News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ujian Praktik SIM C, Polres Bantul Buat Lintasan Baru dan Tinggalkan Lintasan Zigzag

Polres Bantul berupaya meningkatkan kompetensi pengendara dalam ujian praktik SIM. C dengan membuat lintasan baru dan meninggalkan pola  zig-zag serta angka 8.
Selasa, 27 Juni 2023 - 15:46 WIB
Petugas memberi contoh uji SIM C di lintasan baru tanpa ada jalur zig-zag dan angka 8.
Sumber :
  • tim tvOne - Santosa Suparman

Bantul, tvOnenews.com - Angka kecelakaan kendaraan bermotor yang melibatkan kendaraan roda dua di wilayah Bantul Yogyakarta cukup tinggi. Untuk itu, Polres Bantul berupaya meningkatkan kompetensi pengendara ketika mereka mengikuti ujian praktik SIM. Pada ujian praktik SIM C,  lintasan baru dibuat dan meninggalkan pola lintasan zig-zag serta angka 8.  Meskpun begitu, konsep baru ini belum mendapatkan persetujuan Mabes Polri dan masih menunggu kajian akademik.

Wakapolda DIY, Brigjen Raden Slamet Santoso mengatakan, ada alasan mengapa Polres Bantul mengusulkan konsep ini, yaitu tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan roda dua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kedua, perubahaan pelaksanaan ujian teori SIM yang sebelumnya teksbook menjadi Audio Video Integrated System (AVIS), ternyata selama ini belum disinkronkan dengan ujian praktik. Materi di ujian praktik yang banyak dikeluhkan adalah lintasan zig-zag dan angka 8,” ungkap Wakpolda DIY.

Dengan penyinkronan ujian teori dan praktik SIM ini, maka satu rangkaian ujian yang meliputi lima item sudah terpenuhi. Lima item tersebut yaitu keseimbangan berkendara, keterampilan, pengetahuan, aksi reaksi, dan perilaku berkendaraan.

“Dalam konsep baru ini,  lintasan zig-zag dan angka 8 kita skip. Ini sudah mewakili uji keseimbangan, reaksi, dan perilaku pengendara. Ini yang pertama di Indonesia. Nantinya, jika sudah mendapatkan persetujuan akan kita perluas di DIY dan bisa menjadi contoh nasional,” tegas Brigjen Slamet.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menjelaskan bahwa konsep ini diajukan setelah pihaknya melakukan kajian pada angka kecelakaan yang setiap tahunnya mencapai 1.500 kejadian. Dari jumlah tersebut, 51 persen di antaranya melibatkan pengendara roda dua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penyebab kecelakaan lalu lintas didominasi oleh perilaku pengendara, kurangnya konsentrasi, dan kecerobohan. Ini yang mendasari kami mengubah konsep ujian praktik. Di ujian teori mengajarkan tentang rambu dan marka jalan, tapi di teori lebih ke keterampilan dengan melewati lintasan zig-zag dan angka 8,” jelas Kapolres.

Jalur lintasan ujian memiliki panjang 107 meter dengan durasi tempuh satu menit, Kapolres menyatakan pihaknya telah menyesuaikan materi ujian dengan kondisi jalanan di Bantul maupun DIY, yaitu ada pemberhentian lampu merah, keseimbangan melintasi jalan kecil, putar balik, pemahaman tentang jalur cepat dan lambat, serta keterampilan dalam reaksi rem mendadak.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh
Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api untuk periode arus balik H+1 Lebaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Ini jadwal lengkap pemesanan tiket arus balik
Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia bagikan pengalamannya tentang bahaya membuka M-Banking lewat WiFi publik. Ia mengingatkan risiko pencurian data hingga penyusupan akun.
esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

Michael Carrick sangat terbuka untuk menyambut Marcus Rashford kembali ke Manchester United. Namun, Rashford telah memberi tahu Barcelona bahwa ia tidak berniat

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT