News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 PNS di Palembang Jadi Saksi Kasus Gratifikasi AKBP Dalizone Sebesar Rp10 Miliar

Lima (5) PNS dihadirkan jadi saksi kasus gratifikasi AKBP Dalizon sebesar Rp10 Miliar, di Pengadilan Negeri (PN) Palembang,
Kamis, 28 Juli 2022 - 20:26 WIB
5 PNS di Palembang Jadi Saksi Kasus Gratifikasi AKBP Dalizone Sebesar Rp10 Miliar
Sumber :
  • tim tvone/Pebri

Palembang, Sumatera Selatan – Lima (5) PNS dihadirkan jadi saksi kasus gratifikasi AKBP Dalizon sebesar Rp10 Miliar, di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (28/7/2022). Kelima saksi tersebut di antaranya PNS Dinas PUPR Muba, yakni Bramrizal, Ahmad Fadli, Irfan dan Said Kurniawan. Sementara untuk satu saksi Hadi Candra bukan PNS. 

Kemudian, selaku Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR, Bram  mengakui, pihaknya menyerahkan uang sebesar Rp10 miliar atas permintaan terdakwa Dalizon, di hadapan Hakim Mangapul Manalu, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Permintaan uang sebesar Rp10 miliar itu, berawal saat dia pertama kali dipanggil oleh penyidik krimsus Polda Sumsel untuk diklarifikasi terkait adanya pengaduan masyarakat (Dumas) terkait adanya kegiatan proyek di Muba yang bermasalah,” pungkasnya.

"Saat itu saya mendapat panggilan dari penyidik untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait adanya Dumas soal proyek bermasalah yang ditangani Polda Sumsel. Saat diperiksa penyidik bernama Erlando saya disarankan agar menjalin komunikasi dengan terdakwa Dalizon yang saat itu menjabat Kasubdit yang mulia," beber saksi Bram.

Ia juga mengakui, bahwa Kepala Dinas PUPR, Herman Mayori mengetahui dia dan rekannya para Kabid diperiksa penyidik. 

"Saya bingung belum apa-apa pemeriksaan, saya diarahkan untuk bersilaturahmi dengan Dalizon, padahal baru dimintai klarifikasi," jelasnya. 

Masih dijelaskan saksi Bram, setelah berkomunikasi dengan terdakwa Dalizon, meminta agar menyampaikan kepada Herman Mayori agar membagikan ‘kue’ (fee proyek) 1 persen dari nilai keseluruhan proyek Rp500 miliar.

"Masalah di proyek bisa dicari-cari, yang penting komunikasi. Jangan serakah makanya kue itu dibagi-bagi. Kamu sampaikan ke Herman Mayori, bagi-bagilah kue itu dari nilai proyek 500 miliar, satu persen dibagikan ke sini hanya Rp5 miliar," ungkap Bram menurunkan permintaan Dalizon.

Bram menjelaskan, setelah permintaan Dalizon disampaikan ke Herman Mayori pihaknya meminta waktu untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Kalau tidak dipenuhi, bisa jadi tersangka kita, kata Herman Mayori kepada saya yang mulia," ujarnya.

Kemudian Bram menceritakan, selang dua hari dia ditelpon oleh Dalizon untuk datang ke Polda Sumsel.

"Saat saya datang ke Polda, disana ada penyidik bernama Salupen memperlihatkan daftar kegiatan proyek yang sedang ditangani Polda. Dari daftar proyek senilai 100 miliar, Salupen meminta 5 miliar untuk pengamanan proyek agar tidak ada lagi yang memeriksa karena sudah diamankan Polda Sumsel, akhirnya disetujui permintaan uang 10 miliar, 5 miliar untuk perkara yang sedang ditangani dan 5 miliar untuk pengamanan," jelasnya.

Masih dikatakan Bram, Dalizon memberikan waktu satu bulan agar uang 10 miliar dalam bentuk rupiah diserahkan kepada seorang bernama Hadi Chandra.

"Dalizon memberikan waktu kepada kami untuk menyiapkan 10 miliar selama satu bulan. Kemudian uang itu saya serahkan dua tahap yakni, 6,5 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika serta 3,8 miliar dalam bentuk rupiah kepada Hadi Chandra atas permintaan Dalizon. Setelah uang tersebut dipenuhi, penyidikan proyek-proyek di Muba langsung dihentikan," ungkap Bram.

Saat ditanya majelis hakim dari mana sumber uang tersebut, Bram mengaku dari para Kabid-kabid di Dinas PUPR yang mengumpulkannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari para Kabid-kabid yang mengumpulkan uang tersebut dengan cara meminjam kepada rekanan atas perintah Herman Mayori yang mulia," tutupnya (Peb/Aag)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pabrik Obat Ilegal di Sukoharjo Dibongkar, Polisi Temukan Bahan Baku untuk 492 Juta Butir

Pabrik Obat Ilegal di Sukoharjo Dibongkar, Polisi Temukan Bahan Baku untuk 492 Juta Butir

Polda Metro Jaya membongkar dua pabrik obat ilegal di Sukoharjo, menyita 7,8 juta butir tramadol dan trihexyphenidyl serta 69,27 ton bahan baku. Ternyata itu..
Punya Poin yang Sama, Pelatih Madura United Jamin Laga Vs Persib Berjalan Menarik

Punya Poin yang Sama, Pelatih Madura United Jamin Laga Vs Persib Berjalan Menarik

Pelatih Madura United, Jose Gomes memprediksi pertandingan lanjutan Super League 2026-2027 antara timnya melawan Persib Bandung akan berjalan dengan menarik. 
Mangkir Panggilan KPK, Nusron Wahid ke Singapura Lewat Pelabuhan di Batam

Mangkir Panggilan KPK, Nusron Wahid ke Singapura Lewat Pelabuhan di Batam

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) membenarkan lawatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ke Singapura. Saat dikonfir
Viral Mobil Bakpao Tembus Kerumunan Massa di Milan, Kenapa Italia Gunakan Yaris untuk Jadi Mobil Polisi?

Viral Mobil Bakpao Tembus Kerumunan Massa di Milan, Kenapa Italia Gunakan Yaris untuk Jadi Mobil Polisi?

Yaris yang dikenal dengan nama mobil bakpao ini keluar dari kerumunan massa demonstrasi yang mencoba melempar segala benda ke arah mobil.
Link Live Streaming Borneo FC Vs Tainan City FC Malam Ini, Pesut Etam Selangkah Lagi ke Perempat Final

Link Live Streaming Borneo FC Vs Tainan City FC Malam Ini, Pesut Etam Selangkah Lagi ke Perempat Final

Link live streaming Borneo FC vs Tainan City FC malam ini, Rabu 21 Oktober 2026. Simak jadwal kick-off, siaran TV, dan peluang Pesut Etam lolos delapan besar.
FIFA Belum Terima Calon Penantang Presiden, Gianni Infantino PDKT dengan AFC

FIFA Belum Terima Calon Penantang Presiden, Gianni Infantino PDKT dengan AFC

FIFA membuka pendaftaran calon Presiden FIFA hingga November 2026 sebelum akhirnya dilakukan pemilihan pada Maret 2027. Namun belum ada satu nama pun yang resmi mendaftar sebagai penantang Gianni Infnatino.

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi resmi meluncurkan Pajero terbaru di Thailand dan menyiapkan ekspansi ke 100 negara. Lantas, kapan SUV legendaris ini akhirnya dijual di Indonesia?
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus anak mutilasi hingga rebus ayahnya sendiri di Brebes, Jawa Tengah. Anak itu mengaku merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari sebelum dibuang ke Sungai Kluwut. Sementara itu, tulang belulang ayahnya dibakar hingga menjadi abu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT