 di NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter pasca gempa magnitudo 7,7 guncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Pusat
Beda Nasib Zhong Hui dan Megawati Hangestri di Red Sparks, Megatron Butuh Dua Musim Untuk Bisa Dapatkan Ini

Beda Nasib Zhong Hui dan Megawati Hangestri di Red Sparks, Megatron Butuh Dua Musim Untuk Bisa Dapatkan Ini

Pemain kuota Asia Red Sparks di Liga Voli Korea musim ini, Zhong Hui, bernasib lebih baik dibanding Megawati Hangestri pada awal kariernya di negeri ginseng.
Gus Hans Ingatkan Marwah Rais Aam PBNU: Jangan Direduksi Jadi “Paket Istana”

Gus Hans Ingatkan Marwah Rais Aam PBNU: Jangan Direduksi Jadi “Paket Istana”

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), perbincangan mengenai arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat.
Cara Apple 'Tekan' Harga demi iPhone 18 Pro Tak Terlalu Mahal

Cara Apple 'Tekan' Harga demi iPhone 18 Pro Tak Terlalu Mahal

Isu mengenai lonjakan harga selangit jelang peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mulai menemui titik terang. Apple dilaporkan sukses melancarkan ... -
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolda NTT Serahkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Sikka

Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolda NTT Serahkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Sikka

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka ditunjukkan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko dengan menyalurkan 100
Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Percepatan pemanfaatan TKD dinilai semakin mendesak karena Nagan Raya telah memasuki musim tanam dan sejumlah lahan sawah rusak masih dalam fase pemulihan.

Trending

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang wilayah Nusa tenggara Timur (NTT). Gempa pun terasa hingga Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Media sosial dihebohkan dengan berbagai foto dan video, memperlihatkan kondisi setelah gempa di NTT.
Polda NTT Turun Tangan Pascagempa M7,7, Lakukan Pendataan dan Pengamanan di Manggarai Timur

Polda NTT Turun Tangan Pascagempa M7,7, Lakukan Pendataan dan Pengamanan di Manggarai Timur

Pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, khususnya Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (15/8) dini hari, menuai reaksi maksyarakat
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko: Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko tegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores
Fakta Baru Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung Terungkap dalam Rekontruksi, Ternyata Pelaku...

Fakta Baru Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung Terungkap dalam Rekontruksi, Ternyata Pelaku...

Tersangka yang merupakan pengemudi mobil inisial A dan dua orang saksi dari TNI, yakni Prada A dan Prada V hadir. Sebanyak 38 adegan diperagakan.
Presiden Prabowo Beri Angin Segar Buat John Herdman, Timnas Indonesia Bisa Makin Bertabur Diaspora

Presiden Prabowo Beri Angin Segar Buat John Herdman, Timnas Indonesia Bisa Makin Bertabur Diaspora

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka peluang terjadinya perombakan besar dalam kebijakan kewarganegaraan nasional. Skuad Timnas Indonesia jadi -
Berkah Buat Timnas Indonesia? Menerka Dampak Wacana Presiden Prabowo soal Kewarganegaraan Ganda

Berkah Buat Timnas Indonesia? Menerka Dampak Wacana Presiden Prabowo soal Kewarganegaraan Ganda

Wacana kewarganegaraan ganda terbatas di Indonesia berpotensi bawa perubahan bagi sepak bola nasional. Jika diterapkan, Timnas Indonesia bisa mendapat berkah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT