News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menolak Diajak Balikan, Mahasiswi di Yogyakarta Jadi Korban Penyiraman Air Keras Oleh Kekasihnya

Seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Yogyakarta inisial N menjadi korban penyiraman air keras saat H-1 Perayaan Natal 2024.
Kamis, 26 Desember 2024 - 18:35 WIB
Polisi berhasil mengamankan pria inisial B dan S ke Polresta Yogyakarta, Kamis (26/12/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Yogyakarta inisial N menjadi korban penyiraman air keras saat H-1 Perayaan Natal 2024.

Warga asal Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) itu disiram air keras oleh pria inisial S, warga Kuningan, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia tega melakukan hal tersebut karena disuruh oleh B mahasiswa pascasarjana PTS di Kota Yogyakarta juga mantan pacar korban yang sama-sama berasal dari Kalbar.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol MP Probo Satrio menuturkan, awalnya B dan N berpacaran sejak 2021.

Kemudian pada Agustus 2024, mereka berpisah. Saat itu, si pria tidak terima diputuskan korban. Sehingga sejak putus, B berusaha datang ke kos korban di wilayah Baciro, Gondokusuman supaya balikan lagi. Akan tetapi, si korban tetap tidak mau. 

"Akhirnya, ada ancaman dari si lelaki kepada korban. Intinya kalau mereka tidak bisa bersatu, kalau hancur ya hancur semua," kata Probo kepada awak media, Kamis (26/12/2024)

Kemudian pada 12 Desember 2024, mantan pacar korban memposting di akun Facebooknya bahwa dia sedang membutuhkan orang yang mau bekerja apa saja. Selang beberapa jam ditanggapilah oleh pelaku S yang saat itu tidak saling kenal. Dari Facebook, komunikasi mereka berlanjut ke pesan Whatsapp.

Waktu itu, B menyamar sebagai seorang perempuan bernama Senlung. Dia seolah-olah dikhianati oleh suaminya karena direbut oleh pelakor. Dalam komunikasinya sejak 12 Desember, disepakati untuk melukai si pelakor yakni korban N.

Kemudian, pelaku S minta uang sebesar Rp 7 juta dan disanggupi oleh B, mantan pacar korban. Uang itu akan digenapi setelah eksekusi dilaksanakan. Namun sebelum eksekusi, pelaku S minta uang operasional.

"Uang yang diberikan itu dibungkus plastik dan ditaruh di suatu tempat kemudian diambil oleh S sebanyak 6 kali, jumlahnya Rp 1,6 juta, termasuk untuk pembelian air keras, jaket gojek untuk S," tutur Probo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Singkat cerita pada 24 Desember 2024 sekira pukul 15.00 WIB, si B menghubungi S lewat Whatsapp bahwa korban ada di kos persiapan ke gereja sekira pukul 19.00 WIB.

"Dan benar, pelaku S datang kesitu (kos korban) jam 18.30 WIB. Sesampainya di depan pintu kos korban, karena pintunya agak terbuka dan kebetulan sedang selesai mandi hanya menggunakan handuk, pelaku S langsung menyiram air keras hingga mengenai muka dan sekujur tubuh korban," tutur Probo.

Atas kejadian tersebut, korban berteriak sangat keras dan pelaku akhirnya langsung berlari. Saat itu, muka pelaku tidak dikenali karena saat datang menaiki motor serta mengenakan jaket Gojek dan masker.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

BPOM mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya seperti menata regulasi serta berkolaborasi guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku obat di Indonesia
Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

FIFA memberikan kewenangan lebih besar kepada Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2026.
Sopir Angkot Perusak Mobil di Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka, Motifnya Kesal Tidak Bisa Menyalip

Sopir Angkot Perusak Mobil di Bekasi Ditetapkan sebagai Tersangka, Motifnya Kesal Tidak Bisa Menyalip

Sebuah video viral di media sosial Instagram melalui akun @lbj_jakarta. Video tersebut memperlihatkan seorang sopir angkot merusak mobil pengendara lainnya. 
Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Ponpes NTB Pecah di DPR, Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Ponpes NTB Pecah di DPR, Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

Pencarian keadilan atas kasus tragis dugaan penyiksaan dan pembakaran santri di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Tengah, sampai ke telinga pimpinan negara. 
Densus 88 Sebut Ancaman Pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15 Belum Masuk Unsur Tindak Pidana Terorisme

Densus 88 Sebut Ancaman Pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15 Belum Masuk Unsur Tindak Pidana Terorisme

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror menyebut bahwa aksi ancaman pengeboman di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme.
Menang Telak Atas Oman 127-6, Timnas Basket Putri U-18 Indonesia Menggila di FIBA U18 Women's Asia Cup 2026

Menang Telak Atas Oman 127-6, Timnas Basket Putri U-18 Indonesia Menggila di FIBA U18 Women's Asia Cup 2026

Skuad Merah Putih tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit akhir untuk membantai Oman dengan skor telak 127-6 pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Senin (13/7/2026).

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Kepala BGN Lodewyk Pusung. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT