GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Karet di Tapsel Turun Drastis, Petani Mengeluh Karena Omzet Berkurang

Harga karet di Tapsel, Sumatera Utara (Sumut), turun drastis hingga mencapai 40 persen. Hal itu membuat Petani Karet Rakyat mengeluh karena omzet
Sabtu, 3 September 2022 - 11:13 WIB
Petani Karet di Kecamatan Angkola Muara Tais
Sumber :
  • tim tvone/Dedi Harianto

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara - Harga karet di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), turun drastis hingga mencapai 40 persen. Hal itu membuat Petani Karet Rakyat mengeluh karena omzet berkurang. 

Satu di antaranya, petani karet warga Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais, Cain Harahap membeberkan, turunnya harga karet ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Ia juga sebutkan, bahwa harga karet biasanya Rp10 ribu per Kilogram, kini hanya Rp6.000 per Kg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Turun drastis dua pekan ini. Biasanya kita jual Rp10 ribu per Kilogram, sekarang cuma Rp.5.000 sampai Rp6.000 ribu rupiah kita jual ke pengumpul," ujar petani karet warga Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais, Cain Harahap (40) kepada tvonenews.com, Sabtu (3/9/2022).

Selain Can Harahap, petani karet lainnya Cakwar Lubis (41) juga merasakan dampak penurunan harga karet rakyat ini. 

"Penghasilan kita jelas berkurang dengan harga seperti ini" ujar Cakwar sedih.

Menurut Cakwar Lubis Sebelum harga karet turun, dengan luas kebun karet setengah hektar dan jumlah pohon karet 200 batang, Cakwar bisa menghasilkan 50 hingga 60 Kilogram getah kering per minggu.

Seharusnya, dengan harga Rp10 ribu per Kilogram, Cakwar bisa memperoleh Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per minggu. Namun, dengan harga saat ini yang hanya 5 hingga Rp6.000 per Kilogram, Cakwar hanya memperoleh Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per minggunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jelas berdampak sama kita Bang, Beratlah biaya hidup keluarga dan juga biaya keperluan sekolah anak anak," lanjut Cakwar.

Petani karet rakyat berharap, agar harga karet kembali ke kisaran Rp 10 ribu rupiah per kilogram. Apalagi saat musim hujan seperti saat ini, aktivitas petani akan berkurang karena karet tidak bisa di sadap. (Dho/Aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Kementerian PU Bangun Huntara untuk Warga Rel Kereta, Fokus Pada Aceh

Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api dengan target sekitar 1.000 unit. 
Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Suara Hati Istri Netanyahu Curhat Anaknya Dibully Gegara Kelakuan sang Ayah, Desak Stop Perundungan ke Dunia

Istri Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu mendesak dunia menghentikan perundungan atau bullying lewat perlindungan untuk anak-anak.
PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal alasan adanya penghargaan PSSI Awards 2026 di dunia sepak bola tanah air.
Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Potensi konflik internal mulai membayangi Napoli setelah striker andalannya, Romelu Lukaku, belum kembali ke klub usai menjalani jeda internasional bersama Belgia.
Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Analis politik senior, Boni Hargens menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga sekitar dalam suasana Lebaran 20026 atay Idulfitri 1447 Hijriah di kediamannya Rumah Perdamaian di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026).

Trending

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Aktris Arya Saloka harus mengakui dirinya mengalami trauma pernikahan. Itu terjadi akibat rumah tangganya dengan Putri Anne hancur setelah bercerai pada 2025.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT