News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Layanan TRC Mas Jos Gratis, Warga Yogyakarta Kini Tak Perlu Buang Sampah Seperti Kasur Hingga Kulkas ke Sungai

Pemkot Yogyakarta meluncurkan Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (TRC Mas Jos). Inovasi ini diluncurkan untuk mengatasi persoalan sampah khususnya sampah spesifik rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, barang elektronik dan lainnya.
Senin, 22 September 2025 - 19:39 WIB
Armada roda tiga milik Pemkot Yogyakarta yang digunakan untuk mengangkat sampah spesifik rumah tangga.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berinovasi dalam rangka mengatasi sampah yang sampai saat ini masih menjadi persoalan.

Terbaru, Pemkot Yogyakarta meluncurkan Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (TRC Mas Jos). Inovasi ini diluncurkan untuk mengatasi persoalan sampah khususnya sampah spesifik rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, barang elektronik dan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nampaknya, masyarakat seringkali masih membuang sampah jenis ini ke badan sungai. Padahal, pengelolaannya memerlukan penanganan khusus karena sulit didaur ulang.

"Hari ini, Pemkot Yogyakarta meluncurkan TRC Mas Jos yang siap bergerak di lapangan untuk menangani aduan masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah spesifik rumah tangga." kata Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta di sela peluncuran di Balaikota Yogyakarta, Senin (22/9/2025).

"Tim akan datang ke rumah dan mengangkut sampah misalnya berupa kasur, bantal, guling, barang elektronik secara gratis," lanjutnya.

Mantan Bupati Kulon Progo melanjutkan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut dengan menghubungi hotline yang telah disediakan.

"Masyarakat di Kota Yogyakarta tinggal menghubungi nomor telepon 0811 700 555," ucapnya.

Melalui cara ini, Pemkot Yogyakarta mencoba mengelola sampah secara total hingga di tingkat rumah tangga.

Adapun, sampah spesifik rumah tangga yang telah diangkut oleh TRC Mas Jos ditaruh du dalam gudang yang telah disediakan sebelum akhirnya diambil oleh offtaker. Pada September ini, Pemkot Yogyakarta telah merekrut Juru Pemilah Sampah (Jumilah) sejumlah 90 orang.

"Tenaga baru ini akan memilah sampah termasuk berupa kasur, elektronik itu di gudang," ucap Hasto.

Selain itu, pihaknya juga sudah beraudiensi dengan pengelola TPA yang khusus mengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti limbah dari rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk yang bahan berbahaya, kita sudah ada off takernya, kemudian organik dari dapur juga sudah ada, kemudian yang residunya kita akan pakai insinerator yang sudah ada," terangnya.

Dengan demikian, sampah organik seperti sampah dapur maupun dedaunan tidak akan dibawa ke depo bahkan TPA Piyungan dikarenakan telah dikelola oleh Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO). Kemudian, sampah yang bisa di reduce, reuse dan recycle bisa masuk ke bank sampah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Pria Ngaku Anggota BNN di Garut, DPR Desak Polisi Ungkap Penipuan yang Catut Polri-BNN

Viral Pria Ngaku Anggota BNN di Garut, DPR Desak Polisi Ungkap Penipuan yang Catut Polri-BNN

Menanggpi kasus viral di Garut, Jawa Barat anggota Komisi III DPR Abdullah mendorong Polri menindak tegas pelaku penipuan berkedok polisi gadungan dan BNN.
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Mangkir dari Timnas, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi dan Tak Bisa Bela Portugal Selama 6 Bulan

Mangkir dari Timnas, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi dan Tak Bisa Bela Portugal Selama 6 Bulan

Cristiano Ronaldo terancam larangan bela Timnas Portugal hingga 6 bulan. Ancaman tersebut muncul setelah ia disebut meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Kedua pelajar ditemukan tergeletak tertelungkup di trotoar dengan kondisi luka di kepala. Masyarakat sekitar sempat mengerubungi kedua jasad tersebut.
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober yang berhasil dimenangkan oleh sang juara bertahan, Marc Marquez.
Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Calvin Verdonk tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT