News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

RSUP Dr Sardjito Buka Suara Usai Residennya Dianiaya Keluarga Pasien Mencuat di Media Sosial

Pihak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta buka suara terkait adanya peristiwa dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap residennya berinisial Dr. EN.
Senin, 25 Agustus 2025 - 20:04 WIB
Manager Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan (tengah) saat menyampaikan kronologi adanya peristiwa dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap residennya, Senin (25/8/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Pihak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta buka suara terkait adanya peristiwa dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap residennya berinisial Dr. EN.

Pasalnya, peristiwa ini viral di media sosial setelah beberapa hari lalu diunggah oleh akun Instagram @drg.mirza. Dalam unggahan itu, terlihat tangkapan layar pesan Whatsapp yang berisi laporan dugaan penganiayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkan, pelaku kekerasan adalah seorang dokter spesialis senior dari rumah sakit di Magelang yang saat itu mengantarkan orang tuanya berobat ke RSUP Dr Sardjito.

Manager Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan akhirnya meluruskan peristiwa tersebut. Terkait hal tersebut, RSUP Dr Sardjito dan FKKMK UGM berkomitmen untuk menghilangkan bullying dalam ranah pendidikan kedokteran.

"Kami tidak mentolerir adanya bullying baik yang dilakukan oleh keluarga pasien maupun secara internal oleh tenaga medis lain," tegas Banu kepada awak media, Senin (25/8/2025).

Banu menceritakan bahwa peristiwa ini bermula pada Jumat (22/8/2025) yang mana RSUP Dr Sardjito menerima seorang pasien rujukan dari rumah sakit di Magelang dalam kondisi kritis. 

Saat itu, pasien terindikasi pendarahan lambung sehingga membutuhkan salah satunya penanganan endoskopi. Selain itu, pasien juga diinformasikan sempat henti jantung sebelum akhirnya dirujuk. Setelah dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, pasien itu ditangani oleh tim anestesi dengan kolaborasi beberapa subspesialis.

"Setelah dirujuk ke Sardjito, pasien dilakukan perbaikan kondisi sebelum dilakukan tindakan medis lain. Jadi tidak langsung di endoskopi," terang Banu.

Namun pada Sabtu (23/8/2025) dini hari, residen anestesi yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) menyatakan pasien tidak tertolong. Kabar duka itu memicu rasa emosional sesaat dari keluarga pasien.

"Secara spontan, terjadilah kontak fisik yang dialami residen kami yang berjenis kelamin pria inisial Dr. EN. Kontak fisik itu mengenai tangannya. Saat itu, dia sudah menolong pasien dengan melakukan RJP secara maksimal," kata Banu.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan oleh residennya juga sudah sesuai prosedur layanan medis dan saat itu dalam supervisi para senior atau Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien.

Diketahui, pasien itu memiliki enam orang anak. Salah satunya adalah seorang dokter subspesialis dari RS lain. Sementara, pelaku kekerasan terhadap residen RSUP Dr Sardjito merupakan saudara perempuan dari dokter tersebut.

Pada Minggu (24/8/2025) pagi, pihak RSUP Dr Sardjito meminta residennya untuk visum. Ini sebagai bukti jika yang bersangkutan ingin membawa kasus ini ke proses secara hukum.

Namun dalam perkembangannya, ada permintaan maaf dari keluarga pasien. Kemudian, RSUP Dr Sardjito menyampaikan permintaan maaf itu kepada residennya.

"Yang bersangkutan menerima permintaan maaf dari keluarga pasien untuk berdamai dengan membuat surat permintaan maaf yang ditandatangani di atas materai," ungkap Banu.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sempat Mengaku Ada Hubungan Saudara dengan Dirut RSUP Dr Sardjito.

Dalam kasus ini, Banu juga meluruskan adanya informasi yang beredar bahwa keluarga pasien sempat mengaku ada hubungan keluarga dengan Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr Sardjito.

"Saat emosial itu, salah satu keluarga dari pasien menyatakan masih keluarga dari bu Dirut (RSUP Dr Sardjito), tapi bukan. Dia memang pernah satu institusi dengan bu Dirut. Jadi kenalnya dalam satu instusi," terang Banu. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT