GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasca OTT Kadis Pendidikan Bengkulu Utara, 10 Kontraktor Diperiksa Penyidik Tipidkor Polda Bengkulu

Pasca Kepala Dinas dan Kepala Sesi Dinas Pendidikan Bengkulu Utara terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada beberapa waktu lalu, penyidik subdit tindak pidana korupsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu memeriksa 10 orang pelaksana kegiatan atau kontraktor
Rabu, 16 November 2022 - 18:08 WIB
Para Saksi saat menjalani Pemeriksaan di ruang Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bengkulu
Sumber :
  • Tim TvOne/ Miko

Bengkulu - Pasca Kepala Dinas dan Kepala Sesi Dinas Pendidikan Bengkulu Utara terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada beberapa waktu lalu, penyidik subdit tindak pidana korupsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu memeriksa 10 orang pelaksana kegiatan atau kontraktor yang diduga menjadi korban permintaan fee proyek dari kedua Aparatur Sipil Negara tersebut.

Dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bengkulu, Kombespol. Dodi Ruyatman para kontraktor ini diperiksa sebagai saksi dalam melengkapi berkas perkara kedua orang tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan, yakni KM dan SA.
"Hanya dimintai keterangan saja, guna melengkapi berkas perkara," terang Kombespol. Dodi Ruyatman kepada tvonenews.com, Rabu (16/11/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diungkapkan salah satu Kontraktor dari CV Arun Nasalindo Putra, pihaknya pada proses pencairan diminta oleh kedua tersangka untuk menyerahkan sejumlah uang, jika tidak proses pencairan akan tersendat. Karena nilai proyek yang hanya 75 jutaan rupiah pihaknya tidak memenuhi permintaan keduanya.

"Dipaksa harus menyerahkan uang, jika tidak berkas tidak ditandatangani. Nilai kontrak kami kecil hanya dikisaran 75 jutaan rupiah, dan diminta uang sejumlah Rp10 juta. Kalo kontraktor yang lain bervariasi yang diminta," ungkap Dn (arasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya).

Jual Sapi Untuk Penuhi Permintaan Oknum Kadis Pendidikan

Dalam perkara permintaan paksa yang dilakukan oknum Kadis dan Kasi Dinas Pendidikan kabupaten Bengkulu Utara ini, salah satu Kontraktor yakni Ferdiansyah harus menjual sapi untuk memenuhi permintaan dari kedua tersangka. Dirinya diminta oleh kedua tersangka untuk menyerahkan uang senilai Rp 20 juta agar proses pencairan proyek dapat ditandatangani dan dicairkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya diminta oleh pak SA uang senilai Rp 20 juta jika mau mendapat tandatangan berikut pencairan, karena mendesak akhirnya saya terpaksa menjual sapi seharga Rp 10 juta, uang tersebut diambil pak SA dan diserahkan ke pak KM," cerita Ferdiansyah.

Sebelumnya Tim Penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kamis (10/11/2022) sore mengamankan 5 orang dalam OTT di kantor Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, 2 di antaranya KM selaku Kepala Dinas Pendidikan dan SA Kasi Sarana dan Prasarana. Kedua ASN ini diduga meminta uang fee atas proyek di lingkungan Disdik Bengkulu Utara dengan ancaman jika tidak memberikan akan mempersulit proses pencairan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sempat dihadapi momen lucu perkara mimbar dan layar error saat presentasi data di acara Musrenbang RKPD 2027.
Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Kondisi Jay Idzes kembali menjadi sorotan jelang laga penting Sassuolo kontra Lecce di Serie A. Media Italia akui peran bek Timnas Indonesia sulit digantikan.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Begini nasib dari ratusan santri dan santriwati Ponpes Ndholo Kusumo yang ditutup Kemenag RI setelah pengasuhnya yaitu Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka.
Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.

Trending

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT