News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PPKM DIY Naik Level 3, Polda DIY Tinjau Selter Wanagama Untuk Pasien Covid-19

PPKM naik level menjadi level 3 untuk DIY, Polda DIY melakukan pengecekan lokasi Isoter di kawasan Hutan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (8/2/2022).
Selasa, 8 Februari 2022 - 22:07 WIB
Wakapolda DIY meninjau kesiapan dan fasilitas di Selter Wanagama, Gunungkidul, Selasa (8/2/2022)
Sumber :
  • Tim tvOne - Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Menyusul langkah pemerintah pusat melalui Menkomarinfes, Luhut Binsar Panjaitan, yang mengumumkan kenaikan level PPKM dari level 2 menjadi level 3 untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Polda DIY langsung melakukan pengecekan lokasi Isoter di kawasan Hutan Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (8/2/2022).

Di lokasi ini, Wakapolda DIY, R. Slamet Santoso, melihat tempat isolasi terpadu, yang beberapa waktu lalu juga digunakan untuk isolasi pasien Covid-19, untuk memastikan kondisi lokasi dan daya tampung selter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selter Wanagama ini layak untuk dijadikan tempat isolasi terpadu. Selain karena lokasinya berada di tengah hutan, udara dan atmosfer hutan dapat menjadi healing penghuninya," kata Wakapolda, Selasa (8/2/2022).

Selain itu, lanjut Wakapolda, lokasi selter Wanagama mudah diakses dengan 2 jalur. Dari arah Wonosari, Gunungkidul dapat masuk di perempatan Gading atau depan Polsek Playen. Sementara dari arah Yogyakarta bisa masuk lewat Rest Area Bunder.

“Meski lokasinya berada di tengah hutan, namun dapat dipastikan yang melakukan isolasi di sini akan nyaman dan aman,” terang Wakapolda.

Dalam satu blok di Selter Wanagama dapat menampung 4 sampai 5 orang, atau satu keluarga. Dan di kawasan tersebut terdapat 8 blok.

"Jadi 40 orang lebih termasuk tenaga medis yang merawat pasien covid-19 bisa tertampung di sini," jelasnya.

Meski demikian, Wakapolda belum memastikan penggunaan lokasi tersebut sebagai tempat isolasi terpadu. Selain masih menunggu petunjuk teknis pelaksaan PPKM level 3, sampai saat ini pasien Covid-19 di Gunungkidul masih dapat ditangani di rumah sakit rujukan.

"Kegiatan kami hari ini dapat menjadi acuan ketika lonjakan pasien Covid-19 terjadi," terang Slamet.

Wakapolda menambahkan, lonjakan kasus positif covid-19 sekarang ini dapat tertangani dengan baik. Pengalaman gelombang kedua lalu, menurutnya, menjadi pelajaran berharga dalam antisipasi dan penanganan.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Adhitya Galaydha Ferdiansyah, mengatakan, pihaknya saat ini terus berjaga di setiap titik perbatasan dan lokasi wisata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres menghimbau bagi warga yang akan keluar masuk Gunungkidul, wajib vaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Tak terkecuali. Siapapun yang keluar masuk Gunungkidul dan berkunjung untuk wisata wajib mematuhi 5M," katanya. (Lucas Didit/Buz)

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan
Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Seorang suami berinisial MA (29) tahun warga Asahan, Sumatera Utara, tega menganiaya istrinya berinisial AIP (20) hingga tewas. Ironisnya, pelaku berdalih kalau
Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Bandung hanya merekrut dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx serta memanggil kembali Dedi Kusnandar yang sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC. 
Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Banjarmasin. OTT ini dilakukan di hari yang sama, Rabu (4/2/2026).
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT