News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

14 Rumah Bakal Digusur untuk Penataan Kawasan Stasiun Lempuyangan, Warga Pasang Spanduk Penolakan

Warga RT 02/RW 01, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta menolak rencana pengosongan rumah oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penataan kawasan Stasiun KA Lempuyangan.
Kamis, 10 April 2025 - 21:06 WIB
Spanduk penolakan warga terhadap rencana pengosongan rumah oleh PT KAI untuk penataan kawasan Stasiun Lempuyangan, Kamis (10/4/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Warga RT 02/RW 01, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta menolak rencana pengosongan rumah oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penataan kawasan Stasiun KA Lempuyangan.

Pantauan tvOnenews.com di lokasi, penolakan terhadap proyek penataan kawasan stasiun itu terlihat dari spanduk yang terpasang di dinding rumah warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spanduk tersebut berwarna hijau lengkap lambang Keraton Yogyakarta dengan tulisan Warga Menolak Penggusuran oleh PT KAI. Tanah Ini Milik Keraton Yogyakarta. Di bawahnya, juga terdapat spanduk berwarna hitam dengan tulisan Bahasa Jawa yang berbunyi 'Pejah Gesang Nderek Sultan' yang artinya hidup mati ikut Sultan. 

Ketua RW 1 Kelurahan Bausasran, Anton Handriutomo menyatakan warganya menolak terhadap rencana pengosongan rumah di Jalan Lempuyangan dan Hayam Wuruk oleh PT KAI karena tidak memperhatikan aspek kemanusiaan dan merugikan warga yang terdampak proyek tersebut.

"Penataan Stasiun KA Lempuyangan akan mengusir dan mengorbankan hak kami yang sudah tinggal puluhan tahun disini. Saya saja lahir disini tahun 1965, udah hampir 60 tahun. Tetapi orang tua saya sudah tinggal disini sejak 1962," katanya dihubungi, Kamis (10/4/2025).

Disebutkan Anton, setidaknya ada 14 rumah yang akan digusur. Belasan rumah tersebut berada tepat di depan Stasiun Lempuyangan dengan luasan sekitar 10.200 meter persegi.

Dari penataan kawasan Stasiun KA Lempuyangan nantinya, Anton melihat akan menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya disana. Sebab diperkirakan, ada kurang lebih 50 KK yang terdampak proyek ini.

"Dari 14 rumah yang digusur, satu rumah itu ada yang terdiri 3-4 KK. Sehingga total kurang lebih 50-an KK yang terdampak," ujarnya. 

Lebih lanjut, juga ada ratusan pelaku usaha yang mencari nafkah di trotoar jalan tersebut. Mereka membuka usaha mulai dari tukang parkir, rental sepeda motor dan pedagang kuliner hingga oleh-oleh.

Terlebih, lahan di RT 01 Kelurahan Bausasran diklaim merupakan tanah Kasultanan Yogyakarta, bukan tanah aset PT KAI. Sehingga, warga tetap ingin bertahan tinggal di Jalan Lempuyangan karena memiliki surat keterangan tanah (SKT) yang menerangkan warga secara sah menguasai atau menempati tanah tersebut.

"Karena masing-masing warga sudah punya SKT. Betul itu bukan sertifikat, tapi dari SKT itu nantinya naik ke serat kekancingan. Harapan warga, masing-masing warga bisa mendapatkan kekancingan dari Kasultanan," tuturnya.

Terkait hal ini, Anton menuding Pihak KAI arogan untuk merealisasikan proyek penataan tersebut. Juga, rencana pengosongan rumah untuk penataan kawasan Stasiun Lempunyangan dinilai mendadak.

Sebab, sosialisasi baru dilakukan oleh pihak KAI pada Maret 2025 lalu. Menurut jadwal, pengosongan rumah dilakukan paling lambat Mei 2025.

"(Sosialisasi) baru 14 Maret 2025. Kita waktu itu sepakat tidak mau datang. Sosialisasi kedua itu tanggal 26 Maret 2025. Dari situ belum ada sosialisasi lagi sampai sekarang. Sehingga (pengosongan rumah) dadakan sekali mosok 2 bulan suruh pindah," ungkap Anton.

Perkembangan hari ini, kata Anton, PT KAI menginformasikan kepadanya bila akan ada pengukuran tanah pada Rabu (16/4/2025). 

Terpisah, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan bahwa rencana penataan Stasiun Lempuyangan oleh KAI Daop 6 Yogyakarta sebagai bentuk komitmen akan upaya pengamanan dan penjagaan aset rumah perusahaan yang tercatat dalam aktiva tetap perusahaan sekaligus sebagai komitmen untuk mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang kereta api. 

Adapun, 13 Rumah Dinas yang berada dalam Kawasan Emplasemen Stasiun Lempuyangan masih tercatat sebagai aset bangunan PT KAI yang dapat dipergunakan untuk penunjang operasional kereta api.

"Selain itu, tingginya volume penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL di Stasiun Lempuyangan sehingga harus dilakukan peningkatan keselamatan, pelayanan, dan kenyamanan penumpang melalui penataan," ujar Feni dalam keterangan tertulisnya. 

Setiap harinya, lanjut Feni, Stasiun Lempuyangan memberangkatkan sebanyak 4.194 penumpang KAJJ dan menerima kedatangan 4.151 penumpang KAJJ. Sementara untuk penumpang KRL, setiap harinya terdapat 3.599 penumpang naik dan 3.699 penumpang turun di Stasiun Lempuyangan. Data ini menunjukkan, Stasiun Lempuyangan melayani total sebanyak 15.643 penumpang per hari.

Menurutnya, keberadaan Stasiun Lempuyangan sebagai salah satu akses gerbang masuk yang strategis ke Kota Yogyakarta yang menjadi destinasi favorit masyarakat baik untuk pendidikan, bekerja, bisnis, dan tentunya wisata, sehingga diperlukan pengembangan dan perluasan kapasitas area stasiun yang menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan penumpang dan hal ini membutuhkan lahan yang memadai.

"Kawasan Stasiun Lempuyangan merupakan Sultan Ground, namun KAI Daop 6 Yogyakarta telah diberikan kepercayaan dan izin penggunaan dan pengelolaannya. KAI Daop 6 Yogyakarta juga sudah memiliki SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah)," tegas Feni.

Adapun kepemilikan SKT seperti yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut, tidak dapat dijadikan sebagai bukti kepemilikan aset tanah atau bangunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KAI Daop 6 Yogyakarta telah melaksanakan sosialisasi dan akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. KAI Daop 6 Yogyakarta juga terbuka untuk berkomunikasi lebih lanjut untuk kelancaran rencana penataan yang ditujukan demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.
Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Panama bagian selatan, Jumat (9/10/2026) waktu setempat. Titik gempa yang mengguncang Panama berada di sekitar 12 kilometer barat laut Pitaloza Arriba dengan kedalaman 12,6 kilometer.
Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Maverick Vinales menyebut nasi goreng sebagai salah satu kuliner yang paling berkesan selama berada di Indonesia.
Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Ke mana hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) digunakan? Simak aturan DKI Jakarta yang mengalokasikan minimal 10 persen penerimaan untuk jalan dan transportasi

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT