News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidak ke Bantul, Menteri LH Sebut Alih Fungsi Lahan Imbas Pertambangan Jadi Pemicu Banjir di Imogiri pada Maret 2025 Lalu

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang melanda Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Maret 2025 lalu.
Minggu, 20 April 2025 - 21:29 WIB
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (nomor 2 dari kiri) didampingi Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (paling kiri) beserta jajarannya usai sidak di Embung Imogiri 2, Minggu (20/4/2025)
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Bantul, tvOnenews.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang melanda Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Maret 2025 lalu.

Berdasarkan hasil analisisnya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, ada perubahan tutupan vegetasi pada kawasan hutan yang cukup signifikan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di bagian sub DAS hulunya yang terdata sebelumnya pada 2010 ke bawah itu masih 18.000 hektar (ha). Sekarang, kalau kita cermati, maka tutupan hutannya tinggal 9.000 ha. Jadi, hilang separuh," kata Hanif usai sidak di Embung Imogiri 2, Minggu (20/4/2025).

Lebih lanjut, kondisinya diperparah dengan adanya pertambangan di wilayah hulu. Dari sisi teknis, terlihat ada sedimentasi yang mencolok terkait dengan penanganan air permukaan.

Menurut data yang ia terima, terjadinya banjir di Imogiri disebabkan tingginya curah hujan yang mencapai angka 150 milimeter/hari. 

"Jadi, kalau curah hujan sudah melebihi angka 100 milimeter/hari, maka curah hujannya sangat tinggi," ungkap Hanif.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan pengawasan lingkungan. Kemudian, beberapa rumusan dari hasil pengawasan lingkungan tersebut akan ditindak lanjuti bersama Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi.

"Mungkin, nanti tindak lanjutnya bisa di Pak Bupati, Pak Gubernur dan bisa saya yang akan memberikan arahan-arahan lingkungan untuk mengembalikan fungsi hidrologisnya di Bantul. Ini sudah ada Peraturan Menteri terkait dengan program Payment Ecosystem Services," ujar Hanif.

Selain itu, ia juga menyoroti penanganan sampah di Kabupaten Bantul. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penanganan sampah dengan timbunan mencapai 1.000 ton per hari akan ditangani langsung melalui Menteri Lingkungan Hidup dan beberapa menteri terkait lainnya melalui program waste to energy. 

"Sampahnya akan dijadikan energi untuk mengurangi tekanan lingkungan dan energinya akan disubsidi oleh pemerintah sehingga masuk dalam jajaran on great dari PLN," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, perubahan fungsi tutupan vegetasi pada kawasan hutan harus dilihat secara menyeluruh. Apalagi, Bantul disebut-sebut menjadi hilirnya seluruh perairan di DIY.

"Tutupan vegetasi hari ini, yang masih cukup lumayan aja sudah terjadi banjir yang demikian besar. Apalagi kalau perubahan landscape terus menerus terjadi, kita tidak bisa membayangkan banjir di masa depan seperti apa," ucap Halim.

Maka dari itu, Menteri Lingkungan Hidup akan menurunkan pengawas lingkungan untuk mengevaluasi ulang perubahan landscape di DIY termasuk Bantul. Utamanya, perubahan tutupan vegetasi akibat pertambangan perumahan. Hal ini untuk mengendalikan lingkungan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Bupati Bantul pun menyambut baik rencana penanganan sampah secara waste to energy. Mengingat, wilayahnya sampai sekarang ini masih menjadi tumpuan pengelolaan sampah di tingkat regional DI sehingga perlu adanya industri pengelolaan sampah yang besar untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari.

"Walaupun TPST (Piyungan) sudah ditutup, tetap saja daerah-daerah lain memasok sampah untuk dikelola di Bantul. Jadi, sekalian nanti akan dibuat instalasi waste to energy, kemungkinan lokasinya di Bantul. Tapi, ini harus dikoordinasikan juga dengan daerah-daerah lain bersama Gubernur (DIY)," pungkasnya. (scp/ard)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

IOAC 2026 Resmi Dimulai! Jason Donovan, Adelia Chantika Hingga Flairene Candrea Langsung Tanding di Hari Pertama

Ajang Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia (PB AI) resmi dimulai pada hari ini, Selasa 3 November.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalakan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 Mundur, PSSI Punya Waktu Goda 5 Pemain Grade A Eropa Ini untuk Naturalisasi Timnas Indonesia

Piala Asia 2027 mundur 11 bulan. PSSI kini punya waktu untuk mengincar lima pemain keturunan yang berkarier di Eropa demi memperkuat Timnas Indonesia pada 2027.
Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT