News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Bekuk Dua Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Yogyakarta

Dua komplotan pencuri spesialis rumah kosong berhasil diamankan polisi usai beraksi di dua lokasi wilayah Kota Yogyakarta dengan kerugian mencapai Rp 87,5 juta. 
Jumat, 2 Agustus 2024 - 15:47 WIB
Lima pelaku pencurian spesialis rumah kosong dihadirkan saat rilis kasus di Polresta Yogyakarta, Jumat (2/8/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Dua komplotan pencuri spesialis rumah kosong berhasil diamankan polisi usai beraksi di dua lokasi wilayah Kota Yogyakarta dengan kerugian mencapai Rp 87,5 juta. 

Dari dua komplotan itu, polisi mengamankan lima orang tersangka. Adapun, empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Darma mengatakan, lokasi pencurian pertama terjadi di Jalan Timoho II, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (14/7/2024) malam. Ketika si pemilik pulang ke rumah mendapati bahwa pagar yang sebelumnya terkunci telah terbuka dan di depan pintu rumah terdapat tas hitam serta ada pot bunga yang jatuh.

Kemudian, dia curiga dan mengecek lemari yang di dalamnya terdapat brankas ukuran 40×30 cm berisi perhiasan, uang tunai sejumlah Rp 4 juta, sertifikat tanah dan 4 buah jam tangan sudah tidak ada. Atas kejadian tersebut, kerugian sekitar Rp 85 juta.

Sedangkan lokasi kedua terjadi di Jalan Jayeng Prawiran, Pakualaman, Kota Yogyakarta pada Selasa (30/7/ 2024) siang. Pemilik rumah mendapat telepon bila ada beberapa orang yang masuk rumah.

Kemudian, korban menuju rumahnya dan didapati pintu gerbang dalam keadaan terbuka serta keadaan di dalam rumah sudah diacak-acak. Setelah dicek, terdapat dua buah CCTV dan dua gembok hilang. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 juta.

"Modusnya, pelaku mencari sasaran rumah kosong lalu membobolnya kemudian mengambil barang-barang korban," kata Aditya saat rilis kasus, Jumat (2/8/2024).

Adapun kasus terungkap usai Satreskrim Polresta Yogyakarta bekerja sama dengan Satreskrim Polresta Sleman dan Polres Bantul serta Polda DIY dengan meminta keterangan dari saksi dan mendalami kamera CCTV.

Didapati keberadaan terduga pelaku di wilayah Pakualaman. Lalu, polisi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 4 orang di Sorowajan, Bantul pada Selasa (30/7/2024) siang.

Selanjutnya, polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang melarikan diri dan berhasil mengamankan 2 orang di Banyumas, Jateng.

Hasil interogasi awal terhadap terduga pelaku, kata Aditya, ada 2 kelompok yang melakukan pencurian di Yogyakarta antara lain AS alias kuyung, AI (dalam pengejaran), GR (dalam pengejaran), EF ( dalam pengejaran). Serta FZ, IK, OP, OT, AS alias kuyung dan EL (dalam pengejaran)

"Jadi yang berhasil diungkap saat ini, TKP Umbulharjo dari 4 pelaku yang diamankan 1 orang dan 3 dalam pengejaran. TKP Pakualam dari 6 orang yang diamankan 5 orang dan 1 tahap pengejaran," ungkap Aditya.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka juga melakukan aksi serupa di Ngaglik, Sleman dan Banguntapan, Bantul yang masih dalam tahap penyelidikan polisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti di lokasi pertama berupa 3 unit sepeda motor, 2 buah linggis warna biru, 2 buah kunci L, 2 obeng dan pakaian. Sementara di lokasi kedua berupa brankas, 2 buah kamera CCTV, 2 buah gembok dan hasil kejahatan senilai Rp 4,5 juta. 

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina dukung bank sampah Desa Kuta, pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika lebih optimal.
Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Kodam II Sriwijaya kembali menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung, kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Persib akan berlaga pada 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Pihak kepolisian mengingatkan agar Bobotoh menjaga perilaku selama pertandingan.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT